• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 8 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Game Arek Suroboyo Curi Perhatian Dunia

21 Mar 2023
in KOMUNITAS
Reading Time: 3 mins read
Mural Bonek pada game A Space for the Unbound. (Foto: Mojiken Studio)

BERBAGAI jenis game yang dimainkan di platform digital kini semakin marak. Para pembuat game dari seluruh dunia berlomba-lomba menciptakan permainan dengan alur cerita beragam. Salah satunya Mojiken Studio, rumah produksi asal Surabaya yang meluncurkan game berjudul “A Space for The Unbound” pada 19 Januari 2023.

Di awal kemunculannya, permainan ini banyak dikritik penggemar game di Indonesia. Mulai dari gambar yang “buram”, serta kisah yang terlalu bertele-tele. Namun, game buatan arek Suroboyo ini justru mengejutkan publik dengan raihan penghargaan internasional. Di antaranya, Best Story di SEA Award 2020, Best Development Game di Valencia Indie Summit 2021, dan Future Division dari Japan Game Award 2022.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Badan Perfilman Indonesia dan Mimpi Lompatan Industri

Dari Workshop HAM, Kediri Mendambakan Perdamaian Dunia Persilatan

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Secara keseluruhan, game pixel art ini berisi petualangan yang menonjolkan budaya Indonesia. Visual, soundtrack, dan cerita game berhasil menciptakan pengalaman visual yang berkesan pada ingatan pemain.

“Kerja keras selama 7 tahun pengembangan game ini terbayarkan dengan respon positif dari khalayak nasional dan internasional,” kata Dimas Novan, Game Director A Space for the Unbound ketika diwawancarai Kediripedia.com via Whatsapp, pada Kamis, 9 Maret 2023.

Yang terbaru, Famitsu, majalah berita video game paling dihormati di Jepang memberikan penghargaan Gold Hall of Fame untuk ‘A Space For The Unbound’ Game besutan Mojiken Studio dan Toge Productions ini berhasil mendapatkan rating tertinggi di bulan Januari 2023, serta masuk majalah Nintendo Dream edisi Maret 2023.

Penghargaan Gold Hall of Fame dari Famitsu, majalah berita video game dari Jepang. (Foto: Mojiken Studio)

Game ini memiliki latar cerita kehidupan di Indonesia tahun 1990-an. Siapa sangka, elemen budaya lokal itu menjadi daya tarik utama dan mampu memikat hati para pemain di seluruh dunia. Selama ini, tidak banyak game yang berani membawa budaya Indonesia ke kancah industri yang didominasi Asia Timur, Amerika dan Eropa.

“Nuansa kota Surabaya era 90an kami hadirkan dalam setiap detail game ini,” ujar Dimas.

Dalam game A Space for the Unbound, pemain diajak mengikuti kisah tentang dua sejoli, Atma dan Raya yang bersekolah di SMA Kota Loka. Menjelang lulus sekolah, keduanya merencanakan apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya dengan menulis pada secarik kertas.

Namun, Atma kehilangan jejak Raya saat menyusulnya ke luar kelas. Atma yang berusaha mencari kekasihnya itu harus berhadapan dengan munculnya kejadian-kejadian supernatural. Pemain akan diajak berpetualang bersama Atma untuk menyelesaikan teka-teki agar bisa melanjutkan permainan. Game ini menyajikan perjalanan emosional tentang keluarga, persahabatan, dan rasa kehilangan.

Dimas Novan Delfiano dari Mojiken Studio (tengah) dan kru Toge Productions ketika berangkat ke acara pameran game PAX East 2023 di Boston, Amerika. (Foto: Mojiken Studio)

Budhi Luhur, pemain dan music director Toge Kediri mengakui jika di Indonesia game berjenis pixel art belum banyak diminati. Game yang justru terkenal di luar negeri seperti “A Space for The Unbound” ini malah jarang dimainkan di Indonesia. Permainan jenis ini memang lebih menonjolkan narasi, plot, dan kekuatan karakter, daripada ketajaman gambar atau grafik.

Menurutnya, setiap karakter dalam game yang bisa dinikmati melalui platform PC dan Konsol ini memiliki kepribadian dan latar belakang unik. Setiap percakapan dibuat sederhana dan mudah dipahami. Pilihan dialog yang dibuat oleh pemain sepanjang game akan mempengaruhi jalan cerita, sehingga game ini bisa dimainkan berulang-ulang kali.

Sebuah adegan dalam game dimana Raya sedang menunggu di sebuah jembatan (atas) yang terinspirasi dari Jembatan Merr Surabaya (bawah).

“Game petualangan ini amat menawan, emosional, dan kental dengan keseharian masyarakat  Indonesia,” ujar Budhi.

Ia berharap agar perkembangan game di Indonesia tidak hanya sebatas penghargaan secara testimonial saja. Seluruh pihak dapat membantu dapat memajukan sektor kreatif ini bersama-sama, mulai dari pemerintah, developer, dan masyarakat. (Ahmad Eko Hadi)

Tags: #game#headline#surabaya
Previous Post

Pengasuh Pondok Pesantren Tertua di Kediri Wafat

Next Post

Serangan Siber Masih Menghantui Dunia Digital

Next Post
Serangan Siber Masih Menghantui Dunia Digital

Serangan Siber Masih Menghantui Dunia Digital

Film Karya Kediripedia Menjuarai Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta

Film Karya Kediripedia Menjuarai Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA