• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 10 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Peringatan Hari AIDS Sedunia Digelar di Kota Kediri

30 Nov 2024
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
0
Peringatan Hari AIDS Sedunia Digelar di Kota Kediri

Peringatan Hari AIDS Sedunia diselenggarakan di GOR Jayabaya Kota Kediri. (Foto: Diskominfo Kota Kediri)

HARI Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Dunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Guna memperingati hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar seminar bertajuk “Youth as Peer Educator, Leading The Charge for HIV Equality.” Kegiatan tersebut digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri pada Kamis, 28 November 2024.

Digelarnya seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang HIV/AIDS. Selain itu juga menjadikan para mahasiswa sebagai pendidik sebaya atau peer educator di lingkungan universitas. Hal ini dikarenakan kasus HIV/AIDS jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

“Data kumulatif tahun 2022-2024 dari Dinkes Kota Kediri menemukan 2.688 kasus, sedangkan pada Bulan Januari-Oktober 2024 terdapat 215 kasus baru yang berasal dari dalam dan luar Kota Kediri,” kata dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Kamis, 28 November 2024.

Fajri menambahkan, berdasarkan kasus penderita HIV/AIDS, rentang usia yang mendominasi antara 20-30 tahun. Sedangkan jika dikelompokkan berdasarkan pekerjaan, pelajar dan mahasiswa menyumbang peningkatan kasus tersebut.

Berdasarkan data yang telah dipaparkan oleh Dinas Kesehatan, upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan jejaring, kerjasama, serta kolaborasi antara jajaran kesehatan dengan perguruan tinggi. Kerjasama dengan berbagai pihak tersebut guna menemukan kasus serupa yang lebih banyak. Jika temuannya semakin banyak, maka proses pengobatan dapat dilakukan secara holistik.

Pada kegiatan seminar itu, Dinas Kesehatan mengundang dr. Yati Suparyati, Dokter Klinik Utama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) sebagai narasumber. Melalui seminar tersebut Fajri berharap mahasiswa di Kota Kediri bisa menjadi pendidik sebaya yang berperan memberikan edukasi, sosialisasi, dan konseling terkait HIV di lingkungan kampus.

“Tak kalah penting, peer educator juga diharapkan mengajak tes kepada teman-teman yang beresiko dan mengajak berperilaku hidup sehat agar bisa terhindar dari penularan HIV,” tutupnya.

Salah satu peserta, Anis Faidatul, mahasiswa IAIN Kediri yang hadir dalam seminar tersebut mengaku siap menjadi pendidik sebaya di kampusnya. Menurutnya, upaya Pemkot Kediri untuk membentuk pendidik sebaya di lingkungan kampus merupakan langkah yang efektif dalam menekan pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Kota Kediri.

“Seperti yang dipaparkan tadi, bahwa usia terbanyak penderita HIV/AIDS sekitar 20 sampai 30 tahun. Jadi menurut Saya ini cara yang efektif,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dihadiri 400 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Misalnya Pelayanan HIV/AIDS Kota Kediri, Pegiat HIV, dosen pendamping mahasiswa, dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi se-Kota Kediri.  (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #Kediri
Previous Post

Sepanjang 2024, Sebanyak 545 Balita Kota Kediri Sembuh dari Stunting

Next Post

Rancangan APBD 2025 Kota Kediri Disetujui

Next Post
Malam Apresiasi bagi Puluhan Pemuda Kota Kediri yang Berprestasi

Rancangan APBD 2025 Kota Kediri Disetujui

Kolaborasi Pemkot Kediri dan UNICEF Memperkuat Perlindungan Anak

Gerakan Pramuka Kota Kediri Gelar Kemah Literasi

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (114)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA