ABU dan jelaga masih beterbangan di halaman kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Rabu, 3 September 2025. Potongan kayu, besi, kabel, dan batu bata juga berserakan. Selama empat hari terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri total sudah mengangkut 5 ton puing-puing bekas kerusuhan.
Aksi pembersihan komplek pemkab ini melibatkan seluruh seluruh pegawai, petugas DLH, dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka. Sampah seberat 5 ton itu hanya berasal dari area luar gedung pemkab. Sedangkan puing-puing di dalam ruangan akan dibersihkan dalam beberapa hari ke depan.
“Pembersihan ini terus berjalan agar kondisi Pemkab bisa segera pulih,” kata Putut Agung Subekti, Kepala DLH Kabupaten Kediri melalui rilis pers pada Selasa, 2 September 2025.
Saat Kediripedia.com mereportase area kantor Bupati Kediri, sisa pembakaran masih menumpuk di beberapa titik. Kerusuhan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, menyebabkan 18 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) rusak parah.
Massa menghancurkan ruang kerja bupati dan wakil bupati. Termasuk, ruang pelayanan dan kantor kedinasan ikut diserang. Antara lain, ruang Sekda, Tata Pemerintahan, Bagian Umum, Kesra, Rencana Keuangan (Renkeu), Bagian Organisasi, Bagian Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, Kantor Kesbangpol, Inspektorat, BKPSDM, BKAD, Disnaker, Bappeda, dan Prokopim.
Selain itu, sejumlah fasilitas publik rusak dan lenyap. Kursi pedestrian di trotoar Jalan Soekarno-Hatta tercatat hilang 16 unit. Sebanyak 7 tempat sampah besi rusak berat. Massa juga menjarah pot tanaman bugenvil, 13 lampu dekoratif, 13 lampu tiang, dan 16 lampu sorot pohon.
Total kerugian material ditaksir mencapai Rp500 miliar. Hitungan tersebut belum termasuk infrastruktur bangunan dan kendaraan yang dibakar.
“Kita menggunakan ahli dari ITS untuk menghitung kerugian dari kerusakan bangunan,” kata Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Kediri pada sambutannya saat menggelar doa bersama pasca kerusuhan.
Dhito menjelaskan, meski kantor Pemkab Kediri hancur, pelayanan publik akan tetap berjalan. Sayangnya, akibat komputer turut dijarah massa, sejumlah website beberapa dinas tak bisa diakses. Antara lain, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan website resmi Pemkab Kediri. (Dimas Eka Wijaya)







Discussion about this post