• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Monday, 19 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Filmmaker Kediri Tetap Berkarya dengan Ekstra Hati-hati

02 Apr 2020
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
0

(Keterangan foto: Aktivitas anggota Sinema Kadirian sebelum wabah corona)

BEKERJA dari rumah (Work from Home) dan menjaga kontak fisik (Physical Distancing), menjadi hal penting agar kita terhindar dari penularan virus corona. Meski habit baru ini membuat beberapa pekerjaan terpaksa ditunda, bukan berarti seseorang berhenti berkarya. 

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

Situasi itu dialami sineas-sineas muda Kediri yang tergabung dalam Sinema Kadirian. Komunitas yang setahun belakangan mewarnai literasi sinema di Kediri ini, harus menunda berbagai kegiatannya. Mulai dari pertemuan rutin, produksi hingga screening film.

“Untuk sementara, diskusi anggota Sinema Kadirian dilakukan via grup WhatsApp,” kata Muhammad Reno, ketua Sinema Kadirian, pada Kamis, 2 April 2020. Menurutnya, wabah corona ini memaksa para anggota Sinema Kadirian untuk ektra hati-hati. Namun, tetap berupaya menghasilkan karya.

Mahasiswa Akademi Yogyakarta ini menerangkan, Sinema Kadirian beranggotakan 16 orang. Mayoritas pengikutnya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain rutin mengadakan pemutaran dan diskusi, mereka aktif menyelenggarakan workshop serta mentoring pembuatan film bagi pelajar.

Film “Nyikep” karya Sinema Kadirian menyabet juara 3, dalam Short Movie Competition yang diselenggarakan Dikominfo Kota Kediri. (Foto: Reno)

Komunitas yang berdiri pada 23 April 2019 itu telah melahirkan sebuah karya film pendek. Film berjudul “Nyikep” tersebut berhasil menyabet juara 3 di Short Movie Competition, yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri.

“Rencananya, tahun ini kami akan memproduksi film lagi,” kata Reno.

Selama masa physical distancing ini, tidak membuat kegiatan para anggota Sinema Kadirian jadi mandek. Mereka tetap menjalin komunikasi untuk persiapan pra produksi. Utamanya, pekerjaan yang bisa dilakukan secara online. Seperti pengembangan ide cerita, diskusi menentukan genre dan format film, serta penulisan skenario.

Cuplikan film “Nyikep”, karya Sinema Kadirian.

Selain produksi film, Sinema Kadirian sedang merencanakan menggelar Brantas Film Screening (BRAFIS). Acara ini akan digelar di awal tahun 2021. Ajang apresiasi film tersebut pertama kali diadakan pada awal Maret lalu, di Kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri. Selama sehari penuh, BRAFIS 2020 menampilkan sepuluh film terbaik, dari tiga puluh karya asli sineas Kediri.

“Semoga BRAFIS 2021 bisa terlaksana, karena tiap tahun banyak film produksi filmmaker Kediri,” kata Danu Sukendro, pembina Sinema Kadirian.

Danu mengaku, wabah Covid-19 yang saat ini mendera Indonesia, mengubah sebagian besar aktivitas Sinema Kadirian. Namun menurutnya, pelaku di bidang kreatif harus mampu bekerja cerdas dalam ruang gerak yang terbatas. (Naim Ali)

Tags: #headline
Previous Post

Universitas Jember Berikan Bantuan Pulsa ke Mahasiswa di Masa Isolasi

Next Post

Jadikan Bonsai Sebagai Teman Bekerja di Rumah

Next Post
Jadikan Bonsai Sebagai Teman Bekerja di Rumah

Jadikan Bonsai Sebagai Teman Bekerja di Rumah

Gudang Garam Donasikan Ambulans untuk Pasien Corona

Gudang Garam Donasikan Ambulans untuk Pasien Corona

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA