• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 18 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Kak So, Penyiar Radio yang Diabadikan Jadi Nama Perempatan

11 Sep 2024
in DESTINASI
Reading Time: 2 mins read
Kak So, Penyiar Radio yang Diabadikan Jadi Nama Perempatan

Perempatan Kakso di Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. (Foto: Nana)

HAMPIR tiap hari, Perempatan Kak So di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri dilintasi ribuan kendaraan. Simpang empat itu menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, karyawan, hingga pedagang pasar. Di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore, tak jarang para pengendara saling selonong.

Pada tahun 1980 an, persimpangan itu masih dikenal dengan Perempatan Ngronggo. Warga Kota Kediri kemudian beralih menyebutnya Perempatan Kak So usai terjadi kecelakaan maut di lokasi tersebut.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

“Dari arah timur, sebuah bus menabrak mobil yang melaju dari selatan. Saat itu belum ada lampu merah,” kata Sriyatun, salah seorang warga Kelurahan Ngronggo, Rabu, 4 September 2024.

Saking kencangnya tubrukan, mobil tipe Suzuki Carry itu terlempar sekitar 15 meter di utara perempatan. Sriyatun sudah tidak ingat secara pasti tahun terjadinya kecelakaan tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi pada tahun 1990 an.

Peristiwa naas tersebut mengakibatkan pengemudi mobil dan penumpang meninggal dunia. Salah satunya adalah Kak So, seorang penyiar radio yang pada era itu tengah digandrungi masyarakat Kediri. Dari kecelakaan itulah, warga kemudian mengenal simpang empat ini dengan sebutan Perempatan Kak So.

Dari penelusuran Kediripedia.com, Kak So memiliki nama lengkap Suroso HS. Dia merupakan penyiar Radio Wijangsongko (RWS), yang kala itu masih bernama Radio Pattimura.

“Pada kecelakaan itu, Kak So meninggal bersama istrinya serta satu temannya yang juga bekerja di radio,” kata Siti Chotidjah, penyiar RWS yang kala itu menjadi rekan Kak So ketika siaran.

Menurut Siti, kecelakaan Kak So terjadi menjelang maghrib. Mereka dalam perjalanan pulang usai berkunjung ke kediaman KH Anwar Iskandar atau Gus War, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, Ngasinan, Kota Kediri.

Saat itu, mereka pulang dalam kondisi hujan gerimis, bertepatan dengan perayaan Natal tanggal 25 Desember. Untuk tahun kejadian, Siti mengaku sudah lupa.

“Saya tak menyangka bahwa Kak So dan istrinya meninggal begitu cepat,” ujar Siti.

Dia mengenal pribadi Kak So sebagai orang yang pandai bergaul, santun, dan ramah. Selain menjadi penyiar, Kak So juga menjadi koordinator bagian siaran. Dia banyak digemari para pendengar karena sering memutar request lagu dari masyarakat, sebutannya AMKP kepanjangan dari Anda Minta Kami Putar.

Kak So memang bukan pahlawan yang namanya kerap dijadikan penanda sebuah kawasan. Dia hanya orang biasa yang diidolakan masyarakat di akar rumput. Kepergiannya terus dikenang dan diabadikan menjadi nama sebuah perempatan kecil di Kota Kediri. (Nana Trihana Sajidah, Mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #headline#Kediri#radio#SEJARAH
Previous Post

Jelang Pilkada 2024, FKUB Kota Kediri Minta Masyarakat Utamakan Kerukunan

Next Post

Masyarakat Kota Kediri Didorong Memproduksi Pangan di Halaman Rumah

Next Post
Masyarakat Kota Kediri Didorong Memproduksi Pangan di Halaman Rumah

Masyarakat Kota Kediri Didorong Memproduksi Pangan di Halaman Rumah

Masyarakat Kota Kediri Didorong Memproduksi Pangan di Halaman Rumah

Buruh Rokok Kota Kediri Menerima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA