• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Arca yang Jadi Logo Kabupaten Kediri Lenyap Dijarah

03 Sep 2025
in KULTUR
Reading Time: 2 mins read
Arca yang Jadi Logo Kabupaten Kediri Lenyap Dijarah

Arca kepala ganesha. (Foto: PASAK)

PADA Selasa malam, 2 September 2025, pihak kepolisian menginformasikan pengembalian sebuah patung yang diambil dari Museum Bagawanta Bari Kabupaten Kediri. Sayangnya, arca tersebut adalah dwarapala atau yang biasa disebut reco pentung. Benda itu juga tak bernilai sejarah karena hanya sekadar souvenir.

Museum yang terletak satu komplek dengan Kantor Bupati Kediri ini tak luput dari perusakan dan penjarahan massa. Sejumlah koleksi benda purbakala hilang. Salah satunya fragmen kepala arca ganesha yang dijadikan logo resmi Pemerintah Kabupaten Kediri.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Sehari usai kerusuhan, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Kabupaten Kediri mendata koleksi museum. Dari 154 benda, hanya arca ganesha dan kain wastra, batik khas Kediri yang tidak ditemukan. Sedangkan arca kepala Bodhisatwa dari Candi Adan-adan dan batu bata berinskripsi yang dikabarkan hilang, berhasil diselamatkan juru pelihara museum. Sayangnya, miniatur lumbung dipukul hingga hancur berkeping-keping.

“Sejumlah koleksi yang selamat kini dipindah ke sebuah gedung di kawasan Pamenang,” kata Kepala Dinas Disbudpar Kabupaten Kediri melalui Kabid Sejarah dan Purbakala, Eko Priyanto, Rabu, 3 September 2025.

Eko menjelaskan, arca ganesha yang hilang itu memang sudah tidak utuh, hanya tinggal kepala. Tapi bagaimanapun bentuknya, benda itu bersejarah.

Patung tersebut ditemukan di Desa Sumbercangkring, Gurah, Kabupaten Kediri. Arca setinggi 16 cm, lebar 17 cm, dan tebal 17 cm itu berasal dari abad ke-11. Dari benda tersebut, diketahui bahwa masyarakat Kediri di masa lalu menganut agama Hindu. Benda purbakala itu juga sejaman dengan Situs Tondowongso.

Eko Priyanto, Kabid Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri. (Foto: Dimas/Kediripedia)

“Itu bukan sekadar benda, tapi warisan peradaban Kediri,” ujar Eko.

Dalam kepercayaan Hindu, ganesha adalah dewa Hindu yang melambangkan pengetahuan. Dia digambarkan berkepala gajah, perut buncit, dan berlengan empat. Kabupaten Kediri menjadikan ganesha sebagai logo pemerintahan.

Bentuk arca ganesha di Museum Bagawanta Bari tersebut hanya seukuran genggaman tangan orang dewasa. Saat terjadinya kerusuhan, patung bisa saja dilempar ketika massa memecah kaca gedung dan etalase museum. Namun, dari penelusuran selama dua hari terakhir, arca tidak ditemukan di antara puing-puing kebakaran.

“Mudah-mudahan arca itu bisa kembali,” ujarnya.

Dia menyayangkan aksi penjarahan dan perusakan benda museum. Menurutnya, situs sejarah dan museum bukan sekadar benda mati. Mereka adalah saksi bisu peradaban yang mengandung nilai pengetahuan, spiritualitas, dan identitas.

Menurut Eko, kerugian materi bisa dihitung. Tapi jika artefak bersejarah lenyap, maka identitas dan sejarah Kediri ikut hilang. Kemungkinan terburuknya, kalau arca ini masuk pasar gelap, maka bisa lenyap selamanya. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headline#Kediri#SEJARAH
Previous Post

Komplek Perkantoran Bupati dan DPRD Kabupaten Kediri Ludes

Next Post

Akibat Dibakar Massa, Kantor DPRD Kota Kediri Dipindah ke Gedung GNI

Next Post
Akibat Dibakar Massa, Kantor DPRD Kota Kediri Dipindah ke Gedung GNI

Akibat Dibakar Massa, Kantor DPRD Kota Kediri Dipindah ke Gedung GNI

Para Aktivis di Kediri Minta Tersangka yang Diduga Dalang Kerusuhan Dibebaskan

Para Aktivis di Kediri Minta Tersangka yang Diduga Dalang Kerusuhan Dibebaskan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA