• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Thursday, 23 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Dari Surabaya Berpetualang ke 30 Provinsi di Indonesia Naik Suzuki Nex

09 Jun 2022
in PEOPLE
Reading Time: 4 mins read
Dari Surabaya Berpetualang ke 30 Provinsi di Indonesia Naik Suzuki Nex

MOTOR Suzuki Nex yang dikendarai Muhammad Hanif Kusuma ini hampir menyerupai sebuah karya seni instalasi. Mulai dari tanduk kerbau dari Padang, kepala rusa Kalimantan, bendera usang, dan ornamen lainnya nyaris menutupi seluruh badan kendaraan. Di atas motor berbobot 2 kuintal itu, Hanif berpetualang ke 30 provinsi di Indonesia selama 3 tahun.

Lelaki yang akrab disapa Cak Hanif ini mengungkapkan, perjalanan panjang yang dia lakukan sebenarnya adalah tindakan nekat. Berangkat dari Surabaya pada 22 Oktober 2019, dia hanya membawa uang sebesar 1.420.000 rupiah. Motor matik yang dikendarai juga hanya sedikit modifikasi. Misalnya, tambahan riser pada suspensi depan belakang, windshield, dan boks bagasi, sedangkan dapur pacu atau mesin masih standar bawaan pabrik.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

“Saat masih anak-anak saya baca buku atlas dan membayangkan Indonesia begitu luas dan indah, jadi kepikiran suatu saat harus berkunjung ke sana,” ujar Hanif, Kamis, 4 Mei 2022.

Pria 23 tahun ini memulai petualangan menjelajahi Indonesia dari Kota Pahlawan menuju ke Titik Nol Kilometer di Sabang, Aceh. Perjalanan dari Jawa ke Sumatra itu tentu tak berjalan mulus. Situasi di jalanan tak dapat diprediksi, berbagai rintangan bisa muncul kapan saja. Misalnya, saat kehabisan uang di Medan dan Aceh pada awal tahun 2020. Kondisi diperparah dengan meruyaknya pandemi Covid-19 dan diberlakukan kebijakan lockdown.

Arek Suroboyo ini terpaksa menetap selama hampir 4 bulan di Medan dan Aceh. Dia bekerja serabutan karena uang saku nyaris habis. Mulai dari kuli bangunan hingga menjadi sales alat dapur dilakoninya untuk bertahan hidup di situasi pandemi. Uang cukup besar dibutuhkannya untuk rapid dan swab test sebagai syarat boleh melanjutkan perjalanan. Kala itu harga rapid dan swab masih mahal, sekitar satu juta rupiah.

Padang Sumatera Barat
Hanif ketika berada di Toraja. (Foto: Cak Hanif)

“Dari sekian banyak tempat yang saya singgahi, pengalaman survive di Medan itu yang tak terlupakan,” kata lelaki kelahiran Karangmenjangan, Surabaya.

Saat pandemi corona di Medan, solo rider ini sempat 13 kali mengalami pengusiran warga karena dianggap sebagai orang asing. Beruntung, dia masih dipertemukan dengan orang-orang baik yang menawari tempat tinggal sementara. Di antaranya para pegiat komunitas otomotif seperti motor klasik hingga modern.

Dari perjumpaan dengan teman sesama penjelajah, pemuda yang pernah berbisnis kedai kopi ini banyak belajar teknik survive yang tidak merugikan orang lain. Selain serabutan, dia mengumpulkan uang sebagai modal berjualan merchandise berupa kaos dan benda khas daerah yang disinggahi.

Dengan begitu, dia bisa menutup ongkos bensin, penyebrangan antar pulau, dan perawatan kendaraan. Hanif selalu mencatat rincian perawatan motor selama perjalanan. Di antaranya, ganti ban luar dan dalam sebanyak 6 kali, 101 kali ganti oli mesin, 57 kali ganti oli garda, dan penggantian suku cadang lainnya.

“Selama di jalan, bisa dibilang lebih besar pemasukan dari pada pengeluaran,” kata Hanif.

Dia tak menyangka, ongkos perjalanan selama berpetualang ternyata cukup fantastis. Biaya bahan bakar, transportasi Laut, Konsumsi, servis motor, pengobatan, masuk wisata, biaya tak terduga, alat komunikasi, dan membeli kamera, total menghabiskan uang sebesar 131.349.000 rupiah.

Penghasian yang tak kalah signifikan didapat dari adsense Youtube dan Tiktok. Dia rajin mendokumentasikan kisah-kisah menariknya di perjalanan. Saat beristirahat, dimanfaatkan untuk mengisi baterai kamera, sembari mengedit video dan foto. Alat-alat yang digunakan cukup sederhana, dua kamera gopro dan handphone.

Video-video itu diunggah di kanal youtube bernama Cak Hanif. Kanal ini sudah ditonton ratusan ribu kali dan mendapat 8 ribu lebih subscriber. Terdapat beberapa video menceritakan kawasan Kalimantan, yang menurutnya amat berkesan. Selain karena lanskap alam yang menawan, dia sudah tak mengingat berapa kali jatuh dari motor karena jalan terjal, tanjakan tajam, dan curam di Kalimantan.

“Kalau daerah yang berkesan banyak sekali, tapi memang yang paling asyik ketika di Kalimantan dan Sulawesi,” katanya.

Pengalaman menikmati keindahan alam semakin bermakna lewat perjumpaan dengan teman-teman baru. Di badan motor Suzuki Nex itu tertempel stiker-stiker dari komunitas motor dari berbagai daerah. Sedangkan di bagian belakang motor, terdapat puluhan bendera, salah satunya bendera merah putih.

Setiap tiba di suatu daerah, dia selalu disambut dengan hangat, bahkan dari pihak kepolisian. Sewaktu ada razia kenderaan bermotor, Hanif selalu bercerita hendak menjelajahi keindahan alam dan budaya Indonesia, sehingga mendapat perlakuan yang baik dari pihak kepolisian.

Masjid 99 kubah
Masjid 99 Kubah Makassar. (Foto: Cak Hanif)

Pada April 2022, perjalanan berkeliling Indonesia sampai di Kepulauan Rote, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di daerah paling selatan di Indonesia ini, dia memutuskan bahwa petualangannya selama 3 tahun berakhir. Dia telah melewati 3 kali perayaan Tahun Baru, 2 Idulfitri, dan 2 Iduladha di jalanan.

“Sama keluarga disuruh pulang dulu, dalam waktu dekat mau nikah,” ujarnya sembari tertawa.

Kini, Hanif sudah berada di kampung halamannya di Surabaya. Dia pulang membawa segudang cerita, lengkap dengan dokumentasi perjalanan berupa foto, video, dan surat keterangan singgah dari 30 gubernur di Indonesia.

Dari 34 provinsi di Indonesia, daerah yang belum dia singgahi yaitu Provinsi Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Jika tak ada kendala, perjalanan ke kawasan timur Indonesia itu rencananya akan dilanjutkan pada tahun ini.

“Saya masih bersemangat meneruskan petualangan karena saya produktif selama perjalanan dan tidak membebani siapapun,” kata Hanif. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #adventure#headline#surabaya
Previous Post

Bali Menjadi Tuan Rumah Vespa World Days Pertama di Luar Eropa

Next Post

Pulau Bali Dipadati Scooterist Seluruh Dunia

Next Post
Pulau Bali Dipadati Scooterist Seluruh Dunia

Pulau Bali Dipadati Scooterist Seluruh Dunia

Direktur Lembaga Survei Banting Setir Jadi Peternak Kambing

Direktur Lembaga Survei Banting Setir Jadi Peternak Kambing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA