• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Monday, 19 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home SURYAPEDIA

Bersepeda dan Menabur Ikan di Sumber Gundi

25 Feb 2019
in SURYAPEDIA
Reading Time: 2 mins read
0
Bersepeda dan Menabur Ikan di Sumber Gundi

Minggu, 24 Februari 2019, Gudang Garam Cycling Community (GGCC) melaksanakan gowes bareng menuju Sumber Gundi di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Bukan sekadar bersepeda dan berolahraga, di lokasi wisata mata air di kawasan Kabupaten Kediri ini, puluhan anggota komunitas pecinta sepeda pancal dari internal perusahaan PT Gudang Garam, Tbk. (GG) itu menabur 1.400 benih ikan nila dan patin.

Aksi sosial tersebut diagendakan secara spontan. Gagasan itu muncul saat mereka menyaksikan potensi hayati Sumber Gundi ketika melakukan survey rute dan lokasi bersepeda. Setelah didiskusikan bersama seluruh personil, mereka sepakat patungan membeli benih ikan untuk disumbangkan di sela aktivitas ngayuh sepeda bersama.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Dipersembahkan di Dhoho Night Carnival

Tepat di Hari Pahlawan, Bandara Dhoho Kediri Membuka Rute Penerbangan Internasional

Mulai 10 November 2025, Bandara Dhoho Kembali Melayani Rute Penerbangan Kediri-Jakarta

“Semoga bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Sri Dento Resi Dwipoyono, koordinator GGCC.

Agar kegiatan berjalan sesuai rencana, GGCC menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar Sumber Gundi. Agenda serah terima sekaligus penaburan benih, dilakukan tak lama setelah istirahat dan sarapan pagi di tanah lapang area bibir sumber. Sumbangan benih diserahkan langsung kepada Supono, pengelola Sumber Gundi. Mewakili warga sekitar, khususnya Desa Tanjung, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.

Istirahat di Sumber Gundi (Foto: Naim Ali)

Saat ini, terdapat 30 ribu ekor ikan yang terdiri dari tombro, koi, nila slayer, gabus, dan lele hidup berkembang biak di area telaga seluas sekitar 1 hektar itu. Selain berguna menjaga keseimbangan ekosistem mata air, setiap tahunnya bisa dipanen dan dinikmati oleh penduduk kampung. Panen raya Sumber Gundi telah lama masyhur dengan sebutan Grobyak Ikan. Tradisi ini digelar oleh warga Desa Tanjung tiap bulan Muharam atau Suro.

“Dengan menyelipkan kegiatan sosial, anggota GGCC jadi tidak bosan dan betah gowes bareng secara berkelanjutan,” kata Dento.

GGCC menggalakan rutinitas olahraga sepeda bersama-sama tiap dua minggu sekali sejak bulan November 2018 lalu. Memilih titik start serta finish di kantor Unit 1 GG, dan rata-rata menempuh track sepanjang 25 Kilometer. Jalur yang melawati Sumber Gundi merupakan pertemuan ketujuh dengan diikuti sedikitnya 50 pesepeda. Mereka menyisir jalanan sejauh 30 Kilometer yang meliputi wilayah Dandang Gendis, Gurah, Bulupasar, Pamenang, dan Ngasem. (Naim Ali)

Tags: #headline#suryapedia
Previous Post

Ngetrail dan Baksos Bareng di Lereng Kelud

Next Post

Ketika Vespa Menjadi Bagian dari Gerakan Mahasiswa

Next Post
Ketika Vespa Menjadi Bagian dari Gerakan Mahasiswa

Ketika Vespa Menjadi Bagian dari Gerakan Mahasiswa

Gowes Bareng ke Sumber Banteng

Gowes Bareng ke Sumber Banteng

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA