• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Wednesday, 10 December 2025
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home BISNIS

Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

17 Nov 2025
in BISNIS
Reading Time: 2 mins read
0
Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

Noval Setiawan, mahasiswa yang berjualan mainan tradisional. (Foto: Novita)

JAM mata kuliah baru saja usai. Saat mahasiswa lain bergegas pulang, Noval Setiawan tak beranjak dari tempat duduknya. Memelototi layar gawai, dia sibuk membalas pesanan mainan tradisional dari pelanggan. Anyaman kuda lumping atau jaranan, barongan, pecut, hingga layang-layang, laku keras di Tiktok dan Shopee.

“Jualan di online hanya butuh modal konten tapi menghasilkan,” kata mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Nusantara PGRI itu pada Senin, 27 Oktober 2025.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

Mainan tradional yang dijual Noval berasal dari orang tua dan kakeknya. Sejak puluhan tahun lalu, keluarganya menekuni pekerjaan sebagai pengrajin alat kesenian kuda lumping. Sebelumnya dia berjualan dengan menitipkan barang di sejumlah toko. Akibat banyak pedagang serupa, penjualan semakin kian merosot.

Pada 2024, Noval mulai memasarkan dagangan dengan membuat konten di media sosial. Siapa sangka, barang-barang itu laris keras. Pembelinya kebanyakan dari pegiat kuda lumping di Pulau Jawa. Melalui toko online Jenggala Toys, dia mengaku dapat meraih untung puluhan juta rupiah perbulan.

Kostum hingga akseroris jaranan yang dijual di platform online. (Foto: Novita)

“Penjualan makin meningkat pada bulan Agustus,” ujar pria 22 tahun itu.

Pada periode ini, dia tidak hanya melayani pembelian ecer. Benda aksesoris kuda lumping dijual dengan sistem grosir. Barang yang dijual tidak hanya satu ukuran saja. Mulai dari anak hingga dewasa semuanya tersedia.

Gudang produksi dan penyimpanan terletak di rumahnya Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Di dalam rumah, aneka mainan tradisional memenuhi ruang tamu.

Noval sejak kecil menggemari mainan tersebut. Sang kakek adalah orang pertama yang memproduksi peralatan jaranan di tempat tinggalnya.

“Sudah banyak yang melakukan penelitian ke sini, dari kalangan dosen dan mahasiswa dari beberapa universitas,” jelas Noval.

Salah seorang karyawan sedang merapikan pesanan barongan. (Foto: Novita)

Dalam menjalankan bisnis, dia dibantu satu karyawan yang bertugas mengemas pesanan. Noval belajar otodidak dalam mengembangkan usaha tersebut. Menurutnya, setiap usaha pasti memiliki pesaing. Tinggi atau rendahnya penjualan tergantung bagaimana efektivitas pemasaran.

Dari mulanya hanya menjual aksesoris jaranan, barongan, dan printilannya, Noval kini mengembangkan bisnis dengan berjualan layang-layang karakter. Mainan itu memiliki desain menyerupai karakter seperti naga, burung, atau tokoh kartun. Ke depan dia bertekad memperluas jangkauan pemasaran sambil terus meningkatkan kualitas dagangan. (Novita Diana Austina, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #Bisnis#headline#Kediri
Previous Post

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Next Post

Kongkil, Musik Perlawanan pada Penjajah Belanda di Ponorogo

Next Post
Kongkil, Musik Perlawanan pada Penjajah Belanda di Ponorogo

Kongkil, Musik Perlawanan pada Penjajah Belanda di Ponorogo

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (109)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (204)
  • KULTUR (221)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA