• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Friday, 16 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Spirit Naar de Republiek Menggema di Makam Tan Malaka

22 Feb 2025
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
0
Spirit Naar de Republiek Menggema di Makam Tan Malaka

Peringatan wafatnyaTan Malaka ke-76. (Foto:Dimas Eka Wijaya)

LAGU “Gugur Bunga” menggema di tangga menuju makam Tan Malaka pada Jumat, 21 Februari 2025. Para mahasiswa, pegiat budaya, dan masyarakat menggelar kirab peringatan 76 tahun wafatnya pahlawan berjuluk Bapak Republik Indonesia itu.  

Sesampainya di pusara Tan Malaka, rombongan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, pembacaan tahlil, potong tumpeng, dan tabur bunga. Di akhir sesi, mereka merefleksikan pemikiran pengarang buku Naar de Republiek tersebut. Di antaranya, kritis, berani melawan ketidakadilan, serta merdeka 100 persen. 

Jelajahi pustaka Kediripedia

Rampogan Macan, Panggung Pembunuhan yang Memicu Punahnya Harimau

Laksamana Laut Makassar yang Terasing di Pegunungan Malang

Candi Tuban, Situs Arkeologi di Tulungagung yang Dihancurkan Saat Tragedi 1965

Para generasi muda antusias mengikuti haul Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri itu hingga selesai. Mereka datang dari berbagai kampus seperti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, dan Universitas Islam Negeri Ali Rahmatullah Tulungagung. 

“Saya mengikuti kegiatan haul Tan Malaka sudah dua kali ini,” kata M Fakhru Rizal Sauqi, Mahasiswa Prodi Sejarah UNP Kediri.

Menurutnya, jasa-jasa Tan Malaka ketika menegakkan kedaulatan Indonesia tak boleh dilupakan. Buah pikiran tokoh asal Pandam Gadang, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat itu juga revolusioner. Pada era terkini, ide dan gagasannya masih relevan.

Kutipan penulis buku Madilog itu banyak menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswa. Misalnya, perjuangan hak kaum marjinal, termasuk dorongan bagi pemuda agar berperan aktif pada nilai keadilan dan demokratis.

Tujuan lain dari dihelatnya peringatan tersebut melestarikan jejak Tan Malaka di Kediri. Masyarakat diajak menjaga makam agar tetap terawat.

Para mahasiswa, pegiat budaya, dan masyarakat menggelar kirab di Makam Tan Malaka. (Foto:Dimas Eka Wijaya)

Dalam catatan sejarah, kematian sosok bernama asli Ibrahim Datuk Tan Malaka ini misterius selama puluhan tahun. Dia dikabarkan meninggal pada 1949, namun keberadaan makamnya tak diketahui. Misteri akhirnya terkuak berkat sejarawan asal Belanda, Harry A. Poeze.

Dalam bukunya berjudul Tan Malaka, Pergulatan Menuju Republik 1897-1925, Poeze melacak makam Tan Malaka lewat dokumen-dokumen militer. Keyakinan Poeze bahwa kuburan Tan Malaka berada di Selopanggung makin menguat dari keterangan Tolu, salah seorang warga. Tan dimakamkan di samping makam sesepuh desa dengan penanda berupa batu besar.

Usai ditemukan, kuburan Tan Malaka mulai dikunjungi peziarah. Tiap perayaan hari lahir dan wafatnya Tan, orang dari berbagai kalangan dan daerah berbondong-bondong mendatangi pusara tersebut. 

“Kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun sejak 2007,” kata Imam Mubarok, perwakilan Tan Malaka Institute.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Barok itu, peringatan Haul ke-76 ini bukan hanya sekadar mengenang seorang revolusioner, melainkan juga merefleksikan gagasan dan perjuangannya dalam membangun bangsa. Dia menganggap, Tan Malaka adalah sosok pemikir yang meletakkan dasar cara berpikir kritis. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri#SEJARAH
Previous Post

Masjid Bayem Berdiri di Atas Pabrik Tua Belanda

Next Post

Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Bos Kerupuk

Next Post
Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Bos Kerupuk

Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Bos Kerupuk

Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

Di Bulan Ramadhan, Pemkot Kediri Membuka Pasar Murah Selama Dua Minggu

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA