• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Saturday, 17 January 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

    Sejumlah Bahan Pokok di Kota Kediri Turun Harga Jelang Lebaran

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Sukacita Umat Katolik Difabel Kediri Merayakan Jubileum

09 Jun 2025
in PEOPLE
Reading Time: 2 mins read
0
Sukacita Umat Katolik Difabel Kediri Merayakan Jubileum

Perayaan Jubileum Difabel di Gereja Santo Yosef Kediri. (Foto: Safana)

RATUSAN jemaat berkebutuhan khusus berbondong-bondong memasuki Gereja Santo Yosef Kediri, Jumat, 6 Juni 2025. Ada difabel yang menggunakan kursi roda, ada pula yang dituntun kerabatnya duduk di bangku gereja. Kursi baris depan ditempati difabel pendengaran agar melihat juru bahasa isyarat secara langsung.

Saat misa dimulai, mereka tampak khusyuk beribadah pada Perayaan Jubileum Difabel 2025. Bertema “Harapan yang tidak mengecewakan”, kegiatan ini digelar Keuskupan Surabaya. Seremoni ini dihadiri 107 jemaat berkebutuhan khusus dari kevikepan Kediri, kevikepan Blitar, dan paroki Jombang.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Yayasan Tifa: Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah Pelanggaran HAM Struktural

Di Munjungan Trenggalek, Undangan Nikah Dipajang di Jalan dengan Banner Mirip Caleg

Benteng Parasbang, Bukti Perlawanan Arek Malang di Kasembon

“Perayaan ini sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas, di antara umat difabel dalam lingkup gereja di keuskupan Surabaya,” kata Uskup Mgr Agustinus Tri Budi Utomo.

Dia menjelaskan, bagi umat Katolik, 2025 merupakan tahun suci bertepatan dengan Jubileum yang diselenggarakan setiap 25 tahun sekali di Vatikan. Dalam sejarahnya, Jubelium pertama kali dirayakan pada tahun 1300 oleh Paus Bonifasius VIII di Vatikan. Momen ini juga populer disebut tahun kegembiraan juga pemutihan.

Di masa pemerintahan Paus Fransiskus, gereja perlu lebih terbuka bagi mereka yang terpinggirkan oleh masyarakat, termasuk para orang berkebutuhan khusus. Prinsipnya, siapa saja yang menerima kemurahan hati Tuhan harus menolong sesama manusia. Sehingga, lahirlah perayaan Jubileum Difabel.

Paus Fransiskus juga menegaskan perbedaan antara disabilitas dan difabel. Disabilitas menunjukkan kecacatan, sedangkan difabel berarti perbedaan. Jadi, umat difabel masih memiliki kemampuan dan talenta.Pesan utamanya memberikan semangat pada umat difabel, agar mereka terus berkembang menjadi lebih baik pada masa mendatang.

Ratusan umat Katolik memadati gereja pada perayaan Jubileum Difabel. (Foto: Safana)

“Pada masa Jubelium mereka dirangkul, bukan diasingkan dan terpinggirkan,” ujar Romo Tri Budi.

Jubileum Difabel menjadi momentum misa khusus kepada jemaat penyandang disabilitas. Ini sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi mereka untuk beribadah.

Dari data Keuskupan Surabaya, Perayaan Jubelium ini diikuti 410 umat katolik berbagai daerah. Perayaan Jubileum di Kediri ditutup dengan nyanyian rohani serta penampilan dari umat difabel. Seluruh jemaat bersukacita, mereka tampak tersenyum sepanjang acara. (Safana Nur Rahma Zakiyya, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP Kediri, sedang magang di Kediripedia.com)

Tags: #gereja#headline#katolik#Kediri#people
Previous Post

Mengendus Perdagangan Satwa Dilindungi di Pasar Tradisional dan Facebook

Next Post

Kirab Cikar dalam Tradisi Unduh-unduh Kristen di Lereng Kelud

Next Post
Kirab Cikar dalam Tradisi Unduh-unduh Kristen di Lereng Kelud

Kirab Cikar dalam Tradisi Unduh-unduh Kristen di Lereng Kelud

Sumber Bedug, Kolam Renang Kolonialis Belanda yang Masih Eksis

Sumber Bedug, Kolam Renang Kolonialis Belanda yang Masih Eksis

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (110)
  • DESTINASI (112)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (223)
  • PEOPLE (242)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA