• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Pelajar Pengumandang Adzan dan Adiknya Meninggal di Tangan Ibu Kandungnya

04 Sep 2024
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
Pelajar Pengumandang Adzan dan Adiknya Meninggal di Tangan Ibu Kandungnya

Jenazah dua bocah yang dibunuh ibu kandungnya diberangkatkan ke pemakaman. (Foto: Dimas/Kediripedia.com)

TUBUH MZ lemas, tatapan matanya kosong. Dia masih tak percaya jika kedua anaknya meninggal di tangan istrinya sendiri pada Selasa dini hari, 3 September 2024. MB, pelajar kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan BN, siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tewas akibat dianiaya menggunakan benda tajam oleh IN, ibu kandung mereka.

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota pada jam 14.00 WIB, MZ bahkan tak sanggup berjalan. Dia harus dibopong tetangga saat hendak mendekat ke jenazah buah hatinya yang disemayamkan di Musholla Al-fuadiyyah. Kejadian yang berada di RT 01, RW 06, Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri ini juga menghebohkan warga. Prosesi pemakaman kedua bocah itu diiringi isak tangis masyarakat sekitar.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Warga Buka Blokade TPA Klotok, Pembuangan Sampah Kota Kediri Normal

Warga Pojok Blokade TPA Klotok, Sampah se-Kota Kediri Menggunung

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

“Warga tak mendengar kegaduhan, ketika warga mendekat ke lokasi kedua anak itu sudah meninggal,” kata Suwarno salah satu tetangga korban, Selasa, 3 September 2024.

IN melakukan aksi penganiayaan itu menjelang subuh. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh MZ, dia terbangun ketika mendengar suara rintihan. Dia kemudian melihat anaknya yang sudah bersimbah darah di kepala, sedangkan istrinya memegang sebilah parang.

Tetangga terdekat tak menyangka jika IN tega membunuh anaknya. Rumah keluarga itu berada di ujung gang area sekolah, tepatnya di bawah rerimbunan pohon bambu. Selama ini, tidak terdengar kegaduhan pada keluarga tersebut. MB dan BN sebelumnya juga tak tampak mendapat ancaman maupun kekerasan oleh IN.

Police line dibentangkan di halaman rumah MZ. (Foto: Dimas/Kediripedia.com)

Bagi warga, MB merupakan anak yang taat agama. Selain rutin mengumandangkan adzan ashar, maghrib, dan isya, dia juga kerap mengikuti kajian agama yang digelar di mushola dekat rumahnya. Remaja 14 tahun itu juga giat berlatih pencak silat Pagar Nusa serta mengikuti jamaah shalawat.

“Saya tak menyangka seorang muadzin dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri,” kata Suwarno.

Penganiayaan terhadap MB dan BN diduga didasari oleh gangguan kejiwaan yang dialami IN. Warga berasumsi, IN mengalami depresi karena faktor ekonomi.

Menurut Suwarno, untuk bertahan hidup IN memang menanggung semua kebutuhan keluarga. Sehari-hari, dia berjualan jajanan di area sekolah. Namun, beberapa bulan terakhir dia tak terlihat berdagang, dan suaminya sudah berhenti kerja selama bertahun-tahun.

Keadaan keluarga ini terlihat kurang berkecukupan. Keluarga MZ termasuk penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Di hari biasa, IN tidak terlihat seperti orang yang mengalami depresi,” kata Suparmanto, Ketua RT 01, RW 06 Manisrenggo.

Menurutnya, sehari-hari dia tetap terlihat sopan dan tak pernah melakukan kekerasan. Namun jika diajak berkomunikasi terkadang tidak mengarah pada pembicaraan. Jadi kadang kambuh, kadang normal.

Setelah melakukan penganiayaan, MZ segera mengungsikan IN ke rumah mertuanya yang berjarak 20 meter dari rumahnya. Dia terlihat linglung setelah sadar melakukan perbuatan kejam kepada anaknya.

Ketika Suparmanto mendekati IN, dia menjabat tangan dengan ketua RT tersebut. Dia meminta maaf tapi wajahnya cemberut. Sehari usai kejadian naas itu, garis polisi masih terpasang mengelilingi halaman rumah MZ. Sekolah di dekat lokasi kejadian juga diliburkan. Warga sekitar masih berduka atas kematian MB, pelajar pengumandang adzan dan BN, adiknya, yang dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri.

Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. Terduga pelaku sudah diamankan, dia belum bisa dimintai keterangan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri#kriminal
Previous Post

Pembantaian Lutung Jawa di Gunung Wilis Semakin Meruyak

Next Post

Investasi Kota Kediri Meningkat, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Next Post
Investasi Kota Kediri Meningkat, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Investasi Kota Kediri Meningkat, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Pemulihan Mental Bagi Orang-orang Terdekat Korban Pembunuhan di Manisrenggo

Pemulihan Mental Bagi Orang-orang Terdekat Korban Pembunuhan di Manisrenggo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA