KERTAS gambar putih itu perlahan dipenuhi goresan. Ada yang melukis pemandangan, sketsa hitam-putih, hingga bentuk abstrak. Siswa kelas XII SMAN 1 Gurah, Kabupaten Kediri, menuangkan apa yang ada di kepala melalui gambar pada Kamis, 10 September 2026. Mereka bebas memilih warna dan bentuk untuk menyampaikan sesuatu yang mungkin sulit diungkapkan lewat kata-kata.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Express Your Mind: Art Therapy sebagai Media Mengenali Emosi dan Mengelola Stres dalam Menentukan Masa Depan. Di tengah persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan tekanan menentukan pilihan setelah lulus sekolah, para siswa mendapat kesempatan keluar sejenak dari rutinitas akademik.
Workshop tersebut terselenggara melalui kolaborasi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP) bersama SMAN 1 Gurah. Seni rupa digunakan sebagai media refleksi bagi siswa di tengah persiapan ujian dan proses menentukan pilihan masa depan.
“Gambar menjadi medium mengeksplorasi diri tanpa tuntutan menghasilkan karya yang sempurna,” kata Zunarto Syahrul Anam, Ketua PPG Studi BK Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi. Mereka adalah Guruh Sukma Hanggara, M.Pd., bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling; Alfi Adhimashuda, S.Sn., M.Hum.; serta Hendra Maysetyawan, S.Sn., yang memiliki latar belakang seni dan pengalaman sebagai seniman dalam berbagai kegiatan dan pameran.
Dalam penyampaian materi, siswa diajak lebih terbuka memandang proses berkarya. Pemilihan warna, misalnya, tidak menentukan kondisi emosional seseorang. Makna sebuah warna dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi pengalaman personal.
Sehingga, siswa dibebaskan memilih warna sesuai dengan apa yang ingin diekspresikan. Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak berfokus pada bagus atau tidaknya hasil karya, tapi pada proses siswa berkarya. Mereka dapat mencoba, mengeksplorasi warna dan bentuk, serta menemukan cara paling nyaman menuangkan perasaan ke dalam gambar.
Narasumber dan fasilitator memberikan pendampingan serta arahan sesuai kebutuhan siswa. Namun, siswa tetap menentukan sendiri apa yang ingin dibuat dan bagaimana mereka ingin mengekspresikannya.
Hery Wijanarko, Kepala SMAN 1 Gurah, turut mendukung kegiatan yang digelar PPG Bimbingan dan Konseling Universitas Nusantara PGRI Kediri tersebut. Melalui kegiatan art therapy, siswa diharapkan lebih mampu mengenali dan mengelola emosi sehingga tidak larut dalam kecemasan saat menghadapi rangkaian ujian akhir sekolah.
“Saya menyambut positif kegiatan ini. Dengan memahami emosi, seseorang bisa mempersiapkan masa depan yang diinginkan,” ujar Hery.
Selama acara, mereka antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Satu per satu kertas gambar mulai terisi. Ada yang memilih menggambarkan sesuatu yang dekat dengan keseharian, sementara lainnya membiarkan bentuk dan goresan berkembang tanpa pola tertentu.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas menggambar. Express Your Mind: Art Therapy menjadi salah satu layanan bimbingan dan konseling yang dikemas melalui kegiatan yang lebih dekat dengan dunia siswa. Kegiatan ini mempertemukan pendekatan seni dengan bidang bimbingan dan konseling dalam menghadapi tekanan akademik serta proses menentukan masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya lebih siap menghadapi tuntutan akademi. Tapi juga memiliki kesadaran untuk mengenali kondisi emosional, mengelola stres, dan melakukan refleksi.
Sebab, mempersiapkan masa depan bukan semata tentang pencapaian akademik. Ada proses mengenali diri, memahami kebutuhan, menentukan pilihan, dan menjaga keseimbangan di tengah berbagai tuntutan. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan Kedai Super Mario, UD Lancar Barokah, Sumber Barokah Pompa, Editin Studio, dan GND Garage. (Dimas Eka Wijaya)




