• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Bawalah Sabun Sebelum Terpapar

22 Jun 2020
in PEOPLE
Reading Time: 2 mins read
0
Bawalah Sabun Sebelum Terpapar

SABUN kini menjadi teman terdekat masyarakat di tengah upaya melawan penularan virus corona. Di depan rumah maupun tempat-tempat umum seperti pasar, swalayan, restoran, hingga gedung perkantoran; tersedia tempat cuci tangan yang dilengkapi air dan sabun.

Salah satu fasilitas cuci tangan di tempat umum bisa dijumpai di Kota Kediri, Jawa Timur. Misalnya, di sepanjang Jalan Dhoho. Puluhan wastafel lengkap dengan gentong air dan sabun diletakkan di depan toko. Kini, pengunjung yang hendak masuk ke toko diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

Dari Fujian Cina, Suku Hokkian Bertahan di Kediri

Berbeda dengan di Jalan Dhoho, sarana cuci tangan di Pasar Loak Kaliombo Kota Kediri sering terlihat tidak lengkap. Botol-botol sabun kerap dijumpai tidak terisi alias kosong. Sejumlah pengunjung yang sudah terlanjur menuju wastafel akhirnya balik kanan, tidak jadi mencuci tangan.

“Mungkin saking banyaknya pengunjung yang mencuci tangan, jadi sabun yang setiap pagi diisi penuh selalu habis,” kata Supri, tukang servis jam Pasar Loak Kaliombo, Senin, 22 Juni 2020.

Apa yang terjadi di Pasar Loak Kaliombo seperti menjadi nasehat, bahwa meski fasilitas cuci tangan sudah disediakan, tidak ada salahnya membiasakan diri membawa air dan sabun saat bepergian. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila keadaan mendesak. Misalnya, ketika menjumpai sarana membasuh tangan yang tidak lengkap atau saat berada di kawasan yang sulit diketemukan air.

Menjalani aktivitas sehari-hari di masa pandemi, mencuci tangan pakai sabun amat penting. Sebab, ketika berinteraksi dengan banyak orang, sangat sulit menghindari kontak fisik melalui tangan. Baik itu berupa sentuhan langsung maupun lewat perantara benda, misalnya uang. Dengan rajin membasuh tangan pakai sabun, virus tak kasat mata yang bisa menempel dari benda ke tangan itu dapat musnah.

Para ahli kesehatan mengatakan, sabun merupakan senyawa ampuh membunuh virus Covid-19. Saat permukaan tangan terkena air sabun, kandungan amphiphiles atau zat kimia organik di dalam sabun akan bertarung melawan lemak yang terdapat di virus. Prosesnya kurang lebih sama ketika sabun bekerja menghapus kotoran dari kulit.

“Sabun jenis apapun bisa digunakan untuk membunuh virus yang masih tergolong baru ini,” kata Dokter Fauzan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Kediri.

Dokter Fauzan menerangkan, mencuci tangan yang efektif setidaknya dilakukan selama dua puluh detik dengan teknik yang benar. Mulai dari menggosok telapak tangan, punggung telapak tangan, sela-sela jari, dan kuku.

Meskipun hand sanitizer juga dapat melemahkan virus dan lebih praktis, ketersediaannya cepat habis di pasaran. Di samping itu, harganya cukup mahal ketimbang sabun. Pemakaian hand sanitizer memang sangat efisien, tapi hanya dalam waktu tertentu saja. Misalnya, saat sedang tidak bisa menemukan air.

Memasuki bulan keempat masa pandemi, beberapa daerah di Indonesia sudah melonggarkan aktivitas masyarakat. Meski begitu, bukan berarti meruyaknya virus Covid-19 telah usai. Protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun tidak boleh diabaikan. Nah, jika fasilititas cuci tangan di tempat umum tidak ditemui sabun seperti di Pasar Loak Kaliombo, maka mempersenjatai diri dengan membawa air dan sabun saat beraktivitas kemana-mana bisa menjadi solusi alternatif. (M Yusuf Ashari)

Tags: #corona#covid19#headline#pandemi
Previous Post

Biarlah Taman Kota Ditutup Agar Corona Tak Meletup

Next Post

Sepucuk Surat dari Silicon Valley California

Next Post

Sepucuk Surat dari Silicon Valley California

Zona Merah, Kuning, atau Hijau: Tetap Harus Waspada

Zona Merah, Kuning, atau Hijau: Tetap Harus Waspada

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA