ALAT musik ensambel ini diciptakan Toinangun, sesepuh Desa Bungkal, Ponorogo. Kongkil dimainkan dengan menggoyang bilah-bilah bambu. Suara yang dihasilkan berupa nada pentatonis ro, lu, mo, nem, ji atau yang dalam...
Read moreDetailsSELAIN sebagai tanda peristirahatan terakhir, nisan-nisan menyimpan kisah peradaban Islam di Indonesia. Misalnya batu kubur zaman Iskandar Muda Kesultanan Aceh. Nisan-nisan itu menjadi penanda status sosial di masa lalu. Sedangkan...
Read moreDetailsALUNAN gamelan mengiringi belasan remaja yang berlenggak-lenggok di Sanggar Tari Guntur, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Di depan dinding kaca, sang pelatih tari terus memberi aba-aba. Para murid itu mulai mandi...
Read moreDetailsKEKUASAAN serta pengaruh Kerajaan Kadiri pada abad 11 dapat dideteksi dari keberadaan aksara kuadrat. Gaya huruf atau font Jawa Kuno ini tertempel di candi, prasasti, maupun bangunan suci. Tak seperti...
Read moreDetailsDUDUK menyilangkan kaki, Sawir Wirastho menunjukkan belasan lembar daluang. Berwarna cokelat muda kekuningan, kertas tersebut memuat teks Arab tanpa tanda baca. Manuskrip peninggalan Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo itu bukan hanya...
Read moreDetailsJARI-jemari Viny Mamonto menari di tuts pianika ketika memainkan intro lagu “Nyanyian Burung”. Diiringi petikan gitar akustik Saleh Hariwibowo, duo pop folk itu menyuarakan gagasan sosial dan literasi. Didirikan pada...
Read moreDetailsRawon dinobatkan sebagai sup terenak di dunia menurut Taste Atlas pada 2023. Situs ensiklopedia makanan internasional itu menempatkan rawon di posisi teratas. Sup daging kuah hitam ini mendapat rating 4.8,...
Read moreDetailsSUMUR tua di Desa Semanding, Kecamatan Kauman, Ponorogo itu dibiarkan tak terawat. Tembok kamar mandi di sebelahnya sudah roboh. Hanya tersisa pecahan genteng, bak semen, dan jamban. Di tempat inilah...
Read moreDetails“Gempa bumi, kepul asap, hujan abu, guruh halilintar menyambar-nyambar. Gunung Kampud, gemuruh membunuh durjana, penjahat musnah dari negara.” POTONGAN syair tersebut diambil dari buku Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Pujangga...
Read moreDetailsTAHUN 2025 menandai genap 200 tahun meletusnya Perang Jawa (1825–1830). Dipimpin Pangeran Diponegoro, jutaan rakyat turun ke medan perang melawan kekejaman Belanda. Petani, santri, priyayi, hingga kaum perempuan bergabung dalam...
Read moreDetails