• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

08 Dec 2025
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
0
Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Foto terakhir Candi Tuban saat ekskavasi tahun 1916. (Foto: KITLV)

RIMBUN tanaman perdu mengelilingi halaman belakang sebuah rumah di Dusun Tuban, Desa Domasan, Kalidawir, Tulungagung. Kandang-kandang kambing berjejer, kolam ikan memenuhi hampir seluruh lahan. Tidak ada lagi struktur batu atau sisa bangunan yang menandai keberadaan Candi Tuban. Salah satu jejak sejarah kawasan Pegunungan Walikukun itu lenyap tanpa bekas.

Sebagian besar warga hanya mendengar kisah Candi Tuban dari mulut ke mulut. Akan tetapi, mereka tak pernah mengetahui seperti apa wujud asli bangunannya. Tak sedikit pula yang bahkan tidak mengenal nama candi itu sama sekali.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Rampogan Macan, Panggung Pembunuhan yang Memicu Punahnya Harimau

Laksamana Laut Makassar yang Terasing di Pegunungan Malang

Kisah Para Tahanan Politik Operasi Trisula Blitar dalam Film The Last Supper (Whisper)

“Nama Candi Tuban itu saya pernah dengar, tapi tidak tahu bentuknya seperti apa,” ujar Jaeman, salah satu warga pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kondisi situs Candi Tuban yang berganti menjadi kandang kambing. (Foto: Rosyta)

Situs candi di Domasan ini diperkirakan berasal dari Kerajaan Kadiri pemerintahan Raja Bameswara pada abad 11. Bentuk, ukuran, dan arsitektur kedua candi tersebut dapat dilihat dari foto koleksi KITLV yang diambil pada tahun 1926.

Dalam potret tersebut, susunan batu bata Candi Tuban masih kokoh. Sedangkan batu prasasti yang bertarikh 17 Mei 1129 Masehi kini disimpan di Museum Nasional. Prasasti itu adalah yang tertua dari era Kadiri yang pernah ditemukan di Tulungagung.

Petaka arkeologis itu datang pada 1967. Menurut catatan Dwi Cahyono, arkeolog Universitas Negeri Malang, masyarakat beramai-ramai menghancurkan candi tersebut. Batu bata diambil untuk pondasi rumah, sebagian dijadikan bahan menguruk lahan.

​“Peristiwa perusakan dilatarbelakangi gejolak politik 1965. Kondisi masyarakat tidak stabil sehingga candi menjadi korban,” ujar Dwiki Andaru Kresna, salah seorang staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.

Dwiki menyebut, ketidakharmonisan antara para pemeluk agama di kawasan selatan Tulungagung menyebabkan penghancuran Candi Tuban. Menurut keterangan warga, tempat tersebut dianggap sebagai berhala sehingga harus dimusnahkan. Sedangkan Candi Mirigambar yang  letaknya hanya 500 meter ke selatan selamat dari pengrusakan. Seorang petinggi desa melarang aksi vandalisme di kawasan tersebut karena angker.

Disbudpar Tulungagung hingga kini belum menetapkan candi itu sebagai cagar budaya. Tak ada satupun bukti fisik membuat situs ini tak masuk kualifikasi. Minimnya penelitian turut mempersempit ruang kajian akademik. Dalam catatan sejarah, nama Candi Tuban barangkali akan tetap eksis, namun keberadaannya perlahan memudar dari ingatan masyarakat. (Rosyta Aprilia Damatari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #headline#SEJARAH
Previous Post

Mengungkap Fabel Kuno Abad ke-14 pada Relief Candi Surowono

Next Post

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Next Post
Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA