• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 7 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

06 Apr 2026
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

Aksi protes warga Kelurahan Pojok memblokade gerbang TPA Klotok. (Foto: Dimas Eka Wijaya)

102
SHARES
Teruskan ke WhatsappBagikan ke FacebookCuitkan ke Twitter

WARGA Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri memblokade gerbang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok sejak Kamis, 2 April 2026. Akibatnya, penimbunan sampah berhenti selama lima hari. Tiga alat berat berjejer rapi di garasi, sedangkan puluhan truk pengangkut yang biasanya hilir-mudik tak terlihat.

Sejak TPA berhenti beroperasi, sampah di seluruh Kota Kediri tak terangkut. Kantong plastik berisi sisa makanan dan sampah organik menumpuk di pasar tradisional, depan rumah, gang sempit, hingga tepi jalan.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

Aksi blokade itu melibatkan puluhan warga dari RW 02, RW 03, dan RW 05, yang terdampak langsung keberadaan TPA. Penutupan akses dilakukan sebagai bentuk protes damai. Warga menuntut pencairan kompensasi yang dijanjikan Pemerintah Kota Kediri sebesar 2 juta rupiah per tahun untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

“Selama belum ada kepastian pencairan, kami akan tetap memblokade truk-truk sampah di sini,” ujar Jangkung, salah satu warga RW 05, saat ditemui Kediripedia.com, Senin, 6 April 2026.

Dia menjelaskan, penerima kompensasi mencapai sekitar 1.400 kepala keluarga. Mereka sehari-hari hidup dekat dengan tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat. Selama bertahun-tahun, kompensasi biasanya dibagikan pada bulan puasa dengan nilai satu juta rupiah. Pada tahun ini mereka dijanjikan naik menjadi dua juta rupiah per kepala keluarga. Namun hingga kini belum juga cair.

“Nominal dua juta itu janji politik Wali Kota Vinanda saat kampanye, tapi hingga kini warga belum merasakan manfaatnya,” kata Jangkung.

Menurutnya, kompensasi itu tak sebanding dengan risiko kesehatan dan kenyamanan yang hilang akibat TPA. Warga menghadapi bau menyengat hingga banyaknya serangga lalat.

Ayah dua anak ini menambahkan, sebelum diblokade lebih dari 80 truk membuang sampah setiap hari di TPA. Kini, hanya sekitar 10 truk yang bisa masuk sebelum warga berjaga. Salah satu tujuan blokade ini menekan jumlah pembuangan sampah yang melebihi kapasitas.

Gunungan sampah di TPA Klotok. (Foto: Dimas Eka Wijaya)

Selama bertahun-tahun, warga yang tinggal di dekat TPA, terutama RW 02, RW 03, dan RW 05, sudah terbiasa hidup berdampingan dengan sampah. Batas antara hunian dan tumpukan limbah hanya sekitar 100 meter. Akibatnya, banyak warga mengalami gangguan kesehatan, mulai dari masalah pernapasan, penyakit kulit, hingga dampak mental.

“Saat musim hujan seperti ini, bau sampah semakin menyengat,” ujar Imam Sofi’i, salah satu warga.

Air lindi dari tumpukan sampah mulai meresap ke sumur warga. Air jadi keruh dan berlendir, bahkan menyebabkan gatal-gatal saat digunakan mandi. Kondisi itulah yang memicu puluhan warga menggelar aksi damai di depan gerbang TPA.

Mereka menuntut janji kesejahteraan dan kenyamanan hidup yang selama ini dijanjikan Wali Kota. Para demonstran menegaskan akan tetap menutup akses pembuangan sampai kompensasi dicairkan.

Kediripedia.com berupaya mendatangi Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri (DLHKP) Kota Kediri untuk memperoleh tanggapan terkait aksi blokade ini. Namun, salah satu petugas menyebut kepala dinas sedang rapat di balai kota.

TPA Klotok beroperasi sejak 1992. Pada 2025, rata-rata timbunan mencapai 173 ton per hari. Setiap tahunnya, tumpukan sampah terus meningkat hingga setinggi 20 meter. Dari pantauan Kediripedia.com, tembok sisi barat jebol sehingga air lindi mengalir ke sungai. Pemkot Kediri sebelumnya merencanakan perluasan TPA seluas 6 hektare di sisi barat, sebab area itu sudah tak mampu menampung kapasitas sampah. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri
SendShare41Tweet26
Previous Post

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Next Post

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Next Post
Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Discussion about this post

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA