• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Tujuh Ribu Pesepeda Tua Menjelajah Desa-desa di Kediri

12 Dec 2023
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
Tujuh Ribu Pesepeda Tua Menjelajah Desa-desa di Kediri

Peserta acara Ngothel Berbudaya memasuki jalan-jalan pedesaan Kediri Selatan. (Foto: Yusro)

JALUR pedesaan di Kecamatan Kandat dan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, mendadak ramai pada Minggu, 10 Desember 2023. Sedikitnya tujuh ribu pengendara sepeda tua hampir seharian melintas di kawasan Kediri Selatan itu. Pawai para onthelis ini berhasil menghibur warga sekitar lewat berbagai kostum yang dikenakan. Ada yang berbusana batik, tokoh wayang, pejuang kemerdekaan, hingga pahlawan power rangers.

Acara bertajuk “Ngonthel Berbudaya” ini diikuti pecinta sepeda antik dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Gresik, Malang, Jombang, Jember, Tulungagung, hingga luar Pulau Jawa seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Mereka menjelajah desa-desa itu di jalur sepanjang 18 kilometer. Sedangkan start dan finish berada di Lapangan Desa Sumberjo, Kandat, Kabupaten Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

Pawai onthelis itu merupakan acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Paguyuban Prasodjo dan pengukuhan pengurus Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kediri periode 2023-2027. Peserta dengan kostum paling menarik akan mendapat hadiah, dengan kategori perorangan dan beregu.

“Konsep perlombaan kostum digelar agar acara semakin meriah. Kami menilainya dari kekompakan, keunikan, dan jenis sepeda,” kata Budi Setyo Purnomo, Ketua Panitia dan Humas KOSTI Kediri.

Kegiatan yang digelar Sabtu dan Minggu, 9-10 Desember juga diwarnai berbagai agenda lain. Di antaranya, Kenduri Onthel, konser dangdut, dan pengajian Gus Iqdam. Ada pula lapak klithikan yang menjual berbagai printilan, lampu, sadel, hingga unit sepeda klasik.

Salah seorang peserta mengenakan kostum wayang. (Foto: Yusro)

“Acara ini juga sebagai momen mengenang masa lalu. Terlebih, Kabupaten Kediri memiliki potensi wisata yang beragam. Mulai dari budaya dan seni,” kata Adi Suwignyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Selain karena hobi yang sama, peserta datang ke Kediri untuk mempererat tali silaturahmi. Hal itu selaras dengan slogan KOSTI yaitu “Satu Sepeda Sejuta Saudara”. Kebanyakan dari mereka datang bersama rombongan. Sepeda tua dinaikkan ke truk dan mobil. Tapi, ada pula yang gowes hingga ke lokasi acara.

“Kami berusaha hadir walau hanya 9 orang, biasanya lebih banyak,” kata Suardi, pesepeda tua asal Gresik.

Pria yang tergabung di Paguyuban Sepeda Kebo Gresik (Pasekgres) itu membawa pit berjenis humber, simlex, hartog, dan philips. Saat pawai, Suardi memakai kostum bertema batik dengan motif bunga.

Menurutnya, konsep pawai sepeda sangat menarik. Dia berharap acara dengan konsep semacam ini bisa lebih sering digelar. Selain bisa berkeliling melewati area persawahan, juga dapat berinteraksi, serta menghibur warga sekitar. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#sepeda
Previous Post

Jika Ular Masuk Rumah, Hubungi Banser

Next Post

Ketua LSF Nahkodai Ikatan Jurnalis Indonesia

Next Post
Ketua LSF Nahkodai Ikatan Jurnalis Indonesia

Ketua LSF Nahkodai Ikatan Jurnalis Indonesia

Jejak Orang Armenia di Gereja Merah Kediri

Jejak Orang Armenia di Gereja Merah Kediri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA