• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 24 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Rakyat Kediri Gotong Royong Benahi Penunjuk Makam Tan Malaka

31 May 2021
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
Rakyat Kediri Gotong Royong Benahi Penunjuk Makam Tan Malaka

PAPAN penunjuk jalan menuju makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, sudah mulai rusak. Tiang-tiang penyangga penunjuk arah yang terbuat dari bambu telah lapuk dimakan usia, bahkan nyaris roboh.

Kondisi memprihatinkan tersebut mendorong para aktivis yang tergabung dalam Komunitas Cangkir Nusantara melakukan aksi sosial. Infrastruktur penunjuk jalan ke pusara pendiri republik bernama asli Ibrahim Datuk Tan Malaka itu akan diperbaiki.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Badan Perfilman Indonesia dan Mimpi Lompatan Industri

Dari Workshop HAM, Kediri Mendambakan Perdamaian Dunia Persilatan

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya merawat jejak perjuangan Tan Malaka,” ujar Ari Hakim, Koordinator Cangkir Nusantara, Senin 5 Mei 2021.

Dia menambahkan, kegiatan merenovasi penunjuk jalan ke makam akan berlangsung pada Rabu, 2 Juni 2021 mendatang. Hari tersebut sengaja dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Tan Malaka pada 2 Juni 1897. Dengan adanya perbaikan tersebut, harapannya dapat memudahkan para peziarah berkunjung ke makam pahlawan kelahiran Suliki, Sumatera Barat itu.

Rencananya, papan bambu yang sudah hancur akan diganti besi. Di bagian kaki penunjuk arah itu juga akan dibuat dari beton cor sehingga lebih kokoh. Selain meremajakan penunjuk jalan, aksi sosial itu juga akan diwarnai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, doa bersama, penanaman pohon, dan diskusi tentang perjuangan Tan Malaka yang berakhir di lereng Gunung Wilis.

“Segala biaya operasional dari kegiatan ini berasal dari iuran berbagai komunitas,” kata Ari.

Sejumlah komunitas yang mendukung acara tersebut di antaranya, Kampung Inggris pare, Tim Bhinneka, Pemerhati Pahlawan, Tubing Serinjing, dan Kampung Madu. Selain itu ada pula dukungan dari beragam kantong maupun individu serta warga Desa Selopanggung.

Selama ini, masyarakat Selopanggung dikenal sangat peduli untuk merawat kawasan Makam Tan Malaka. Pada tahun 2018, warga yang dibantu Pemerintah Desa Selopanggung secara swadaya membeton jalan utama makam. Lintasan menurun yang dulunya pematang sawah terasering itu perlu dibenahi. Sebab, saat musim hujan tiba jalan amat licin dan becek, sehingga bisa membahayakan pengunjung.

Menurut Ari, upaya melibatkan warga sekitar dalam kegiatan tersebut amat penting. Hal itu merupakan langkah strategis untuk bersama-sama merawat jejak perjuangan pendiri republik. Di mana semasa hidup Tan Malaka menempuh perjalanan sepanjang 89 ribu kilometer hingga pada akhirnya perjuangan itu berhenti di Kediri. Dia ditembak mati pada 19 Februari 1949. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline#komunitas
Previous Post

Kediripedia Terpilih Menjadi Salah Satu dari Lima Media Warga Terbaik

Next Post

Totok Kerot Diduga Megaproyek Candi Kerajaan Kediri yang Gagal

Next Post
Totok Kerot Diduga Megaproyek Candi Kerajaan Kediri yang Gagal

Totok Kerot Diduga Megaproyek Candi Kerajaan Kediri yang Gagal

Bahasa Indonesia Wajib Dijaga Kemurniannya

Bahasa Indonesia Wajib Dijaga Kemurniannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA