• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Wednesday, 10 December 2025
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home EDUKASI

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

25 Nov 2025
in EDUKASI
Reading Time: 2 mins read
0
Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Aktivitas mengajar Evie Kurniawati, guru tunanetra di SLB Darma Wanita Pare. (Foto: Nurma)

KEPALA perempuan itu condong ke depan, hampir menyentuh layar laptop. Mengikuti panduan suara dari aplikasi pembaca layar, jemari tangan kanan Evie Kurniawati bergerak perlahan menekan tombol enter. Guru honorer Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Pare Kabupaten Kediri itu memastikan materi ajar tersusun rapi untuk kelima muridnya.

Bermodalkan pendengaran dan ketukan jari, Evie tampak bersemangat memulai pelajaran. Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Brawijaya itu memang bercita-cita menjadi guru. Meski yang dilihat hanya gelap, dia bertekad mencerahkan masa depan anak didiknya.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Wamen Komdigi dan Tokoh Bangsa Mengkaji Gelap Terang Indonesia di Reuni Aktivis Pers Mahasiswa

Filsuf Kecil dari Baubau: Kisah Ahmad AB dengan Keistimewaan Sindrom Savant

“Saya ajari huruf braille, mulai dari nol,” kata Evie ketika ditemui Kediripedia.com pada Kamis, 20 November 2025 di SLB Dharma Wanita Pare.

Wanita 38 tahun itu mengajar lima anak yang semuanya disabilitas netra. Terdiri dari murid kelas tiga, empat, dan lima sekolah dasar, serta kelas satu dan dua SMA. Mata pelajaran yang diberikan berbeda-beda, namun yang paling penting mereka harus menguasai braille.

Keseharian mengajar di SLB sudah dilakoni Evie sejak tahun 2017, bahkan sebelum lulus kuliah. Tanpa bisa melihat murid-muridnya, dia mahir menghadirkan suasana belajar aktif di kelas. Setiap Senin hingga Sabtu, dia membimbing murid mulai jam 8 pagi hingga 2 sore. Saat berangkat atau pulang, dia ditemani suaminya.

Evie mengoperasikan aplikasi JAWS untuk mengajar. (Foto: Nurma)

Evie sudah menguasai komputer sejak duduk di bangku SMA. Dia menggunakan aplikasi Job Access With Speech (JAWS) khusus untuk tunanetra. Saat program itu terpasang di laptop, otomatis akan muncul pembaca layar dengan panduan suara berbahasa Inggris.

“Kalau untuk handphone, saya pakai aplikasi TalkBack,” kata ibu satu anak itu.

Dia bercerita, disabilitas netra yang dialaminya bukan bawaan dari lahir. Evie mulai mengidap gangguan pada saraf matanya karena virus saat duduk di kelas 3 SD. Penglihatan berkurang sedikit demi sedikit kemudian benar-benar gelap ketika kuliah.

Saat usianya sembilan tahun Evie keluar dari sekolah umum. Dia masuk SLB Dharma Wanita Pare tempatnya mengajar sekarang. Evie awalnya optimis penglihatannya kembali pulih sambil terus berobat. Namun takdir berkata lain, gelap tak kunjung hilang dari matanya.

“Sejak saat itu saya bercita-cita menjadi guru, dan akhirnya mengajar di sekolah ini,” kata Evie.

Seperti yang dirasakan guru-guru lain, mengajar siswa berkebutuhan khusus perlu kesabaran ekstra. Misalnya, meski sudah diajari berulang kali ternyata mereka belum sepenuhnya menguasai pelajaran. Menurut Evie hal itu wajar, anak pada umumnya juga mengalami hal serupa.

Ketika ditemui, Evie menemani murid mempersiapkan penampilan pada peringatan Hari Guru Nasional. Dia mengajar para siswa membaca puisi dan bernyanyi.

Dengan latar pendidikan di bangku kuliah, Evie ingin terus berbagi terang pada sesama penyandang disabilitas netra. Keberanian dan kepercayaan diri mereka selalu dikuatkan, sambil menanamkan pentingnya pendidikan bagi masa depan. (Nurma Ayu Kusuma)

Tags: #EDUKASI#headline#Kediri
Previous Post

Kongkil, Musik Perlawanan pada Penjajah Belanda di Ponorogo

Next Post

Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

Next Post
Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (109)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (204)
  • KULTUR (221)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA