• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Jurnalis Asia Tenggara Bahas Independensi Media

07 Apr 2018
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
0

Sekitar 100 jurnalis dan blogger dari delapan negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Kamboja serta jurnalis Eropa menghadiri 4M Asia Forum yang diselenggarakan CFI Media Development, Prancis. Selama dua hari, Sabtu-Minggu, 7-8 April 2018 berbagai tantangan jurnalis dan media menjaga independensi dan kemerdekaan pers di Asia Tenggara akan didiskusikan.  Forum tersebut  mengambil tema “Independent Media in Southeast Asia, What’s Next?”.

Ketua Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Abdul Manan mengatakan, saat ini jurnalis di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjalankan profesi. Angka kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia masih tinggi.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

“Potensi tekanan akan semakin tinggi saat pemilihan kepala daerah serentak di tahun 2018 dan presiden pada 2019,” ujar Manan saat sesi pembukaan yang berlangsung di Hotel Alila, Jakarta, Sabtu, 7 April 2018.

Sementara itu, Jean-Charles Berthonnet Duta Besar Prancis untuk Indonesia menjelaskan bahwa, menjaga kemerdekaan pers merupakan bagian penting dari kebebasan berekspresi. Ia juga menyoroti  geliat internet yang berdampak pada perubahan cara mendistribusikan informasi di sosial media. Selain itu, maraknya misinformasi dapat menggangu lalu-lintas distribusi informasi kepada khalayak. “Perubahan cara mendistribusikan informasi dan bisnis media yang berkembang saat ini perlu direspon,” ujarnya.

Melihat gejolak yang ada dalam dunia media, David Hivet, Direktur CFI untuk Asia Tenggara menerangkan, Pemerintah Prancis berkomitmen untuk memberikan dukungan menghadapi masalah dan tantangan media saat ini. Tidak hanya tantangan dari sisi ekonomi tapi juga problem etik.

“Presiden kami terlibat untuk melawan fakenews dan ia mengatakan perlu jurnalis profesional dan media yang berimbang untuk menghadapinya,” katanya.

Oleh karena itu sejak 2014, CFI telah melatih 120 aktor media Asia Tenggara dan merealisasikan beberapa projek tentang media lokal dan komunitas. Selama 4 tahun CFI memberikan dukungan dalam bentuk peningkatan kapasitas jurnalis, di antaranya dalam hal data journalism dan membangun jaringan. Salah satu yang mendapat dukungan adalah Independen.id, media yang ada di bawah naungan AJI Indonesia.

Program-program yang diselenggarakan oleh CFI di Asia Tenggara bertujuan untuk menguatkan pluralisme media di Asia Tenggara. Prinsip yang diterapkan CFI dalam menjalankan program berfokus pada sharing pengalaman antarmanusia. “Itu adalah DNA dari program 4M Asia,” ujar David Hivet.

Pada pelaksaan program yang digelar oleh CFI, Kediripedia.com  turut ambil bagian secara aktif. Pemimpin Redaksi Kediripedia.com, Dwidjo U. Maksum terlibat dalam acara 4M ASIA FORUM ini. Beberapa kesempatan sebelumnya, Redaktur pelaksana, Kholisul Fatikhin mengikuti Managers Meeting media online jaringan Independen.id, sementara pada program Data Driven Master Class, diwakili oleh Divisi Kreatif Kediripedia.com, Naim Ali. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headlinejurnalisKomunitas
Previous Post

Kediri Scooter Festival #3 Digelar Awal Agustus 2018

Next Post

Kapal Penyeberangan Sungai Brantas Tetap Bertahan

Next Post
Kapal Penyeberangan Sungai Brantas Tetap Bertahan

Kapal Penyeberangan Sungai Brantas Tetap Bertahan

Perpustakaan Buku Kesehatan Terlengkap di Kediri

Perpustakaan Buku Kesehatan Terlengkap di Kediri

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA