• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 8 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Jilbab, Gelombang Lifestyle yang Tidak Bisa Dibendung

06 Dec 2021
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
Jilbab, Gelombang Lifestyle yang Tidak Bisa Dibendung

Photo by Squid Ward on Unsplash

HINGGA tahun 1980an, jilbab—busana yang menutupi seluruh tubuh kecuali tangan dan muka—belum begitu populer. Namun siapa sangka, 40 tahun kemudian hijab menjadi primadona dunia fashion. Gelombang desain terbaru kini terus bermunculan, mengiringi perkembangan mode pakaian masyarakat modern.

Tren wanita mengenakan jilbab di Indonesia tumbuh pesat sejak dua dekade terakhir. Fenomena itu dibarengi dengan ragam hijab yang kini semakin variatif. Mulai dari jilbab jeblosan atau langsung pakai, pasmina, paris, hingga tipe maroko. Beragam jenis jilbab  dapat disesuaikan dengan selera, gaya, dan kenyamanan masing-masing. Ada perempuan yang memilih ala kadarnya dengan bahan tipis sehingga masih kelihatan rambut, ada yang bercadar hingga menutupi seluruh tubuh.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Teka Teki Siti Inggil, Candi di Dekat Pondok Lirboyo

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

“Memakai hijab kini bukan hanya untuk menutup aurat, tapi juga bagian dari lifestyle,” Badriyatul Husna, mahasiswi Sosiologi Agama IAIN Kediri, Senin, 29 November 2021.

Dia mengaku selalu mengikuti perkembangan tren hijab. Dari awalnya mengenakan jilbab jenis rabbani, sekarang Zuhro lebih sering menggunakan pasmina plisket karena sedang hits.

Dari sudut pandang agama Islam, hijab adalah pakaian yang wajib dikenakan seluruh perempuan muslim. Akan tetapi, kecendrungan berjilbab ternyata bukan hanya digandrungi wanita beragama Islam. Salah satunya, Yesie Shanta Charera. Wanita non-muslim asal Kabupaten Mojokerto ini bukan hanya menggemari, tapi juga selalu mengikuti tren mode jilbab. Yesie mulai tertarik memakai kerudung saat berusia 13 tahun. Waktu itu dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Saya mengenakan jilbab karena Bunda Maria juga berkerudung,” ujar Yesie.

Meskipun bukan wanita muslim, itu menjadi alasan kuat Yesie sehari-hari memakai jilbab. Menurutnya, keuntungan lain dari menggunakan hijab yaitu bisa berbaur dengan teman-temannya yang mayoritas wanita muslim.

Meski kini jilbab tengah populer, namun masih ada sebagian orang yang hingga kini memutuskan tidak berjilbab. Misalnya, Vegananda Putri Lionita. Perempuan asal Kabupaten Mojokerto itu hingga saat ini masih belum tertarik dan lebih nyaman jika tidak mengenakan jilbab. Menurutnya, menggunakan hijab merupakan hidayah, jadi bukan hanya sekadar untuk bergaya saja.

“Tujuan dari berhijab seharusnya memang bukan untuk menunjang penampilan saja, tapi karena itu merupakan suatu kewajiban,” kata Trimurti Ningtyas, staf pengajar Program Studi Sosiologi Islam di IAIN Kediri.

Menurutnya, ketika jilbab dipandang dari segi mode busana, itu semua tergantung cara memaknainya. Apabila ditujukan sesuai kebutuhan, maka berjilbab bisa jadi strategi dakwah bahwa menutup aurat tidak berarti mengurangi unsur kecantikan perempuan. Terlepas dari fungsi dasarnya yang merupakan perintah agama, jilbab bisa menjadi potret jika masyarakat selalu bergerak menuju perubahan. Pola perilaku yang dinamis selalu berpengaruh pada lahirnya gagasan, keputusan, dan inovasi. Seperti halnya jilbab. Dulu pernah dilarang, kini justru melekat dengan keseharian, bahkan mendominasi dunia fashion. (Ida Fauziah, Mahasiswi Program Studi Sosiologi Agama IAIN Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #fashion#headline#jilbab#kultur
Previous Post

Ada Sekolah Aksara Jawa Kuno di Kediri

Next Post

Plakat Djiboen Dicari untuk Dijadikan Monumen

Next Post
Plakat Djiboen Dicari untuk Dijadikan Monumen

Plakat Djiboen Dicari untuk Dijadikan Monumen

Ketua LSF, Satu-satunya Jurnalis Indonesia di Medan Perang Irak 18 Tahun Silam

Ketua LSF, Satu-satunya Jurnalis Indonesia di Medan Perang Irak 18 Tahun Silam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA