• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Monday, 12 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Jamaah Gus Lik Menggelar Festival Al-Banjari

06 Jan 2020
in SURYAPEDIA
Reading Time: 3 mins read
0
Jamaah Gus Lik Menggelar Festival Al-Banjari

HADRAH Al-Banjari masih jadi salah satu seni musik islami yang banyak diminati kalangan santri masa kini, utamanya para muda-mudi. Karena kesenian yang lahir dari tanah Banjar, Kalimantan Selatan ini menawarkan irama rebana yang menghentak, rancak dan variatif. Tak ayal, selain di mayoritas pesantren salafi, grup Shalawat Al-Banjari telah bermunculan dari komplek sekolah hingga kampus perguruan tinggi. Berbagai ajang lomba Shalawat Al-Banjari pun marak diadakan.

Di wilayah Jawa Timur, khususnya Kediri, Festival Shalawat Al-Banjari se-Jawa Timur yang tiap tahun diadakan jamaah pengajian Langgar Kulon, asuhan Kyai Muhammad Douglas Toha Yahya atau lazim disapa Gus Lik, barangkali yang selalu ditunggu-tunggu penikmat kesenian “terbangan” itu. Acara yang digelar semalam suntuk ini bertempat di ujung selatan Jalan Panglima Polim, area Kelurahan Kemasan, Kota Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

“Festival ini rutin dilaksanakan untuk memperingati hari Maulud Nabi Muhammad SAW, dan telah memasuki tahun kelima,” kata Taufik Davit Rudi Cahyono, Ketua Panitia Festival Al-Banjari Se-Jawa Timur, pada Minggu, 5 Januari 2020, di sela acara berlangsung.

Festival Al-Banjari se-Jawa Timur 2020 (Foto: Naim)

Pagelaran ini menarik dikunjungi, karena berada di tengah kampung padat penduduk. Terlebih, dihelat dengan melibatkan masyarakat setempat yang kian lama telah menyandang stigma; sebagai berandal, penjudi, pemabuk, hingga candu narkoba. Namun, beriringan dengan lantunan shalawat dalam rutinitas festival Al-Banjari di kawasan belakang stasiun kereta Kota Kediri itu, segala pandangan buruk itu lambat laun reda.

Berawal sekitar tahun 2002, dari kehadiran pengajian rutin bersama Gus Lik di Musholla Nur Hidayah milik Nunuk Hidayat. Meski sempat menolak, perlahan-lahan masyarakat Kemasan ikut mengaji sekaligus turut tergabung dalam jamaah Langgar Kulon. Berpusat dari surau kecil itu pula, kemudian beragam kegiatan positif digagas dan didiskusikan penduduk Kemasan selepas pengajian.

Sunatan massal jadi salah satu rangkaian acara festival (Foto: Naim)

“Festival Al-Banjari ini, bisa dibilang agenda paling prestisius di mana warga Kemasan aktif terlibat,” kata Nunuk Hidayat. Pada pelaksanaannya, santri Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren, yang tergabung dalam Firqah An Nahdliyah Bibarkatis Sholawat, ikut bergabung sebagai koordinator acara.

Perempuan yang akrab disapa Ibu Nuk itu tidak menyangka, acara yang bermula digagas sebatas pagelaran hadrah sederhana tersebut menjadi festival tahunan berskala besar. Selalu ramai pengunjung, entah dari penduduk sekitar juga para santri dari pesantren-pesantren di wilayah Kediri.

Festival Shalawat Al-Banjari se-Jawa Timur 2020 dilaksanakan selama dua hari, bertepatan pada tanggal 4-5 Januari 2020. Tampak lebih meriah, karena selain menyertakan kegiatan rutin berupa bazar UMKM dari jamaah pengajian Langgar Kulon, di hari pertama acara, panitia mengadakan sunatan massal dan suguhan musik gambus Cordova.

Bazar UMKM Jamaah Langgar Kulon (Foto: Naim)

Turut andil pula dalam mensukseskan acara tersebut adalah PT Gudang Garam, Tbk. (GG). Iwhan Tri Cahyono, Public Relation Manager GG Kediri, mengatakan bahwa ini adalah bagian dari kepedulian perusahaan pada masyarakat.

“GG merasa bangga ikut serta dalam Festival Shalawat Al-Banjari 2020. Semoga kegiatan positif ini terus berlanjut dan mampu menginspirasi kalangan lebih luas,” katanya.

Festival Al-Banjari se-Jawa Timur 2020 (Foto: Naim)

Dalam festival tahun ini, sedikitnya 65 grup turut jadi peserta kompetisi Shalawat Al-Banjari. Sebagian berasal dari daerah eks Karsidenan Kediri, sebagian lain datang dari kota-kota wilayah Jawa Timur. Seperti Ponorogo, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Jember.

Silih berganti, mereka melantunkan shalawat Nabi yang diiringi alunan rebana khas Al-Banjari. Seperti tanpa henti menghibur ratusan penonton dan seluruh lingkungan Kemasan, sejak hari Minggu pagi sampai Senin dini hari. (Naim Ali)

Tags: #headline#suryapedia
Previous Post

Pengrajin Patung Yesus Gereja Puhsarang Kediri

Next Post

Era Elpiji, Kakek Ini Masih Jualan Minyak Tanah

Next Post
Era Elpiji, Kakek Ini Masih Jualan Minyak Tanah

Era Elpiji, Kakek Ini Masih Jualan Minyak Tanah

Film Atas Nama Percaya, Kisah Penghayat yang Belum Diperlakukan Setara

Film Atas Nama Percaya, Kisah Penghayat yang Belum Diperlakukan Setara

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA