SATU per satu truk pengangkut sampah kembali hilir mudik memasuki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri, Selasa, 7 April 2026. Kepulan asap dari alat berat juga sudah tampak membumbung di atas gunungan sampah. Sejak siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, aktivitas pembuangan sampah warga kembali berjalan normal.
“Warga yang menggelar aksi damai mulai bubar siang tadi. Truk sampah juga langsung bisa masuk,” kata Rofiah, salah satu warga.
Rofiah menambahkan, peserta aksi sempat ditemui perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, camat, serta lurah setempat. Dalam pertemuan itu, pemerintah menjanjikan kompensasi sebesar dua juta rupiah akan dicairkan pada akhir April 2026. Tawaran tersebut diterima warga. Tenda yang digunakan untuk memblokade akses jalan langsung dibongkar.
Sebelumnya, warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, menggelar aksi damai dengan menutup akses menuju TPA Klotok sejak Kamis, 1 April 2026. Mayoritas peserta aksi berasal dari RW 02, RW 03, dan RW 05. Kawasan itu disebut ring 1 TPA, atau pemukiman warga yang berjarak kurang dari satu kilometer dari aktivitas pembuangan sampah.
Baca liputan sebelumnya: Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung
Mereka menuntut kompensasi dua juta rupiah dari Pemerintah Kota Kediri. Tuntutan muncul karena warga setiap hari terpapar bau menyengat dan serbuan lalat. Selain itu, mereka juga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti sesak napas dan gatal-gatal, yang diduga dipicu oleh air sumur yang tercemar air lindi dari tumpukan sampah.
“Kenaikan nominal itu janji politik Wali Kota Vinanda saat kampanye, tapi hingga kini warga belum merasakan manfaatnya,” kata Jangkung, salah satu warga.
Kini, setelah blokade dibuka, deru mesin alat berat dan truk pengangkut kembali meramaikan kawasan TPA. Aktivitas pemulung terlihat hingga menjelang petang. Pada hari pertama pembukaan ini, operasional direncanakan berlangsung sampai pukul 19.00 WIB.
Selain truk milik DLHKP Kota Kediri, sejumlah kendaraan bak terbuka milik warga juga terlihat ikut mengantre di area timbangan TPA. Mayoritas kendaraan tersebut mengangkut sampah rumah tangga serta limbah dari industri rumahan.

“Alhamdulillah, dibukanya TPA ini akan mengurangi keluhan masyarakat tentang sampah yang berceceran di sekitar pos pembuangan,” ujar Pardi, mandor Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Bandar.
Dia menjelaskan, hari ini sampah dari TPS Pasar Bandar yang dikirim ke TPA Klotok sebanyak tiga truk. Namun proses pengangkutan belum sepenuhnya rampung. Hingga sore hari, masih banyak tumpukan sampah dan gerobak yang belum terangkut. Untuk membersihkan secara total, diperkirakan dibutuhkan lima hingga enam kali pengangkutan.
Menurut Pardi, selama penutupan, hampir seluruh TPS di Kota Kediri mengalami kelebihan kapasitas. Di TPS Pasar Bandar, misalnya, sampah sempat meluber hingga ke jalan umum. Kondisi pasar menjadi kumuh dan bau busuk semakin menyengat. Bahkan, warga sempat diimbau untuk menahan sampah di rumah masing-masing agar TPS tidak semakin penuh.
“Semoga ke depan proses pembuangan sampah ke TPA lancar, agar kebersihan kota tetap terjaga,” katanya.
Kediripedia juga meninjau TPS lain di Kota Kediri. Salah satunya di TPS Lirboyo, pengangkutan sampah telah rampung pada sore hari. Kondisinya berangsur normal. Tumpukan sampah dan karung plastik yang sebelumnya menggunung kini telah diangkut ke TPA Klotok. (Dimas Eka Wijaya)
Liputan TPA Klotok lainnya: Para Pengidap Gangguan Mental yang Hidup Bersama Sampah





Discussion about this post