JALAN Dhoho Kota Kediri dipenuhi lampu warna-warni pada perayaan Apeksi Nite Carnival pada Kamis malam, 17 Juli 2025. Sepanjang acara, ribuan masyarakat berdesak-desakan di trotoar jalan. Sorak sorai penonton seketika pecah, ketika kontingen PT Gudang Garam Tbk menampilkan koreografi Ande-Ande Lumut dari warisan besar Cerita Panji.
Pagelaran budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri, serta menyambut Muskomwil IV ke-13 APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Selain Gudang Garam, karnaval budaya diisi penampilan delegasi 13 kota anggota Komwil IV serta jajaran OPD Pemerintah Kota Kediri.
“Dukungan terhadap Apeksi Night Carnival adalah komitmen Gudang Garam melestarikan budaya lokal, memperkuat identitas daerah, serta mengangkat potensi Kediri di mata nasional dan internasional,” tulis siaran pers yang diterima Kediripedia.com melalui Kabid Humas PT. Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono.
Parade kontingen Gudang Garam dipimpin oleh dua orang berkostum Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji. Mereka saling mencari dalam penyamaran, melewati ujian, dan akhirnya dipersatukan oleh cinta sejati. Kisah itu bermakna keteguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itu menjadi fondasi dari perjalanan panjang Gudang Garam.
Kisah ini bukan hanya romansa, tapi juga perwujudan “Surya”, yang dalam filsafat Jawa disebut Dahana yaitu api yang menyala. Hal inilah yang tercermin dalam slogan Gudang Garam: “Kita Adalah Surya”. Sebuah semangat yang terus menyala, membara di tengah tantangan, dan menjadi sumber inspirasi untuk terus melangkah maju bersama masyarakat Kediri dan Indonesia.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin meninjau langsung kesiapan kota untuk menyambut rangkaian acara APEKSI — mulai dari Bandara Dhoho, Taman Brantas, hingga jalur utama karnaval budaya. Dalam semangat yang sama, PT Gudang Garam mendukung penuh sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menyukseskan agenda nasional ini.
Apeksi Night Carnival yang diwarnai tari kolosal Romansa Sekartaji, karnaval budaya, dan partisipasi seluruh delegasi Komwil IV APEKSI, bukan hanya sekadar perayaan hari jadi. Ia adalah panggung di mana Kediri menyuarakan identitasnya sebagai daerah yang kaya sejarah, budaya, dengan semangat yang menyala. (Kholisul Fatikhin)






