• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 8 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home EDUKASI

Rumah-rumah Ibadah Didorong Jadi Pusat Pendidikan Anak

22 Jan 2025
in EDUKASI
Reading Time: 2 mins read
0
Rumah-rumah Ibadah Didorong Jadi Pusat Pendidikan Anak

Perwakilan tokoh agama di Kota Kediri menandatangani deklarasi menuju Rumah Ibadah Ramah Anak. (Foto: Diskominfo Kota Kediri)

SEJUMLAH perwakilan tokoh agama di Kota Kediri menandatangani deklarasi menuju Rumah Ibadah Ramah Anak, Selasa, 21 Januari 2025. Poin-poin yang disepakati antara lain pemenuhan hak anak dalam setiap aktivitas rumah ibadah, menyediakan sarana prasarana, serta melibatkan partisipasi orang tua dan masyarakat.

Pertemuan ini diinisasi Bagian Kesra bersama Gugus tugas Kota Layak Anak Pemerintah Kota Kediri. Kegiatan Sertifikasi Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) ini digelar sebagai upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) yang sebelumnya tingkat Madya menuju tingkat Nindya.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Evie, Guru Tunanetra yang Mahir Mengajar di Kelas Gelap

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Wamen Komdigi dan Tokoh Bangsa Mengkaji Gelap Terang Indonesia di Reuni Aktivis Pers Mahasiswa

“Sebagai langkah awal kita tetapkan rumah ibadah yang ramah anak, seperti masjid, gereja, pura, dsb. Hingga saat ini sudah ada 6 rumah ibadah yang di SK kan menjadi Rumah Ibadah Ramah Anak,” kata Ahmad Jainudin Kepala Bagian Kesra.

Rumah Ibadah Ramah Anak dikonsep sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk melaksanakan ibadah, menjadi tempat belajar dan melakukan aktivitas positif lainnya sesuai dengan kebutuhan anak.

Layanan aman dan nyaman di fasilitas umum, seperti rumah ibadah menjadi tolok ukur penting demi menciptakan Kota yang layak anak. Rumah ibadah didorong menjadi tempat anak berkumpul melakukan kegiatan positif, inovatif, rekreatif yang nyaman, terutama untuk menambah pengetahuan agama.

Rancangan ini memberikan sistem pelayanan holistik dan menjamin pemenuhan hak anak. Termasuk melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, kerentanan dan diskriminasi sesuai dengan prinsip hak anak.

“Dengan begitu, anak terdorong mendatangi rumah ibadah, sehingga dapat melahirkan generasi yang unggul dan agamis,” kata Jainudin.

Dalam pengelolaannya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya, sekurang-kurangnya dua orang pengelola Rumah Ibadah Ramah Anak harus sudah tersertifikasi Konvensi Hak Anak (KHA).

Pemerintah Kota Kediri membantu para pengelola tempat ibadah untuk bisa tersertifikasi KHA dengan melakukan media belajar melalui e-learning milik Kementerian PPPA. Adanya pelatihan tersebut diharapkan para pengelola rumah ibadah bisa semakin mendalami dan memahami hak-hak anak. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Vaksinasi Ternak untuk Meredam Wabah PMK di Kota Kediri

Next Post

Cegah Kanker Serviks, 3 Ribu Siswi Kota Kediri Diimunisasi HPV

Next Post
Cegah Kanker Serviks, 3 Ribu Siswi Kota Kediri Diimunisasi HPV

Cegah Kanker Serviks, 3 Ribu Siswi Kota Kediri Diimunisasi HPV

Layanan Digital S.id Makin Digemari di Luar Negeri

Layanan Digital S.id Makin Digemari di Luar Negeri

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (113)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA