• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Wednesday, 10 December 2025
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

28 Nov 2025
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
0
Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

Cuplikan adegan pembuka film The Last Supper (Whisper). (Foto: Tangkapan layar Youtube Berang Berang TV)

FILM The Last Supper (Whisper) menghadirkan kisah tiga mantan tahanan politik pada 1966–1998. Mereka adalah Markus Talam (85), seorang musisi yang dipenjara 10 tahun di kamp konsentrasi Pulau Buru; Sukiman (75), operator radio yang mendekam setahun di penjara Blitar; serta Suyatman (75), seorang petani. Ketiganya ditahan tanpa proses peradilan.

Diproduksi sejak 2017 hingga 2025, film berdurasi 103 menit ini hadir dalam format digital stereo. Teks terjemahan bahasa Indonesia dan Inggris disuguhkan untuk menjangkau penonton internasional. Film ini akan tayang perdana di program Indonesia Film Showcase (World Premiere) Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Kongkil, Musik Perlawanan pada Penjajah Belanda di Ponorogo

BWCF 2025: Membaca Sejarah Islam Indonesia Melalui Estetika Nisan

“Proses produksi selama delapan tahun perlu ketelitian teknis sekaligus ketahanan emosional. Ini dilakukan untuk menjaga keaslian narasi dan menghormati para penyintas,” kata Daniel Rudi Haryanto, Sutradara The Last Supper (Whisper).

Daniel menggali kisah para penyintas yang berakar pada Operasi Militer “Trisula” di Blitar Selatan, Jawa Timur. Operasi itu digencarkan untuk memburu sisa-sisa anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun ketiga tokoh tersebut bukanlah komunis. Mereka warga biasa yang terseret dalam operasi bersenjata tersebut, hingga kehilangan anggota keluarga yang tewas akibat disiksa.

Daniel Rudi Haryanto, Sutradara Film The Last Supper (Whisper). (Foto: IG)

Trauma panjang terus membayangi hidup mereka, sementara keadilan tak pernah sepenuhnya berpihak. Melalui kisah-kisah yang mereka bisikkan, tersimpan harapan agar negara memulihkan hak-hak politik dan kewarganegaraan yang dirampas.

Selama bertahun-tahun, para penyintas masih menyandang status sebagai tahanan politik “dilepas sementara”.  Warisan administrasi Orde Baru itu tak pernah dicabut tuntas. Film ini menelusuri bagaimana sebuah dokumen negara dapat membayangi kehidupan seseorang sepanjang hidup melalui ingatan, percakapan, serta fragmen-fragmen keseharian.

“Kami menghadirkan pendekatan visual dan tata suara yang memadukan sinema dan seni rupa,” ujar Daniel.

Dari sisi sinematik, The Last Supper menonjolkan lanskap Blitar Selatan. Lembah, sungai, dan hutan menjadi metafora bisu dari ribuan korban Operasi Trisula. Sepanjang film, atmosfer sunyi, jarak, dan memori menjadi pendekatan visual yang mendampingi kesaksian para penyintas. 

Poster Film The Last Supper (Whisper).

Film ini tidak sekadar menuturkan kronologi. Penonton diajak menyelami atmosfer, jarak, keheningan, serta memori yang mengendap dalam tubuh para penyintas. Film ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya tentang peristiwa, tetapi juga tentang luka yang diwariskan lintas generasi.

Selama pelaksanaan Film Showcase (World Premiere) Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, The Last Supper (Whisper) akan diputar di Empire XXI Studio 5 pada 15.45 WIB. Nonton bareng juga akan digelar di Ruang Literasi Kaliurang pada tanggal Senin, 1 Desember 2025, pukul 09.00 WIB. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline#SEJARAH
Previous Post

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Next Post

Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Next Post
Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (109)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (204)
  • KULTUR (221)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA