• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 17 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Gowes Bareng ke Sumber Banteng

09 Mar 2019
in SURYAPEDIA
Reading Time: 2 mins read
0
Gowes Bareng ke Sumber Banteng

SABTU, 9 Maret 2019, empat puluhan pesepeda dari Gudang Garam Cycling Community (GGCC) menyisir kawasan timur Kota Kediri. Saat matahari belum lama terbit, rombongan goweser dari internal perusahaan PT Gudang Garam, Tbk. ini mengarahkan laju sepedanya ke Jalan Teuku Umar, Adi Sucipto, Slamet Riyadi, dan selanjutnya menembus jalur ke ujung timur Kota Kediri.

“Total rutenya sejauh 20 Kilometer melewati area Ketami dan Tugurejo. Tujuan utamanya, mengunjungi Sumber Banteng,” kata Ali, koordinator GGCC.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

Sumber Banteng adalah satu dari sedikit destinasi hijau Kota Kediri yang wujudnya masih asri sebagaimana suasana di pedesaan yang kaya akan pohon rindang. Air dari sendang di Kampung Wangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren ini terus mengucur sepanjang musim dan tak mengenal kering. Selama berabad-abad, alirannya telah menjadi tumpuan hidup ribuan penduduk yang tersebar di empat desa.

“Selama ini, kelestarian sumber dikelola secara mandiri oleh penduduk setempat, yang kemudian membentuk kelompok bernama Komunitas Pelestari Sumber Banteng,” kata Narto, Kepala Kelurahan Tempurejo.

Bertahap, mereka menata ulang lanskap sendang agar tampak lebih menawan. Aliran perigi disulap menjadi kolam berisi ribuan ikan, berdampingan dengan lokasi berenang masyarakat sekitar. Gazebo sederhana didirikan di beberapa sudut sumber sebagai tempat bersantai.

Sumber Banteng di Kampung Wangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren (Foto: GG)

Gayung bersambut, kini Sumber Banteng ramai dikunjungi pelancong. Menurut Narto, dampak positif yang paling menonjol justru pada peningkatan jumlah warga Tempurejo yang peduli terhadap kelangsungan alam Sumber Banteng. Seringkali dia menjumpai orang datang menyumbang tanaman, ikan, agar dikembangbiakkan.

Kabar tentang keberhasilan masyarakat Wangkalan merawat sumber daya alam itu, mendorong GGCC menyambangi Sumber Banteng, dalam pelaksanaan seri bersepeda bersama yang kedelapan. Sembari istirahat, mereka bertemu dan menyimak langsung pengalaman warga mengelola mata air.

“Ini seperti asupan gizi setelah lelah ngayuh sepeda,” kata Ali

Di kesempatan itu pula, GGCC menyerahkan tali asih berupa seribu benih ikan nila merah, yang diterima langsung oleh Kepala Kelurahan Tempurejo. Bibit yang digalang dari swadaya anggota GGCC itu ditabur serempak, sebelum rombongan beranjak meneruskan penjelajahan wilayah tapal batas timur Kota Kediri. (Naim Ali)

Tags: #headline#suryapediaGGCC
Previous Post

Ketika Vespa Menjadi Bagian dari Gerakan Mahasiswa

Next Post

Gotosovie, Tas Berkarakter Asal Yogyakarta

Next Post
Gotosovie, Tas Berkarakter Asal Yogyakarta

Gotosovie, Tas Berkarakter Asal Yogyakarta

Surabaya Vaganza 2019 Kembali Menghibur Warga Surabaya

Surabaya Vaganza 2019 Kembali Menghibur Warga Surabaya

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA