TIGA kepala ayam busuk teronggok di dalam kantong plastik persis di depan pintu kantor redaksi Floresa.co, Jumat siang, 5 Juni 2026. Beberapa jam sebelumnya, lantai kafe yang berada tepat di sebelah ruang kerja para jurnalis itu sudah lebih dulu dikotori oleh pecahan lima butir telur ayam.
Teror terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia. Teras.id bersama 29 media mitra di berbagai daerah mengecam keras teror dan intimidasi terhadap Floresa. Media independen asal Flores ini adalah bagian dari ekosistem jurnalisme lokal Teras.id.
Hingga saat ini, pelaku di balik pelemparan telur dan kepala ayam busuk itu memang belum teridentifikasi karena tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di lokasi. Teror tersebut memperpanjang deretan tekanan yang belakangan dialami awak redaksi Floresa.co.
Sebulan sebelum kepala ayam itu mendarat, tepatnya pada 13 Mei 2026, seorang editor Floresa menerima pesan ancaman. Sang pengirim mengaku sebagai anggota Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Untuk menunjukkan taringnya, dia menyertakan data pribadi sang editor, lengkap dengan alamat rumahnya.
Floresa dituntut menghapus tiga konten media sosial yang mengulas film Pesta Babi. Melalui pesan teks, oknum tersebut berdalih bahwa konten tersebut berpotensi memicu kegaduhan nasional.
“Apabila dalam jangka waktu dekat konten yang dimaksud belum terhapus, maka proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya sesuai ketentuan upaya penanganan mitigasi nasional yang diperlukan,” tulisnya.
Selama ini, Floresa.co dikenal sebagai salah satu pers mahasiswa atau media lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang paling vokal, kritis, dan konsisten mengawal isu-isu publik. Tindakan menghalang-halangi kerja jurnalistik ini merupakan pelanggaran hukum yang serius. Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas mengancam para pelaku pembungkaman pers dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.
“Teror terhadap redaksi Floresa.co tersebut mengancam fungsi pers sebagai alat kontrol dan mengawasi kekuasaan. Lebih jauh, perbuatan tersebut bisa memberangus kepentingan dan hak masyarakat untuk memperoleh berita dan informasi yang berkualitas,” kata Agung Sedayu, salah satu pengelola Teras.id.
Teras.id adalah ekosistem jurnalisme lokal yang memiliki visi memperkuat fondasi jurnalisme lokal yang independen dan berkualitas, serta memastikan akses yang lebih luas bagi publik. Saat ini Teras.id bermitra dengan 30 media lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yaitu: Analisa Daily, Bandung Bergerak, Berita Bali, Beselang, Bincang Perempuan, Bollo, Deduktif, Ekora NTT, Floresa, Harapan Rakyat, Harian Kepri, Ini Borneo, Jubi, Kalesang, Kaltim Kece, Kediripedia, Koreksi, Langgam, Ngopi Bareng, NTB Satu, Riau Terkini, Sagoe TV, Serat, Solider, Suara Papua, Sukabumi Update, Sultra Kini, Times Indonesia, Tita Story, dan Zona Utara. (Kholisul Fatikhin)




