• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 2 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Catatan Hati Santri Lirboyo dari Tanah Suci (3)

07 Feb 2016
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
Catatan Hati Santri Lirboyo dari Tanah Suci (3)

oleh Muchammad Nabil Haroen

Labbayka allahumma labbayka, labbayka laa syariiika laka labbayka, innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariika laka.
“Aku memenuhi panggilanMu ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni’mat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu.”

Jelajahi pustaka Kediripedia

Jangan Sebar Berita Bunuh Diri di Medsos

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

Lantunan talbiyah ini terus bergema dan keluar dari lisan kami setelah kami berniat ihram dari miqat kami di Bir Ali. Selama perjalanan meninggalkan Madinah hingga Bir Ali, rasanya berat hati ini berpisah dengan Madinah. Namun memenuhi panggilan Allah dan berharap ridlaNya lah yang membuat kami selalu kuat.

Talbiyah kami adalah syiar tauhid, hal yang paling dicintai oleh-Nya, mengakui bahwa nikmat dan kekuasaan adalah milikNya semata, mendekatkan kami kepada-Nya. Sebagaimana Rasulullah sabdakan, tatkala kami bertalbiyah, maka bebatuan, pepohonan dan makhluk bernyawa, hingga berbagai belahan bumi pun ikut bertalbiyah. Merinding seluruh badan kami tatkala semakin dalam kami bertalbiyah. Masya Allah, subhanallaah!

Kain ihram yang menempel di badan kami adalah tanda bahwa kelak, hanya inilah yang akan kami bawa menghadapNya. Harta dan tahta tidak akan menemani kami, kecuali hanya kain putih dan amal kami selama di dunia. Semua manusia di hadapanNya sama, hanya amal dan ketakwaan yang membedakannya. “Inna akramakum ‘indalLaahi atqaakum.” Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang paling bertakwa di antara kalian. (QS. Al Hujurat: 13)

kediripedia masjidil haramPerjalanan kami terus berlalu hingga kami pun masuk Tanah Haram, Makkah Al Mukarramah, hingga masuk di Masjidil Haram. Mulut kami seakan terkunci kecuali berucap syukur dapat kembali menyaksikan Ka’bah, kiblat kami dalam salat. Jika selama ini Ka’bah ada dalam bayang dan angan, kini benar-benar ada di depan mata kami. Sungguh nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi kami.

Langkah kami berlanjut untuk menjalankan ibadah tawaf, memutari Ka’bah tujuh kali putaran, “menjaga rotasi dari peredaran bumi”. Kami hanya mampu berucap syukur, berserah diri, dan memuji Rasulullah. Dalam setiap putaran kami, rasanya ingin sekali segera menghadapNya, tiada lain karena kami tak “memliki” apa-apa lagi kecuali cinta setelah cinta, cinta kepada-Nya.

Setelah selesai tawaf, sai, menjadi ritual yang kami jalani. Berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwa selama tuju kali pula. Kami pun merasakan lagi betapa cinta kepadaNya adalah sebenar-benarnya cinta, cinta yang hakiki. Ibadah sa’i ini mengajarkan kami bagaimana berjuang memertahankan hidup. Bahwa tantangan dalam kehidupan adalah keniscayaan. Yang kami jalankan saat sa’i tentu tidak sebanding dengan apa yang dulu Sayyidatina Hajar alami bersama Nabiyyuna Ismail. Air Zam Zam yang kami nikmati saat ini adalah rahmat yang tiada pernah berkurang sama sekali.

Melalui ibadah ini kami terus belajar arti kegigihan, optimisme, istiqamah, disiplin, dan keikhlasan. Dari sini pulalah kami harus jauh-jauh membuang sifat takabbur, sombong, hasud, dengki, dan segala sifat buruk yang melekat pada kami. Allah berjanji bahwa dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan, inilah yang menguatkan dan memberi pelajaran berharga bagi kami. Hingga akhirnya ibadah umrah kami selesaikan dan kami akhiri dengan memotong sebagian rambut kami (tahallul). Kami pun segera beristirahat dan kembali menyiapkan stamina kami untuk kembali menjemput ibadah-ibadah kami berikutnya.

kediripedia catatan hati santriKeesokan harinya kami pun segera menjalani aktifitas kami. Mencari pahala 100.000 kali lipat tatkala kami salat berjamaah di Masjidil Haram dan merenungi segala amal perbuatan kami di tempat ini. Wasysyukrulillah, kami juga dapat kembali menjalankan tawaf Sunnah, berdoa di maqam Ibrahim, dan Hijr Ismail. Dan yang membuat kami kembali menitikkan air mata adalah ketika karunia Allah atas kami dapat mencium kembali Hajar Aswad. Alhamdulillah kami dipermudah, dan dapat memanjatkan doa di Multazam. SubhanalLaah, tak henti-hentinya kami bersyukur kepadaMu Yaa Allah!

Kami juga berziarah ke tempat-tempat bersejarah dan penuh berkah di kota ini. Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Muzdalifah, Mina, hingga Arafah adalah napak tilas ibadah kami dan mengagungkan kebesaranNya.

Hingga tak terasa, jari-jari ini harus terhenti karena kumandang adzan memanggil kami. Shalat Jumat di Masjidil Haram. SubhanalLaah wal hamdu lilLaah wa laa ilaaha illalLaah walLaahu akbar! (bersambung)

Tags: #lirboyo#santri#UMROHpesantren
Previous Post

Catatan Hati Santri Lirboyo dari Tanah Suci (2)

Next Post

Teladan dari Kampung Organik Babadan

Next Post
Teladan dari Kampung Organik Babadan

Teladan dari Kampung Organik Babadan

16 Ribu Bibit Bambu untuk Konservasi Air

16 Ribu Bibit Bambu untuk Konservasi Air

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA