• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 18 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Ludruk Milenial, Anak Kampus yang Ngorbit di Luar

10 Feb 2021
in KOMUNITAS
Reading Time: 3 mins read
0
Ludruk Milenial, Anak Kampus yang Ngorbit di Luar

JIKA muncul pertanyaan tentang apakah ada kelompok mahasiswa yang eksistensinya melebihi organisasi intra kampus, jawabannya tentu saja ada. Salah satunya adalah Ludruk Milenial, komunitas film yang berbasis di Kota Kediri, Jawa Timur.

Berdiri pada tahun 2018, sejauh ini mereka sudah memproduksi sebanyak 9 film pendek dan berbagai konten audio visual lainnya. Ludruk Milenial beranggotakan 11 mahasiswa dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

“Karena perkumpulan ini bukan organisasi intra kampus, maka pendanaan produksi diambil dari iuran anggota,” kata M. Nizam Bahy Ghufron, Koordinator Ludruk Milenial, Kamis, 4 Februari 2021.

Nizam menambahkan, adapun perlengkapan yang digunakan setiap produksi seperti kamera, perekam suara, dan tripod, merupakan barang milik pribadi anggota. Jika ada piranti yang dirasa kurang, mereka terpaksa menyewa. Hal yang terpenting adalah Ludruk Milenial bisa menjadi wadah belajar dalam proses pembuat film.

Ludruk Milenial sewaktu menggarap film “Paradogma”. (Foto: Ludruk Milenial)

Segala aktivitas produksi film dipusatkan di rumah M. Arif Nur Triyoga, salah seorang personil Ludruk Milenial. Rumah yang terletak di Jalan Sunan Ampel Gang 1 Kota Kediri itu digunakan untuk berdiskusi, editing, maupun menyimpan alat. Untuk mendukung kelancaran produksi, kamar tidur Arif dimodifikasi menjadi studio. Ruangan itu dilengkapi peredam suara, lighting, dan properti lain yang dibeli dari iuran swadaya anggota.

“Inspirasi membentuk komunitas ini berasal dari acara Reality Show Televisi,” kata Arif.

Gagasan awal itu muncul berbarengan dengan acara Festival Komunikasi (FESKOM) 9 tahun 2018 di IAIN Kediri. Kala itu, Arif yang ditemani oleh Nizam dan Amina Asmawi, diberi tugas menyebarkan pamflet di kawasan Kampung Inggris, Pare. Ketika beristirahat di salah satu warung kopi, Nizam secara tidak sengaja melihat acara Reality Show “Alasan Kita Putus” yang saat itu sedang trending.

Usai beberapa menit melakukan pengamatan, mereka menyimpulkan jika ternyata membuat konten semacam ini secara teknis tidak sulit. Sepulang dari Kampung Inggris, tekad ketiga mahasiswa itu semakin bulat untuk membentuk wadah berkarya. Tujuan awalnya pun sederhana. Sebagai bentuk penyaluran hobi dan aktivitas mengisi waktu luang di sela waktu kuliah di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kediri.

“Kami lalu mengajak teman-teman KPI lain yang mempunyai minat serupa tentang dunia audio visual,” ujar Nizam.

Selain Nizam, Arif, dan Amin, personil Ludruk Milenial lainnya adalah M. Najib Zamzami, Rendi Putra Tri Yudistira, Wahyu Andri Tri Cahya, M. Azmi Putra Prayoga, M. Yoga Irfanudin, Redha Umar Abdul Aziz, M Manarul Hidayat, Retno Pratiwi Kinasih, Jihan Farikha, dan Ainunnisa Oktaviana.

Nizam melanjutkan, pemilihan nama Ludruk Milenial tercetus dari ide salah satu personil, Redha. Mereka mengambil filosifi ludruk, yaitu kesenian drama tradisional dengan lakon cerita keseharian yang diselingi humor. Sedangkan penyematan kata Milenial, menandakan generasi masa kini yang erat dengan dunia digital. Sesuai namanya, film produksi Ludruk Milenial mengusung cerita-cerita populer seputar keseharian masyarakat.

Berani Berhenti, film pendek pertama Ludruk Milenial yang meraih juara di festival. (Foto: Ludruk Milenial)

Dia melanjutkan, proses pendalaman baik secara teknis maupun jalan cerita semakin diasah lewat  festival film. Adanya persaingan dalam setiap lomba membuat mereka terpacu untuk mengevaluasi dan membenahi kekurangan dalam setiap produksi film.

Dari sembilan film yang telah digarap, beberapa di antaranya menyabet gelar juara pada festival film tingkat universitas. Di antaranya:

  • “Berani berhenti” Juara 1 di UIN Walisongo Semarang dan Juara 2 Festival Film IAIN Surakarta.
  • “Paradogma” Juara Harapan 2 Lomba Pionir PTKIN
  • “Sawang Sinawang” Juara 2 Festival Film Universitas Brawijaya Malang.
  • “Karya di Tengah Pandemi” Juara 1 di IAIN Kediri
  • “YOTRO” Juara Harapan 1 Festival Film Pekan Cinta Rupiah Bank Indonesia.

Di akhir tahun 2020, Ludruk Milenial bekerjasama dengan Karangtaruna Kota Kediri memproduksi film Pejuang Kampung (PEKA). (Moh. Yusro Syafi’udin)

Tags: #film#headline#kampus#komunitas#mahasiswa
Previous Post

Mengenali Motif Batik Tulungagungan

Next Post

Jalur Kereta Api Uzbekistan-Pakistan-Afghanistan, Rute Pemecah Kebuntuan

Next Post
Jalur Kereta Api Uzbekistan-Pakistan-Afghanistan, Rute Pemecah Kebuntuan

Jalur Kereta Api Uzbekistan-Pakistan-Afghanistan, Rute Pemecah Kebuntuan

Pink City, Eksotika dan Kemiskinan—The Journey to India 1

Pink City, Eksotika dan Kemiskinan—The Journey to India 1

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA