• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Wednesday, 14 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Warga Kota Kediri Kini Bisa Mengurus Izin Usaha di Kantor Kelurahan

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Menteri PU Meninjau Digitalisasi Saluran Irigasi di Waduk Siman

23 Nov 2024
in PEOPLE
Reading Time: 2 mins read
0
Menteri PU Meninjau Digitalisasi Saluran Irigasi di Waduk Siman

Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) meninjau operasional irigasi Siman secara virtual. (Foto: Dimas/Kediripedia.com)

DAERAH Irigasi (DI) Siman menjadi tumpuan para petani di kawasan Kediri, Jombang, dan Malang. Dengan total panjang saluran primer sepanjang 62 km dan sekunder 312 km, air waduk dialirkan ke 23.060 ha lahan pertanian di 3 kabupaten tersebut.

Dalam rangkaian kunjungan di Jawa Timur, Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) meninjau operasional irigasi Siman pada Jumat, 22 November 2024. Tinjauan diawali dengan singgah ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Dody memonitor jalur air, serta sistem pengoperasian pintu air di Waduk Siman secara virtual.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Benteng Parasbang, Bukti Perlawanan Arek Malang di Kasembon

“Kali ini kita melihat digitalisasi irigasi. Teknologi ini merupakan kecanggihan yang dimiliki oleh BBWS Brantas,” kata Dody.

Digitalisasi irigasi ini menggunakan kamera cctv untuk memantau ketinggian air. Teknologi lain yang diterapkan yaitu buka tutup pintu air yang dikontrol melalui Kantor Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) Jombang.

Dody menjelaskan, pengembangan itu bertujuan agar penggunaan air bisa lebih efisien dan merata. Lewat inovasi ini, harapannya produktivitas para petani meningkat. Sedangkan di taraf ekonomi makro, status Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia dapat dipertahankan. 

“Selanjutnya akan kita tata terus untuk mewujudkan cita-cita luhur Presiden Prabowo yang mengusung swasembada pangan,” ujar Dody.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Menteri Dody mengusulkan agar presiden segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang irigasi. Dia menargetkan inpres irigasi ini bisa terlaksana mulai tahun depan.

Alasan mengusulkan inpres irigasi didasari banyaknya saluran irigasi yang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), mulai dari kabupaten/kota hingga provinsi. Dalam prakteknya nanti, inpres akan membagi saluran irigasi menjadi tiga kewenangan. Misalnya, saluran primer yang menjadi wewenang pemerintah pusat, sekunder wewenang provinsi, dan tersier menjadi wewenang kabupaten/kota.

“Inpres ini akan mengatur saluran irigasi seperti jalan daerah,” kata Dody.

Dengan begitu, pemerintah pusat turun langsung ke jaringan irigasi yang dikelola pemda. Penataan itu juga akan diterapkan di saluran irigasi Siman.

Kepala BBWS Brantas, Hendra Ahyadi mengatakan bahwa luasan lahan yang bertumpu pada DI Siman sudah optimal setelah adanya digitalisasi irigasi. Hal itu juga berdampak pada produktivitas para petani.

“Sistem yang lebih modern ini meningkatkan indeks penanaman yang awalnya 237% menjadi 260%,” kata Hendra. 

Menurutnya, melonjaknya indeks tanam pada akhirnya berdampak pada meningkatnya hasil panen padi dan palawija. Dari awalnya 50.500 ton, kini menjadi 62.000 ton. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #Kediri#nasional
Previous Post

Merayakan Hari Bersih-bersih Sedunia dengan Lomba Mewarnai

Next Post

Jangkauan Irigasi Bendungan Semantok Akan Diperluas 499 Hektare

Next Post
Menteri PU Meninjau Digitalisasi Saluran Irigasi di Waduk Siman

Jangkauan Irigasi Bendungan Semantok Akan Diperluas 499 Hektare

23 Ribu Pegiat Senam Tera Memadati GOR Jayabaya Kota Kediri

23 Ribu Pegiat Senam Tera Memadati GOR Jayabaya Kota Kediri

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (109)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA