• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Thursday, 30 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Bersekolah di Dekat Besi-besi Tua Bersejarah

14 Aug 2023
in KULTUR
Reading Time: 3 mins read
Bersekolah di Dekat Besi-besi Tua Bersejarah

Hendro Widjanarko, guru sejarah SMPN 4 Pare. (Foto: Yusro)

RATUSAN printilan besi tua tampak berserakan, kondisinya berdebu dan berkarat. Di balik tumpukan besi itu terdapat bangkai mobil Jeep Willys CJ-2 bekas Perang Dunia 2, mesin bubut, serta genset bertuliskan Daimler Benz AG buatan Berlin, Jerman. Barang bekas kolonial Belanda ini tersimpan di gedung dekat area parkir Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Pare, Kabupaten Kediri.

“Benda-benda itu pernah digunakan untuk bertempur melawan Belanda pada Agresi Militer 2 tahun 1948,” kata Hendro Widjanarko, guru sejarah SMPN 4 Pare, Kamis, 10 Agustus 2023.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Sekolah yang terletak di Jalan Merbabu, Pare ini berdiri pada 1920 dengan nama Ambacht Leergang atau Sekolah Teknik. Lembaga ini merupakan tempat belajar para pemuda yang lulusannya akan dipekerjakan di pabrik-pabrik Belanda.

Di masa pendudukan Jepang, sekolah ini tetap eksis dengan nama Kokyogako atau Sekolah Pertukangan dan Permesinaan. Namun, pada masa kemerdekaan namanya diganti menjadi Sekolah Teknik (ST). Selain sekolah, gedung difungsikan sebagai markas Detasemen III Pare yang diisi oleh Tentara Genie Pelajar (TGP).

“Sekolah ini tempat merakit senjata dan bom ketika perang Agresi Militer 2 di Pare,” kata Hendro.

Bangkai mobil Jeep Willys CJ-2 bekas Perang Dunia 2. (Foto: Yusro)

Pasukan Belanda menyerbu Kediri pada 25 Desember 1948. Mereka hendak menguasai kembali pabrik-pabrik. Para pasukan TGP yang bergabung dengan serdadu Mastrip, Hizbullah, dan Staf Pertahaan Rakyat (SPR), merapatkan barisan.

Mayor Soenandar menjadi pimpinan serangan pejuang Indonesia di Pare. Dia memerintahkan pasukan untuk merobohkan beberapa infrastruktur penting di Pare dan sekitarnya. Misalnya jembatan di kawasan Pare, Kandangan, dan Badas. Sedangkan pabrik yang dirusak adalah pabrik kopi Sepawon dan Satak di lereng Gunung Kelud.

Tentara Belanda mengetahui bahwa markas komando pasukan Indonesia berada di gedung yang kini menjadi SMPN 4 Pare. Pasukan TGP akhirnya berperang mati-matian agar markas tidak direbut Belanda.

Mereka menghadang Belanda di 3 lokasi, yaitu di Desa Bogo, Sambirejo, dan di jembatan Badas. Gerakan Tentara Pelajar itu tidak diketahui karena bantuan orang tua mereka. Para wali murid ini bekerja di kantor pos, pegadaian, stasiun dan pabrik gula milik Belanda. Mereka berhasil membocorkan informasi serta menemukan titik lemah musuh, sehingga penyerangan ke ST Pare bisa digagalkan.

“Kisah ini didapat dari kesaksiaan vetaran TGP di acara renungan kemerdekaan di sekolah,” ujar Hendro.

Para pejuang TGP sukses mengusir Belanda dengan strategi tipuan bom ranjau. Mereka membuat lubang yang sekilas tampak seperti jalan rusak. Belanda tak mengira jika di dalamnya sudah ditanam peledak.

Akan tetapi, cara ini harus mengorbankan 3 pejuang Indonesia. Ketiganya menjadi martir untuk mengaktifkan bom dari dekat secara manual. Mereka ditangkap dan langsung ditembak mati.

Monumen TGP yang didirikan di barat gedung SMPN 4 Pare. (Foto: Yusro)

Pada 1951, TGP dibubarkan karena kebijakan Reorganisasi dan Rasionalisasi (Re-Ra) militer yang diinisiasi Bung Hatta. Bersama dengan tentara gerilya lain seperti Mastrip dan Hizbullah, mereka diberi 3 pilihan. Yaitu, melanjutkan sekolah dan diberi biaya pendidikan, bekerja di sektor pabrik, atau mendaftar ke Tentara Nasional Indonesia.

Sedangkan ST beralih nama menjadi SMPN 4 Pare pada 1993. Untuk mengenang perjuangan para veteran TGP, sebuah monumen didirikan sebelah barat daya sekolah. Tepat di bawah monumen itulah, dulunya para pejuang menyembunyikan senjata. Sejumlah amunisi dan selongsong bom turut dipajang pada badan monumen.

Patung monumen menggambarkan sosok tentara muda sedang mengangkat senjata. Itu menjadi simbol keberanian dan semangat juang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#Kediri#pare#SEJARAHkultur
Previous Post

Mahasiswa Kediri Menjadi Finalis Duta Maritim Indonesia

Next Post

Ketika Siswa Berkumpul Menulis Surat untuk Bupati Kediri

Next Post
Ketika Siswa Berkumpul Menulis Surat untuk Bupati Kediri

Ketika Siswa Berkumpul Menulis Surat untuk Bupati Kediri

Mantan Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Jogja

Mantan Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Jogja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA