• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 17 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home EDUKASI

Merawat Keberagaman Agama Lewat Tabuhan Gamelan

24 Dec 2024
in EDUKASI
Reading Time: 2 mins read
Merawat Keberagaman Agama Lewat Tabuhan Gamelan

Bertempat di Sanggar Pura Dewi Ratih, mereka rutin berlatih musik tradisional itu sebagai sarana mempererat persatuan antarwarga. (Foto: Sunarno)

SUMBERJO, dusun yang terletak di Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri ini dijuluki Kampung Pancasila. Pemeluk agama Islam, Hindu, Kristen dan Katholik hidup berdampingan, serta saling menjaga toleransi. Kerukunan umat beragama itu semakin menguat lewat karawitan.

Kegiatan menabuh gamelan menjadi jembatan toleransi masyarakat Sumberjo. Semua warga, dapat memainkan gamelan, tanpa memandang agama. Bertempat di Sanggar Pura Dewi Ratih, mereka rutin berlatih musik tradisional itu sebagai sarana mempererat persatuan antarwarga.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Wamen Komdigi dan Tokoh Bangsa Mengkaji Gelap Terang Indonesia di Reuni Aktivis Pers Mahasiswa

“Para pemain gamelan itu berasal dari berbagai agama,” kata Lukito, pengurus Sanggar dan Pamong Kesenian Dusun Sumberjo, Sabtu, 21 Desember 2024.

Menurutnya, suara gamelan yang mengalun di Sanggar Pura Dewi Ratih mencerminkan keharmonisan. Setiap denting nada-nada pelog dan slendro yang dimainkan adalah simbol kebersamaan.

Semangat persatuan warga Sumberjo menginspirasi sejumlah mahasiswa Program Studi Psikologi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Mereka mengadakan Kuliah Lapangan Kelas Psikologi Perdamaian di Dusun Sumberjo. Mengangkat tema “Gamelan Sebagai Bina Damai Lintas Agama” tujuan kuliah lapangan ini agar mahasiswa dapat belajar langsung dari masyarakat.

“Mahasiswa akan menggali informasi tentang warga, sehingga mereka bisa memahami keberagaman. Para akademisi ini harus rendah hati mau belajar kepada masyarakat secara langsung,” kata Sunarno, Dosen Pengampu mata kuliah Psikologi Perdamaian.

Dia menjelaskan, gamelan adalah produk kebudayaan Jawa yang sudah teruji sejak ribuan tahun lalu. Sejak 15 Desember 2021, gamelan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Selain itu, gamelan bagi warga Dusun Sumberjo dijadikan sebagai salah satu sarana pertemuan lintas agama.

Kuliah Lapangan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. (Foto: Sunarno)

Toleransi umat beragama Dusun Sumberjo itu sudah berjalan puluhan tahun. Saat perayaan hari besar agama, semua warga turut meramaikan serta membantu mengondisikan acara perayaan.

Misalnya ketika umat Islam merayakan idul fitri, warga dari agama lain turut membantu persiapan dan merayakan bersama. Begitu pula saat umat Hindu merayakan Nyepi atau umat Kristen dan Katolik merayakan Natal, warga lainnya ikut berbagi kebahagiaan dan menjaga suasana damai.

Spirit persatuan Dusun Sumberjo bahkan menjadi percontohan bagi kawasan lain di Kabupaten Kediri. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan halangan untuk menjaga keharmonisan. Kesenian gamelan turut menebalkan kehangatan warga serta mempererat persaudaraan antar umat beragama. (Ayu Candra Dewi, Mahasiswi Psikologi Islam IAIN Kediri)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Perjalanan Program EMAS, Belajar Bahasa Inggris Gratis yang Meraih Rekor MURI

Next Post

Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Kota Kediri Menerima Beasiswa Pendidikan

Next Post
Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Kota Kediri Menerima Beasiswa Pendidikan

Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Kota Kediri Menerima Beasiswa Pendidikan

8.335 Warga Kota Kediri Menerima Bantuan Sosial

Daging yang Dijual di Seluruh Pasar Kota Kediri Aman Dikonsumsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA