• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 1 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Aplikasi Digital Menyempurnakan Kinerja Gudang Garam

26 Jun 2019
in SURYAPEDIA
Reading Time: 2 mins read
Aplikasi Digital Menyempurnakan Kinerja Gudang Garam

MEMASUKI era modernisasi, kecanggihan teknologi banyak dimanfaatkan untuk mendorong sektor industri. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PT Gudang Garam Tbk,. Di usianya yang ke-61, perusahaan rokok yang bermarkas di Kediri itu menerapkan aplikasi digital guna meningkatkan performa kerja dan perputaran produksi.

Kehadiran software digital membantu efektivitas perusahaan dan menggantikan peran karyawan di bidang pemasaran. Paparan tersebut disampaikan oleh jajaran direksi Gudang Garam saat menggelar press confrence Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kilisuci Ballroom, Hotel Grand Surya Kediri, pada Rabu 26 Juni 2019.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

Dalam forum itu, direksi juga menyampaikan jika jumlah karyawan GG mengalami penurunan. Menurut laporan hasil RUPS, pada tahun 2017 terdapat sekitar 35 ribu karyawan, sementara di tahun 2018 jumlah pekerja berkurang menjadi 32 ribu.

“Menurunnya jumlah pekerja, didominasi oleh karyawan yang sudah memasuki fase pensiun,” kata Heru Budiman, salah seorang direksi GG. Sementara untuk pekerja di bidang salesman yang kini perannya digantikan oleh aplikasi, jumlahnya tak terlalu signifikan.

Selain Heru Budiman, jumpa pers itu dihadiri tiga direktur lainnya. Mereka adalah Herry Susianto, Istata Taswin Siddharta, dan Slamet Budiono. Secara bergantian, mereka menguraikan beberapa hal terkait jalannya perusahaan. Misalnya soal besaran komoditas, kondisi industri rokok, dan perkembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan bandara.

Dari rapat tersebut diputuskan pula bahwa sebaran dividen PT Gudang Garam pada tahun buku 2018, mencapai  Rp 5.002.628.800.000 atau Rp 2.600 per lembar saham. Angka dividen didapat dari akumulasi perputaran produksi perusahan selama satu tahun, terhitung mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018. Capaian pembagian laba itu tidak bergerak signifikan, bahkan hampir sama jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yakni pada 2016 dan 2017.

 “Meskipun angkanya cenderung tidak berubah, bisa mempertahankan capaian sudah merupakan hasil positif. Sebab, di tahun 2015 dan beberapa tahun sebelumnya industri rokok mengalami penurunan,” kata Heru Budiman.

Sejak didirikan oleh Surya Wonowidjojo pada 26 Juni 1958 di Kota Kediri, Jawa Timur, Gudang Garam telah banyak mengalami perkembangan. Sehingga, dikenal sebagai penghasil rokok kretek berkualitas dari beragam varian. Antara lain sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM). Eksistensinya selama 61 tahun, telah melekat di benak warga Kediri dan menjadi sandaran ekonomi masyarakat hingga kini. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline
Previous Post

Dua Abad Perayaan Lebaran Ketupat di Durenan Trenggalek

Next Post

Pengrajin Kelambu Kediri Tetap Bertahan Selama Setengah Abad

Next Post
Pengrajin Kelambu Kediri Tetap Bertahan Selama Setengah Abad

Pengrajin Kelambu Kediri Tetap Bertahan Selama Setengah Abad

Mengendus dan Mengimajinasi Potensi Wisata Kota Kediri

Mengendus dan Mengimajinasi Potensi Wisata Kota Kediri

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA