• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 3 May 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Bersuci untuk ke Masjid dan Gereja dari Mata Air yang Sama

11 Jan 2024
in KULTUR
Reading Time: 3 mins read
Bersuci untuk ke Masjid dan Gereja dari Mata Air yang Sama

Umat muslim di Desa Besowo usai menunaikan ibadah Salat Jumat. (Foto: Yusro)

LANTUNAN ayat Al-Qur’an bergema dari pengeras suara Masjid Baitul Munir Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Dua pria bersarung tampak setengah berlari karena ibadah salat Jumat sebentar lagi dimulai. Beberapa langkah sebelum mencapai halaman masjid, keduanya berhenti di depan gereja, hendak membasuh kaki dan mengambil air wudu.

Tempat ibadah umat muslim dan kristen di Desa Besowo ini letaknya berhadap-hadapan. Masjid dibangun pada 1966, bersamaan dengan berdirinya Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Besowo.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Dua warga Desa Besowo hendak mencuci kaki di kran air di depan gereja. (Foto: Yusro)

Di dekat pagar gereja itu terdapat tandon air. Sehari-hari, air dari tangki digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pengurus gereja. Jika desa dilanda kekeringan, tandon air gereja dimanfaatkan masyarakat pemeluk agama Islam untuk berwudu, serta keperluan air minum warga di desa yang berada di utara Gunung Kelud itu.

“Tandon didirikan melalui gotong royong warga setelah erupsi Gunung Kelud tahun 2014,”  kata Saptoro, Wakil Pendeta GKJW Jemaat Besowo, Minggu, 7 Januari 2024.

Dia tak menyangka bahwa erupsi Gunung Kelud sepuluh tahun lalu semakin menguatkan toleransi umat beragama di Besowo. Meletusnya “Sang Kamput” menghancurkan bangunan hingga mematikan sumber air desa. Di pengungsian, Saptoro bertemu peneliti asal Filipina dan Korea yang berniat mencari mata air baru di lereng Kelud.

Dari perjumpaan itu, warga diberitahu jika terdapat sumber air di belakang gereja. Namun, letaknya 120 meter di bawah jurang. Mata air tersebut berasal dari pepohonan lebat, jadi tidak akan mengering ataupun keruh. Usai erupsi mereda, warga kembali ke desa. Umat Islam, Kristen, Hindu, dan Penghayat, bergotong-royong membangun tandon air di selatan pagar gereja.

Saptoro, Wakil Pendeta GKJW Jemaat Besowo. (Foto: Yusro)

“Sumber air dari belakang gereja boleh dimanfaatkan siapa saja,” kata Saptoro.

Pria dua anak itu menambahkan, toleransi umat beragama di Desa Besowo ini sudah terbentuk sejak  1989 melalui GATRA (Gerakan Toleransi antar Agama). Gerakan ini digagas para tokoh lintas agama di desa Besowo. Melalui organisasi ini, mereka saling menjaga kerukunan, salah satunya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama.

Potret kerukunan itu tercermin dari perayaan hari besar di desa. Ketika Natal misalnya, umat Muslim, Hindu dan Penghayat,  turut mengamankan berjalannya perayaan. Mereka menjadi petugas yang menertibkan kendaraan para jemaat gereja dan mengatur lalu lintas di jalan desa.

“Sudah menjadi rutinitas ketika perayan hari besar kami menjadi petugas keamanan,” kata Sawiji, Takmir Masjid Jami’ Baitul Munir Besowo.

Saat hari kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat menggelar acara di lapangan desa yang menyuguhkan penampilan dari setiap agama. Ada tarian dari umat Hindu, rebana dari umat Muslim, dan penampilan musik dari umat Kristen.

Sawiji menambahkan, ketika hari raya Idulfitri, umat Kristen dan Hindu bergantian membantu menjaga keamanan. Begitu pula saat perayaan Nyepi, saat prosesi iring-iringan Ogoh-ogoh. Di hari-hari besar itu dia bersilaturahmi ke rumah umat Kristiani dan Hindu, begitu juga sebaliknya. (Moh. Yusro Safi’udin)

Tags: #headline#Kediri#toleransi
Previous Post

AJI Kediri Mengecam Larangan Meliput Pelipatan Kertas Suara di KPU Kabupaten Kediri

Next Post

500 Pelajar Sidoarjo Minta Calon Presiden 2024 Selamatkan Sungai Porong dari Sampah Plastik

Next Post
500 Pelajar Sidoarjo Minta Calon Presiden 2024 Selamatkan Sungai Porong dari Sampah Plastik

500 Pelajar Sidoarjo Minta Calon Presiden 2024 Selamatkan Sungai Porong dari Sampah Plastik

Merayakan 1200 Tahun Berdirinya Candi Borobudur

Merayakan 1200 Tahun Berdirinya Candi Borobudur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA