• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 1 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home BISNIS

Toko Kelontong Buka 24 Jam Mulai Merangsek ke Kediri

27 Jul 2023
in BISNIS
Reading Time: 3 mins read
Toko Kelontong Buka 24 Jam Mulai Merangsek ke Kediri

Pemilik toko kelontong buka 24 jam di depan Pasar Bandar Kota Kediri. (Foto: Yusro)

LELAKI berkopiah hitam itu beberapa kali tampak menguap. Kelopak matanya juga sayu akibat menahan kantuk. Namun, dalam sekejap raut wajahnya kembali segar ketika ada pembeli datang.

Lutfi, penjaga toko kelontong di dekat kampus IAIN Kediri ini belum tidur semalaman. Pria kelahiran Kabupaten Sumenep, Madura itu rela mengurangi waktu tidur karena kiosnya buka 24 jam. Bahkan, toko yang beroperasi sejak setahun lalu ini belum pernah tutup. Meskipun saat hari raya Idulfitri maupun Iduladha, toko tetap buka.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

“Hari raya kurban kemarin saya pulang ke Sumenep, ada karyawan yang menggantikan jaga,” kata Lutfi, Rabu, 26 Juli 2023.

Lelaki 39 tahun itu menjelaskan, buka 24 jam menjadi keunggulan kios kelontong miliknya. Sedangkan barang-barang yang dijual sama dengan produk umum yang ada di toko dan minimarket. Di antaranya sembako, minuman, snack, es krim, galon, elpiji, rokok, hingga perlengkapan MCK.

Kebutuhan sehari-hari yang biasa dibeli di Indomaret dan Alfamart, tersedia juga di toko kelontong milik Lutfi. Kebanyakan pelanggan adalah mahasiswa IAIN Kediri yang kos di dekat kampus. Jika saat tengah malam mereka kehabisan gula, kopi, minyak, beras, dan telur, kios Lutfi adalah solusinya.

“Tidak  ada niat menyaingi Indomaret atau Alfa, kami hanya melayani kebutuhan masyarakat 24  jam, dengan harga lebih murah,” kata Lutfi.

Dia menambahkan, walaupun malam tetap buka, harga barang sama dengan siang hari. Saat tengah malam barang yang paling banyak dicari yaitu rokok. Dari kecenderungan itu, Lutfi menyediakan sedikitnya 50 lebih merek rokok.  

Menurutnya, membuka toko di malam hari perlu kewaspadaan ekstra. Ketika didera rasa kantuk, aksi pencurian bisa saja terjadi. Demi keamanan, warung dipasang CCTV.

Barang yang dijual di antaranya sembako, minuman, snack, es krim, galon, elpiji, rokok, hingga perlengkapan MCK. (Foto: Yusro)

Lutfi bukan satu-satunya pengusaha toko kelontong asal Madura di kawasan Kediri. Misalnya Suhar, pria yang juga berasal dari Sumenep ini berbisnis warung kelontong di depan Pasar Bandar, Kota Kediri. Warung kelontong miliknya baru buka sekitar 7 bulan yang lalu.

“Berbisnis toko kelontong itu yang paling penting jangan sampai kehabisan stok,” kata Suhar.

Sebelum memutuskan ke Kediri, dia mengelola 3 toko di Jakarta. Kios-kios itu kini diserahkan ke anaknya. Dia memilih Pasar Bandar karena lokasinya strategis. Di pagi hari biasanya banyak pengunjung yang membeli sembako, sedangkan malam barang yang dicari yaitu bensin dan rokok.

Menurut Suhar, pengusaha asal Madura tidak hanya berbisnis sate ayam, cukur rambut, dan besi tua. Sebab, merintis usaha toko kelontong juga menjanjikan. Dalam sebulan, omzet yang diperoleh rata-rata 9-10 juta rupiah.

Selain Lutfi dan Suhar masih banyak lagi pengusaha asal Pulau Garam yang memilih merantau ke Kediri. Jika dihitung, mungkin jumlahnya mencapai puluhan. Mereka tersebar di permukiman, pasar, area kampus, dan kawasan di sekitar pondok pesantren. Konsepnya juga serupa, barang yang dijual lengkap, serta buka 24 jam. (Kholisul Fatikhin, Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #Bisnis#headline
Previous Post

Scooterist Pengunjung KSF 6 Dilarang Merokok di Ruang Display dan Kontes

Next Post

Mahasiswa Kediri Menjadi Finalis Duta Maritim Indonesia

Next Post
Mahasiswa Kediri Menjadi Finalis Duta Maritim Indonesia

Mahasiswa Kediri Menjadi Finalis Duta Maritim Indonesia

Bersekolah di Dekat Besi-besi Tua Bersejarah

Bersekolah di Dekat Besi-besi Tua Bersejarah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA