MASIH panasnya situasi geopolitik di Timur Tengah berdampak hingga ke agenda tata kelola internet dunia. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) memutuskan memindahkan penyelenggaraan ICANN87 Annual General Meeting (AGM) dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali.
Forum tahunan yang mempertemukan para pemangku kepentingan internet global itu dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026. Pemindahan lokasi dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah negara Teluk.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan calon peserta. Untuk menjaga tingkat partisipasi dan menjamin keamanan penyelenggaraan, ICANN memilih Bali sebagai lokasi alternatif. Keputusan itu disepakati dalam pertemuan tertutup antara jajaran ICANN, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI). Rapat itu berlangsung di sela penyelenggaraan ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, Selasa, 9 Juni 2026.
Delegasi ICANN dipimpin Vice President ICANN Samiran Gupta, didampingi Stakeholder Engagement Manager Asia Pacific Athena Foo dan Maya. Adapun Indonesia diwakili Ketua Dewan Pengawas PANDI Hammam Riza, Direktur Pengawasan Direktorat Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Teguh Arifiyadi, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.
“Kami meminta kepada PANDI, khususnya di bawah kepengurusan yang baru, untuk segera bersiap dan bekerja sama dengan ICANN demi menyukseskan ICANN87 di Bali,” kata Samiran Gupta, Vice President ICANN
Teguh Arifiyadi dari Komdiigi menyambut baik penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah. Menurut dia, kepercayaan tersebut menunjukkan pengakuan komunitas internet internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan forum global.
“Komdigi bersama PANDI sebagai co-host siap menyukseskan agenda besar ini dengan dukungan mitra lokal dan komunitas internet Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Dewan Pengawas PANDI, Hammam Riza mengatakan Indonesia siap menjalankan peran sebagai tuan rumah meski waktu persiapan yang tersisa relatif singkat. “Dengan dukungan penuh Komdigi dan pengurus baru PANDI, kami optimistis ICANN87 Bali dapat terselenggara dengan baik,” kata dia.
Perwakilan Indonesia di Governmental Advisory Committee (GAC) ICANN, Ashwin Sasongko Sastrosubroto, menjelaskan AGM merupakan pertemuan paling penting dalam kalender tahunan ICANN. Forum ini mengusung pendekatan multi stakeholder yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga komunitas internet dari berbagai negara.
“Melalui Open Forum, Board of Directors ICANN mendengar langsung berbagai masukan dan persoalan yang dihadapi para pemangku kepentingan internet global,” ujar Ashwin.
ICANN merupakan organisasi nirlaba yang mengatur sistem penamaan domain (DNS) dan alokasi alamat IP, dua komponen utama infrastruktur internet dunia. Pertemuan di Bali diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 delegasi dari 150 negara.
Dalam kesempatan yang sama, delegasi Indonesia juga memperkenalkan jajaran pengurus baru PANDI yang telah disahkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum. Kepengurusan tersebut dipimpin Isnawan Aslam sebagai ketua, didampingi Ery Punta Hendraswara sebagai sekretaris dan Andi Mohammad Natsir Amal sebagai pengurus. (Kholisul Fatikhin)





