• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Wednesday, 14 October 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Joki Skripsi Bergentayangan di Banyak Kampus Kediri

    Joki Skripsi Bergentayangan di Banyak Kampus Kediri

    Republik Lele, Penguasa Pasar Ikan Berkumis Lintas Pulau

    Republik Lele, Penguasa Pasar Ikan Berkumis Lintas Pulau

    Konflik Timur Tengah, Forum Internet Dunia Dipindah ke Bali

    Konflik Timur Tengah, Forum Internet Dunia Dipindah ke Bali

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Joki Skripsi Bergentayangan di Banyak Kampus Kediri

    Joki Skripsi Bergentayangan di Banyak Kampus Kediri

    Republik Lele, Penguasa Pasar Ikan Berkumis Lintas Pulau

    Republik Lele, Penguasa Pasar Ikan Berkumis Lintas Pulau

    Konflik Timur Tengah, Forum Internet Dunia Dipindah ke Bali

    Konflik Timur Tengah, Forum Internet Dunia Dipindah ke Bali

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Mencari Jejak Istana Kerajaan Kadhiri di Situs Semen

14 Oct 2026
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
Mencari Jejak Istana Kerajaan Kadhiri di Situs Semen

Jaladwara berkepala singa di Situs Semen. (Foto: Ajeng)

HAMPARAN sawah mengelilingi Situs Semen di Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Di tengah lahan pertanian itu tersimpan sejumlah benda purbakala, mulai dari dua jaladwara atau saluran air, arca Garuda Wisnu, Lingga-Yoni, hingga fragmen gerabah dan tembikar. Temuan-temuan tersebut menjadi petunjuk kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Kadhiri.

Imam Achfas, juru pelihara Situs Semen mengatakan, luas kawasan situs diperkirakan mencapai 10 hektare. Perkiraan itu merujuk pada hasil penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Dari Stalingrad ke Taman Prameswati, Nama Penguasa di Wajah Kota

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

“Kawasan ini bisa jadi perkampungan, atau bisa juga perumahan para petinggi-petinggi kerajaan,” kata Imam pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut Imam, hasil penelitian arkeologi mengidentifikasi Situs Semen sebagai petirtaan atau tempat pemandian kaum bangsawan. Masyarakat Jawa menyebut bangunan suci ini dengan patirtan. Salah satu petunjuknya adalah temuan Jaladwara Narasinga, saluran air menyerupai kepala naga dan singa. Namun, struktur petirtaan secara utuh belum tersingkap karena sebagian besar masih terpendam di bawah tanah.

Penggalian lebih lanjut membutuhkan biaya besar. Sehingga, struktur bangunan yang mungkin masih tersimpan di bawah permukaan tanah belum seluruhnya diketahui, meski situs ini telah ditemukan sejak 1971.

Situs Semen di Kecamatan Pagu, Kediri. (Foto: Ajeng)

Hilangnya jejak fisik Kerajaan Kadhiri tidak lepas dari perubahan bentang alam selama berabad-abad. Erupsi Gunung Kelud berpotensi menimbun sebagian tinggalan arkeologis. Perubahan aliran sungai, proses sedimentasi, serta aktivitas manusia juga mengubah atau menutupi struktur bangunan kuno.

Dalam cerita tutur masyarakat setempat, Situs Semen kerap dikaitkan dengan Raja Airlangga. Namun, kaitan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ditemukan prasasti atau bukti tertulis yang menguatkannya.

Sejarawan Kediri, Novi Bahrul Munib, menilai kawasan Semen menyimpan petunjuk penting untuk menelusuri permukiman pada masa Kerajaan Kadhiri. Sejumlah artefak yang ditemukan di kawasan tersebut diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Raja Sri Gandra pada 1181–1182.

“Apabila berbicara Kota Daha Kerajaan Kadhiri, itu diduga berada di antara Desa Semen, Menang, sampai Katang,” ujar Novi.

Pria yang kini bekerja sebagai Pamong Budaya Kementerian Kebudayaan itu merujuk laporan kolonial Belanda yang mencatat temuan benda purbakala di kawasan tersebut. Selain arca berbentuk naga, terdapat gentong batu yang disebut memiliki angka tahun beraksara kuadrat, yakni 1116 Saka atau 1194 M. Sayangnya, gentong batu itu kini tidak diketahui keberadaannya.

Fragmen gerabah dan tembikar Situs Semen. (Foto: Ajeng)

Petunjuk lain muncul ketika Novi mengamati kawasan persawahan di sekitar situs. Saat tanaman padi menghijau, dia melihat pola pertumbuhan vegetasi yang tidak seragam.

“Di beberapa bagian, tanaman tampak mengering atau tumbuh kurang subur,” ujar pendiri komunitas Pelestari Sejarah dan Budhaya Kadhiri (PASAK).

Perbedaan itu mungkin berkaitan dengan adanya struktur batu bata yang masih terpendam. Lapisan tanah berbatu atau sisa fondasi bangunan di bawah permukaan dapat menghambat perkembangan akar dan penyerapan unsur hara. Dampaknya, pertumbuhan tanaman di atasnya berbeda dari tanaman di lahan sekitarnya.

Hingga kini, lokasi istana Kerajaan Kadiri masih menjadi pertanyaan yang memerlukan pembuktian arkeologis. Situs Semen menawarkan salah satu petunjuk yang patut ditelusuri melalui penelitian lebih mendalam. (Dyah Ajeng Pramesti, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #headline#Kediri#SEJARAH
Previous Post

Sekolah Tionghoa Kediri Hilang Setelah Tragedi 1965

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA