• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 22 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Warga Kota Angin Nganjuk Patuhi Penutupan Alun-alun

26 Mar 2020
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
Warga Kota Angin Nganjuk Patuhi Penutupan Alun-alun

Lungo tak anti-anti, kapan nggonmu bali (Kepergianmu ku harap-harap, kapan kamu akan kembali)

Mecak’e indahing wengi, kutho Nganjuk iki (Memecah indahnya malam, kota Nganjuk ini)

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

PENGGALAN lirik melankolis itu berasal dari lagu berjudul Alun-alun Nganjuk, yang populer di kalangan masyarakat Jawa di Indonesia, Suriname, dan negara-negara kunjungan para TKI. Lagu yang dilantunkan Vita KDI itu bercerita tentang kerinduan seseorang yang ingin segera berjumpa dengan sang kekasih.

Bagi warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, irama nyanyian dengan aransemen nada campursari ini masih membekas hingga sekarang. Ketenarannya seperti menjadi original soundtrack yang menyertai setiap aktivitas masyarakat di kawasan yang dijuluki Kota Angin.

Seperti yang digambarkan lewat lirik lagu; Alun-alun Nganjuk memang marak digunakan warga sebagai lokasi rekreatif yang mudah dijangkau. Dari pagi hingga petang, tempat itu ramai dikunjungi. Pohon-pohon besar yang berdiri di sekelilingnya, membuat Alun-alun sangat nyaman dimanfaatkan untuk piknik, jalan-jalan, atau sekadar bertemu. Bagi yang gemar berwisata kuliner, di sekitar lokasi tersebut tersedia ratusan penjual makanan beraneka ragam.

Sayangnya, kini akses kunjungan ke Alun-alun ditutup sementara sejak merebaknya virus corona. Dari pantauan Kediripedia.com pada Kamis pagi, 26 Maret 2020, jalanan di sekitar Alun-alun yang dulunya ramai lalu lintas kendaraan, intensitasnya kini cenderung menurun. Di sepanjang trotoar, tidak dijumpai satu pun pedagang kaki lima yang biasanya mulai berdagang saat pagi hari.

Kondisi di Alun-alun Nganjuk kini cenderung sepi. (Foto: DUM)

Pemerintah Kabupaten Nganjuk, melalui Surat Edaran Bupati pada Senin, 17 Maret 2020, menginstruksikan untuk menghentikan aktivitas di semua titik keramaian di Kabupaten Nganjuk. Termasuk, meniadakan kegiatan Car Freeday serta menutup sementara lokasi wisata, tempat hiburan, dan kolam renang.

“Langkah itu kami tempuh demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Wilayah Kabupaten Nganjuk,” kata Novi Rahman Hidhayat, Bupati Nganjuk.  

Dia mengimbau, selama proses melawan penyebaran COVID-19 berjalan, semua lapisan masyarakat di Kabupaten Nganjuk harus menunda kegiatan yang mendorong terbentuknya kerumunan. Pertemuan-pertemuan, rapat, dan semua kegiatan outdoor maupun indoor yang melibatkan banyak warga, wajib dihentikan sementara hingga suasana dinyatakan kondusif. Aksi itu dikenal dengan sebutan social distancing. Belakangan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengganti frasa “social distancing” menjadi “physical distancing”

Di sektor pendidikan, aktivitas belajar mengajar di seluruh jenjang sekolah, telah diliburkan. Mulai dari PAUD,TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA bahkan pendidikan non formal; dilaksanakan di rumah peserta didik masing-masing. Seluruh tenaga pengajar diarahkan untuk menyiapkan materi pembelajaran melalui metode belajar dengan sistem online. Meski begitu, pendidikan tetap berlangsung sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan, berikut dengan evaluasi kegiatan pendidikan.  

“Kita harus mematuhi keputusan pemerintah, sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran virus corona,” Vicky Zulfikar Ahmad, warga Jalan Megantoro, Ganung Kidul, Kecamatan Kota Nganjuk.

Kini, setelah kebijakan menutup fasilitas publik resmi diputuskan, situasi Nganjuk di malam hari menjadi sunyi. Lampu yang menyorot dari berbagai sisi taman di Alun-alun, sekarang dimatikan demi mencegah kunjungan. Di jalan-jalan protokol, lalu lalang kendaraan sudah menurun dari pada biasanya. Jadi, masyarakat yang ingin menikmati indahnya suasana Kota Nganjuk di malam hari seperti yang dinyanyikan Vita KDI lewat lagu Alun-alun Nganjuk, dianjurkan untuk menahan diri hingga kondisi darurat virus corona mereda. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline
Previous Post

Dhoho TV Membatalkan Semua Acara yang Melibatkan Massa

Next Post

Gumul Sepi, Warga Kediri Memilih Mengunci Diri

Next Post
Gumul Sepi, Warga Kediri Memilih Mengunci Diri

Gumul Sepi, Warga Kediri Memilih Mengunci Diri

PWI Kediri Surati Presiden Agar Segera Perintahkan Lockdown

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA