• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Melestarikan Sedekah Bumi di Besowo

28 Apr 2018
in SURYAPEDIA
Reading Time: 2 mins read
0
Melestarikan Sedekah Bumi di Besowo

Tradisi Jawa masih terjaga dan dilestarikan hingga saat ini. Salah satunya, yaitu sedekah bumi. Ritual adat ini dilakukan masyarakat Jawa untuk mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta.

Di beberapa daerah di Pulau Jawa, sedekah bumi masih diramaikan dan menjadi acara yang rutin diadakan, termasuk di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.  Ratusan warga Dusun Besowo Timur, Desa Besowo, Kecamatan Kepung, melangsungkan kegiatan ini pada Sabtu dan Minggu, 28-29 April 2018.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

Dihadiri seluruh warga serta para perangkat desa, kegiatan sedekah bumi disandingkan dengan tradisi lainnya. Di antaranya istighosah, pengobatan massal, kirab pustaka, serta beberapa hiburan seperti karawitan dan pentas seni.

Menurut warga, sedekah bumi merupakan ekspresi rasa syukur atas pemberian keselamatan dan rejeki yang berlimpah selama setahun terakhir. Dengan adanya kegiatan ini, mereka berharap rejeki di tahun mendatang semakin bertambah, serta dijauhkan dari malapetaka.

“Ini adalah tradisi warisan nenek moyang yang kami pegang teguh,” kata Boidi, Kepala Dusun Besowo Timur, Sabtu, 28 April 2018.

Tradisi sedekah bumi di Desa Besowo. (Foto: GG)

Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Gudang Garam Tbk. Slamet Budiono, yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, tradisi sedekah bumi ini merupakan kearifan lokal warga Kediri sehingga wajib dijaga dan terus dilestarikan.

“Jangan sampai kita melupakan warisan budaya, dan perayaan ini adalah wujud dari cara menjaganya, sehingga generasi muda sekarang bisa menghormati dan memahaminya,” kata Mbah Mett, sapaan akrab Slamet Budiono.

Mbah Mett mengaku amat mengagumi apa yang menjadi falsafah warga Dusun Besowo Timur, yakni Eling Asale, Eling Baline yang memiliki arti “Ingat Asalnya, Ingat Pulangnya”. Menurutnya, falsafah ini memiliki arti mendalam bagi dia sendiri yang asli Jawa.

“Sebagai orang Jawa, kita jangan sampai lupa asal usul kita karena orang jawa itu menghormati tradisi dan nenek moyang,” ungkapnya.

Beberapa acara seperti karawitan dan kirab pusaka, tambah Mbah Mett, juga merupakan cara untuk melestarikan tradisi. Karena saat ini, karawitan jarang digunakan sebagai hiburan padahal zaman dulu sangat digemari warga.

Lebih jauh dia mengatakan, mengembalikan semangat menghargai tradisi tidak berarti menolak modernisme. Keduanya harus saling berjalan dan tidak saling meniadakan karena samasama penting untuk warga. (Faried Sanjaya)

Editor: Fatikhin

Tags: #headline
Previous Post

Merawat Kendaraan Langka di Kediri

Next Post

Dandhy Laksono Nyantri di Kapal Greenpeace

Next Post
Dandhy Laksono Nyantri di Kapal Greenpeace

Dandhy Laksono Nyantri di Kapal Greenpeace

Melestarikan Sedekah Bumi di Besowo

Bakti Sosial di Lereng Gunung Wilis

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA