• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Monday, 20 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Lukisan Gus Mus Dipamerkan di Rakornas Lesbumi

03 Jul 2019
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
Lukisan Gus Mus Dipamerkan di Rakornas Lesbumi

PAMERAN seni dan budaya merupakan satu dari serangkaian acara di Rakornas 3 Lesbumi yang digelar pada 3-5 Juli 2019 di Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur. Karya seni rupa, instalasi, naskah kuno, pusaka, dan topeng, dipamerkan di sepanjang tiga hari penyelenggaraan kegiatan. Termasuk, dua lukisan karya KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Dua lukisan tersebut berjudul Asma Agung dan Anak Cucu Adam. Asma Agung, adalah karya lawas dari Gus Mus. Dilukis menggunakan spidol dan pena dengan media kertas, lukisan berukuran 30×45 cm itu tergolong jarang muncul di publik.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

 “Sedangkan Anak Cucu Adam yang dilukis dengan cat aklirik di atas kanvas adalah karya yang relatif baru,” kata Ketua Panitia Rakornas Yul Ardhiantono atau yang akrab disapa Ki Ardi, Rabu 3 Juli 2019.

Ki Ardi melanjutkan, selain lukisan dari Gus Mus, dipamerkan pula karya seni rupa lainnya. Di antaranya 44 lukisan, 3 patung, dan 1 seni instalasi dari puluhan seniman Lesbumi.

Di sampung itu, hadir pula naskah-naskah kuno, keris, dan topeng. Benda-benda tersebut merupakan koleksi dari anggota Lesbumi yang mempunyai misi di ranah pelestarian. Jika dihitung, barang-barang artistik itu berjumlah 57 buah. Angka tersebut merepresentasikan usia Lesbumi di mana pada tahun 2019 memasuki usia ke-57.

“Lewat momentum Rakornas, semua potensi seni dan misi pelestarian harus digerakkan,” ujar Ki Ardi.

Pameran resmi dibuka oleh Ketua PB Lesbumi KH Ngabehi Agus Sunyoto, dengan didampingi seluruh pengurus lesbumi se-Indonesia. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa Lesbumi tidak hanya mengembangkan serta merawat seni dan budaya.

“Lesbumi juga dengan tegas akan melakukan perlindungan, pengawalan, bahkan tindakan perlawanan terhadap gerakan-gerakan menolak eksistensi seni dan budaya,” kata Kiai Agus Sunyoto.

Pentas seni dari generasi muda NU. (Foto: Hasan Lesbumi)

Pada acara Rakornas, juga dimanfaatkan untuk menampilkan bakat-bakat dari generasi muda NU. Adanya pementasan dan pameran karya pada kegiatan ini, diharapkan menjadi bagian dari upaya strategis melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia.

Salah satunya, lewat penampilan pencak silat Pagar Nusa. Seni bela diri yang disuguhkan oleh kelompok dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Klaten, Jawa Tengah itu banyak menyedot perhatian. Sebab, saat beraksi mereka mengkolaborasikan pencak silat dengan musik karawitan. Selain itu, Tari Topeng Gunung Sari turut dipentaskan oleh penari asal Jabung, Kabupaten Malang. (Kholisul Fatikhin)

Previous Post

Kediri Punya Banyak Titik Nol Kilometer

Next Post

Parade Kerajaan di Pekan Budaya Kabupaten Kediri

Next Post
Parade Kerajaan di Pekan Budaya Kabupaten Kediri

Parade Kerajaan di Pekan Budaya Kabupaten Kediri

Wayang Krucil dan Kentrung, Simbol Pemuliaan Leluhur

Wayang Krucil dan Kentrung, Simbol Pemuliaan Leluhur

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA