• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 8 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Surabaya Vaganza 2019 Kembali Menghibur Warga Surabaya

25 Mar 2019
in SURYAPEDIA
Reading Time: 3 mins read
Surabaya Vaganza 2019 Kembali Menghibur Warga Surabaya

KOTA Surabaya diselimuti mendung dan gerimis sepanjang hari Minggu, 24 Maret 2019. Meski begitu, tidak menyurutkan ribuan warganya memadati ruas-ruas jalanan kota; mulai dari kawasan Tugu Pahlawan sampai Taman Bungkul. Karena di jalur sejauh lima Kilometer itu beralih fungsi laeknya sebuah panggung, untuk ajang pentas Parade Budaya dan Pawai Bunga “Surabaya Vaganza 2019”.

Karnaval tahunan tersebut terwujud atas prakarsa Pemerintah Kota Surabaya. Digelar sebagai awal rangkaian acara HUT Kota Surabaya ke-726.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

“Perayaan ini biasanya dilakukan di bulan Mei, di mana di bulan Mei adalah hari jadi Kota Surabaya,” kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, pada sambutannya saat pembukaan acara di area Tugu Pahlawan. Turut hadir dalam seremoni, Wakil Walikota Surabaya, Walikota Batu, Blitar, Mojokerto, dan Kupang. Kemudian mereka ikut konvoi naik bersama barisan mobil Jeep Willys di kelompok terdepan setelah regu pengibar bendera pusaka.

Pada pagelaran kali ini, masyarakat Kota Pahlawan dimanjakan oleh penampilan 77 kontingen perwakilan lembaga, instansi, organisasi juga komunitas lokal maupun luar wilayah seperti Bali, Kupang, dan Papua. Mayoritas peserta menyuguhkan kreasi unik mobil hias, bernuansa kultur nusantara yang dipadu dengan rangkaian apik warna-warni bunga. Sepadan dengan tema pawai, yaitu Puspawarni Indonesia, dimaksudkan memberi makna warna-warni aneka ragam seni dan budaya asli Indonesia.

Ada yang menonjolkan tradisi daerah, seperti adat dari tanah Cirebon, Bali hingga Papua. Terdapat pula yang mengangkat konsep kekayaan bahari dengan mempertunjukkan suasana dunia atlantis.  Sempat juga jadi pusat perhatian penonton, arak-arakan komunitas pemerhati peradaban rakyat negara India berpakaian lengkap khas negeri Barata.

Namun, satu di antara partisipan yang paling banyak menarik antusias warga ibukota Jawa Timur adalah delegasi PT Gudang Garam, Tbk. (GG). Lensa kamera gawai para pengunjung, seringkali menyorot karya megah GG berupa replika kerajaan Jenggala, sebagai latar empat kuda terbang penarik kereta kencana yang dikendarai seorang ratu berparas ayu.

Penampilannya diperkuat oleh gerak lincah sepuluh penari pengiring seorang raja dan pasukannya; antara lain dua punggawa, enam bidadari dan delapan prajurit. Tak ayal kedua puluh delapan talenta itu acap kali jadi rebutan masyarakat yang menginginkan foto bersama.

Antusias warga Surabaya berebut foto bersama kontingen dari GG. (Foto: Naim)

 “Kami mengusung tema Wonderland of Java,” kata Iwhan Tri Cahyono, Kabid Humas GG, sembari ikut jalan kaki mengawal rombongan saat mulai mendekati Hotel Majapahit di jalan Tunjungan Surabaya.

Ia menjelaskan, gagasan “tempat impian di Pulau Jawa” terinspirasi dari keelokan taman sari kerajaan Kediri di masa lampau, disandingkan dengan asrinya taman Kota Surabaya di masa kini. Kehadirannya membawa pesan bahwa sebagai perusahaan besar, GG tetap berkomitmen menjaga dan peduli terhadap lingkungan.

Deretan mobil hias mencapai bilangan Patung Banteng ketika waktu mendekati pukul dua belas siang. Gerimis kembali turun, tapi kumpulan massa tetap enggan beranjak dari trotoar. Keramaiannya terpantau makin rapat di tepi adimarga sekitar SMK Santa Maria, titik akhir rute Surabaya Vaganza 2019.

“Ini hiburan gratis bagi saya. Sayangnya diadakan cuma setahun sekali. Jadi kalau terlewat, harus sabar nunggu sampai tahun depan,” kata Sumintarsih, warga Surabaya. (Naim Ali)

Tags: #headline#suryapedia
Previous Post

Gotosovie, Tas Berkarakter Asal Yogyakarta

Next Post

Logo 25 Tahun AJI Diluncurkan di Malang

Next Post

Logo 25 Tahun AJI Diluncurkan di Malang

KSF 4 Digelar Setelah Pilpres 2019

KSF 4 Digelar Setelah Pilpres 2019

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA