• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KOMUNITAS

Sensor Mandiri dalam Film Itu Penting

23 Mar 2022
in KOMUNITAS
Reading Time: 2 mins read
Sensor Mandiri dalam Film Itu Penting

MEMASUKI tahun 2022, Lembaga Sensor Film (LSF) berupaya lebih dekat dengan masyarakat demi membangkitkan perfilman Indonesia. Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto mengajak masyarakat mulai mencanangkan budaya sensor mandiri. Pada era digital tantangan yang muncul tidak lagi hanya soal sensor film, tetapi juga literasi menonton.

Sensor mandiri dalam film adalah perilaku sadar untuk memilah dan memilih film yang akan ditonton. Film memiliki klasifikasi usia yakni seluruh umur, anak, remaja, dan dewasa. Masyarakat harus mematuhi klasifikasi usia, meski tidak ada sanksi hukum bila terjadi pelangggaran. Budaya sensor mandiri menjadi salah satu poin utama dalam Laporan Kinerja LSF Tahun 2021.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Komunitas Film Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Alumni Aktivis Pers Mahasiswa Berkumpul di Malang, Bahas Kondisi Bangsa

KSF 8 Menandai Perjalanan Satu Dekade Forum Scooterist Kediri (FORSCOOK)

 “LSF memandang penting adanya sensor mandiri, karena tontonan kini dapat diakses dengan bebas dan gratis,” kata Rommy, Selasa, 22 Maret 2022.

Masyarakat kini tidak hanya menonton melalui televisi, tetapi juga lewat internet. Sehingga, akar dari gerakan ini adalah peran penting lingkungan sosial seseorang, terutama anak. Sedangkan orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar berperan sebagai penyaring tontonan yang layak dikonsumsi berdasarkan usia.

Sejauh ini, LSF telah menggaungkan sensor mandiri agar menjadi kebudayaan masyarakat. Salah satunya melalui berbagai sosialiasi, baik itu secara daring ataupun secara langsung.

Program yang sudah digelar yaitu menyelenggarakan Fokus Grup Diskusi (FGD), juga penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 42 lembaga dan perguruan tinggi. Baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Pada September hingga November 2021, LSF telah membentuk tiga Desa Sensor Mandiri, yaitu di Desa Tigaherang, Ciamis, Jawa Barat; Desa Manguharjo, Madiun, Jawa Timur; dan Desa Candirejo, Klaten, Jawa Tengah.

Dalam Laporan Kinerja LSF 2021 disebutkan, terdapat 40.640 judul materi sensor yang didaftarkan ke LSF pada 2021. Dari angka tersebut hanya dua judul yang tidak lulus lalu dikembalikan ke pembuat film. Jumlah materi sensor tahun 2021 lebih banyak dibanding 2020, yaitu 39.623 judul materi.

“Penyensoran film tidak mengekang kreativitas sineas karena ini merupakan amanat dari Undang-Undang Perfilman,” ujar Rommy.

Sepanjang tahun 2021, bioskop tidak dipantau karena tidak beroperasi karena pandemi. LSF lebih banyak melakukan pemantauan di televisi dan jaringan informatika. Dari kegiatan itu 2.602 tayangan tanpa melalui proses sensor, 2.793 film yang tidak mencantumkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS), dan 149 film dengan STLS kedaluwarsa. Rommy mengatakan, pihaknya tidak menjatuhkan sanksi atau hukuman bagi pihak yang melanggar. LSF memilih melakukan langkah edukatif, seperti sosialiasi dan pendekatan kultural agar pembuat film patuh dengan peraturan. (Ahmad Eko Hadi)

Tags: #film#headline
Previous Post

Pladu, Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Next Post

Riant Daffa, Solois Kediri yang Merilis Album Balada Bertema Agraria

Next Post
Riant Daffa, Solois Kediri yang Merilis Album Balada Bertema Agraria

Riant Daffa, Solois Kediri yang Merilis Album Balada Bertema Agraria

Ekspedisi Sungai Nusantara, Meneliti 68 Sungai Naik Sepeda Motor

Ekspedisi Sungai Nusantara, Meneliti 68 Sungai Naik Sepeda Motor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA