LEBIH dari seratus guru berseragam hitam putih berbaris di lapangan Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Kediri. Mereka tengah mengikuti Upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-79 pada hari Jumat, 3 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan momentum memperingati berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Usai Upacara berlangsung, piagam penghargaan diserahkan kepada lembaga, guru, dan tenaga pendidik yang berprestasi. Penerima apresiasi itu diantaranya, MTsN 1 Kota Kediri meraih Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2024, dan SMPN 4 Kota Kediri sebagai juara I Sekolah Moderasi Beragama Tahun 2024.
“Alhamdulillah banyak yang meraih prestasi. Bahkan dari MAN dan MTs juga banyak. Berarti anak-anak ini memiliki daya saing yang bagus,” kata Zanariah, Penjabat Wali Kota Kediri.
Selain itu, PJ Wali Kota Kediri menilai kehidupan bermasyarakat Kota Kediri memiliki toleransi yang sangat tinggi. Dia melihat para warga guyub rukun.
Di kawasan kota yang terbelah Sungai Brantas ini, masyarakat diajari toleransi sejak usia remaja. Pemupukan tenggang rasa ini dilakukan dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Perkumpulan ini tak hanya diikuti oleh orang dewasa melainkan para anak muda juga bergabung dalam FKUB Remaja.
Di Hari Amal Bakti ini, Zanariah juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Kediri dengan Kemenag. Acaranya berjalan dengan baik. Dia juga berharap kebaikan ini terus berlanjut dan meningkat.
“Alhamdulillah selama ini sudah baik dan harus lebih baik lagi ke depannya. Kita harus saling dukung untuk kemaslahatan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Pada upacara Hari Amal Bhakti ini, Kepala Kantor Kemenag Zamroni bertugas sebagai Inspektur Upacara. Sementara, seluruh guru, tenaga pendidik, dan siswa di bawah Kemenag Kota Kediri menjadi peserta.
Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan, Kepala Bagian Kesra Ahmad Jainudin, Kepala Sekolah MAN 2 Nur Salim, FKUB, jajaran Pejabat Kemenag, dan tamu undangan lainnya. (Dimas Eka WIjaya)






