• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Halaman Sekretariat AJI Kediri Milik Publik

28 Mar 2018
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
0

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri mendedikasikan halaman kantornya menjadi ruang publik. Para pegiat komunitas, mahasiswa, akademisi, dan aktivis seni dan budaya dapat menggunakan tempat tersebut sebagai ruang kegiatan positif dan kreatif.

Markas AJI Kediri terletak di Jalan Adi Sucipto 15B, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Di sekretariat yang sederhana tersebut para jurnalis kerap singgah. Pada suatu kesempatan diskusi, mereka sepakat bahwa AJI Kediri harus bisa memberi manfaat bagi warga Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja untuk menggunakan kantor AJI sebagai tempat diskusi,” kata Aguk Fauzul, ketua AJI Kediri pada sambutannya di acara diskusi bertajuk Jangan Ngawur di Medsos, Selasa, 20 Maret 2018.

Acara yang digelar di halaman sekretariat AJI Kediri itu membahas seputar fenomena di dunia maya.  Dihadiri ratusan peserta, kantor AJI penuh sesak hingga meluber ke jalanan. Di antaranya, organisasi mahasiswa, pegiat seni dan budaya, pers mahasiswa, admin media sosial populer, dan berbagai elemen pemuda lainnya.

Diskusi publik dengan tema Jangan Ngawur di Medsos. (Foto: Fatikhin)

Tema Jangan Ngawur di Medsos tersebut diulas mendalam oleh Ika Ningtyas dari AJI Indonesia dan AKBP Anthon Haryadi, Kapolresta Kediri.  Saat ini, di mana segala sesuatu menjadi serba digital, sebaran informasi semakin hari kian lewah. Derasnya arus informasi tak jarang menimbulkan ekses negatif, sehingga perlu disikapi secara bijak. Salah satu persoalan yang masih menggeliat adalah tentang hoax atau berita palsu.

Ika Ningtyas menjelaskan, statistik pengguna internet di Indonesia menunjukkan angka yang cukup besar. Dari 262 juta masyarakat Indonesia, 54% di antaranya sudah melek akan penggunaan internet. Dalam diskusi tersebut Ika menerangkan, sebaran berita hoax ada indikasi diproduksi secara sistematis dan terorganisir.

“Sekarang ini kita dihadapkan pada konspirasi digital,” kata Ika, pengurus AJI Indonesia Koordinator Wilayah III Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekadar menjadi pandangan solutif, Ika berpendapat tentang perlunya penguatan di ranah literasi, utamanya pada minat baca.

Sementara itu, AKBP Anthon Haryadi membahas tentang perilaku di dunia maya dari sudut pandang penegakan hukum. Salah satunya penanganan kasus hukum pada cyber crime lewat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan diskusi publik yang diselenggarakan oleh AJI Kediri masih satu rangkaian dengan aksi mural pada bulan November 2017. Pada kesempatan itu, para seniman mural menggambar dinding-dinding di halaman sekretariat AJI Kediri dengan berbagai muatan pesan anti-hoax. Gambar-gambar mural diharapkan dapat membikin nyaman pegiat komunitas, atau siapa saja yang ingin memanfaatkan halaman kantor AJI Kediri sebagai tempat diskusi.

“Tentu kita siap merawat mural tersebut karena AJI Kediri adalah milik kita bersama,” kata Dodoth Widodo F. Putra, seniman mural Kediri. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline
Previous Post

Kisah Hidup Tan Malaka di Belanda Difilmkan

Next Post

Film Asimetris Diputar di Bawah Rumpun Bambu

Next Post

Film Asimetris Diputar di Bawah Rumpun Bambu

Kediri Scooter Festival #3 Digelar Awal Agustus 2018

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA