• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 22 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Koran Memo dan Radar Kediri Tetap Terbit di Tengah Serangan Corona

25 Mar 2020
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
Koran Memo dan Radar Kediri Tetap Terbit di Tengah Serangan Corona

DI tengah pandemi virus corona, dua koran yang eksis di Kediri, Koran Memo dan Jawa Pos Radar Kediri, tetap memutuskan terbit. Di sisi lain, para pekerja media atau wartawan justru menjadi salah satu profesi yang sangat rentan terpapar virus corona. Saat pemerintah menghimbau warga untuk tetap di rumah, jurnalis masih bekerja di lapangan dan berinteraksi dengan banyak orang.

“Liputan memang tetap dilakukan seperti biasanya, tapi dengan kewaspadaan ekstra,” kata Tauhid Wijaya, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Rabu 25 Maret 2020.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Badan Perfilman Indonesia dan Mimpi Lompatan Industri

Dari Workshop HAM, Kediri Mendambakan Perdamaian Dunia Persilatan

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Tauhid menambahkan, para wartawan Jawa Pos Radar Kediri yang terjun untuk meliput berita apapun kini harus disertai perbekalan wajib. Di lapangan, jurnalis harus membawa hand sanitizer dan mengenakan masker. Untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima, mereka dianjurkan rutin mengkonsumsi vitamin dan madu.

Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi wartawan saja, tapi juga karyawan di Jawa Pos Radar Kediri. Semua riwayat dan perkembangan kesehatan jurnalis harus dilaporkan. Hal itu ditempuh guna memperkecil resiko penularan di lingkungan kerja dan keluarga. Koran ini pertama kali terbit tahun 1999. Kini, seluruh kerja keredaksian media tersebut dipimpin oleh Mahfud.  

Newsroom Radar Kediri. (Foto: Didin)

Selain Jawa Pos Radar Kediri, panduan keselamatan kerja para jurnalis juga dirancang di perusahaan media lainnya di Kediri. Media online, radio, cetak, dan televisi; kini menerapkan hal serupa untuk mewaspadai penularan virus corona di kalangan pekerja media.

“Tak ada berita seharga nyawa,” kata Mega, CEO Koran Memo.

Menurutnya, keamanan dan keselamatan bagi mereka yang berada di lapangan merupakan hal yang utama. Bagi yang sedang melakukan peliputan isu corona, Mega berharap jurnalis di Koran Memo tetap menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, memakai pelindung wajah (masker), dan sebisa mungkin menghindari kerumunan.

Newsroom Koran Memo. (Foto: Vrian)

Mega menambahkan, ketika sudah memilih berprofesi sebagai jurnalis; dalam situasi apapun perannya sebagai penyalur informasi wajib dijalankan. Apalagi dengan merebaknya virus corona, masyarakat harus disajikan dengan informasi yang benar. Koran Memo, salah satu media di Kediri ini mempunyai dua kanal pemberitaan. KoranMemo.com dipimpin Achmad Syaicu, sementara koran cetak di bawah kendali Vrian Triwidodo.

“Meski corona dapat menular melalui kertas atau koran, sampai hari ini kita tidak menghentikan produksi cetak. Sebab, kita tidak ingin para loper koran kehilangan penghasilan,” ujar Mega.

Beberapa waktu terakhir, dua organisasi profesi jurnalis yaitu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menghimbau para perusahaan media untuk mematuhi protokol keamanan liputan dan pemberitaan Covid-19. AJI dan PWI sepakat, mewajibkan kepada seluruh anggotanya agar berhati-hati dan membekali diri dari risiko tertular virus corona saat melaksanakan peliputan. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline
Previous Post

Radio Andika Terpaksa Menolak Iklan Restoran demi Lawan Corona

Next Post

Dhoho TV Membatalkan Semua Acara yang Melibatkan Massa

Next Post

Dhoho TV Membatalkan Semua Acara yang Melibatkan Massa

Warga Kota Angin Nganjuk Patuhi Penutupan Alun-alun

Warga Kota Angin Nganjuk Patuhi Penutupan Alun-alun

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA