• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Tuesday, 21 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home KULTUR

Buah Mojo, Ikon yang Menginspirasi Nama Kerajaan Majapahit

24 Feb 2021
in KULTUR
Reading Time: 3 mins read
Buah Mojo, Ikon yang Menginspirasi Nama Kerajaan Majapahit

RATUSAN tahun silam, Kerajaan Majapahit—sebuah imperium raksasa di masa lalu—lahir dari kawasan lembah Sungai Brantas. Didirikan pada tahun 1293, daerah kekuasaannya konon terbentang mulai dari seluruh nusantara hingga kepulauan Filipina dan Kamboja. Dalam kitab Pararaton disebutkan, nama Majapahit terinspirasi dari buah maja yang rasanya pahit.

Seperti kebanyakan daerah di sepanjang Sungai Brantas, kawasan yang dulu masih berupa hutan belantara itu banyak ditumbuhi pohon maja. Buah ini berukuran sekepalan tangan orang dewasa. Warna kulit luarnya hijau tetapi isinya berwarna kuning atau jingga.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Pemicu Kota dan Kabupaten Kediri Terpisah

Film Tragedi 1965 Blitar Diputar di Prancis dan Jerman

Jejak Penumpasan Komunisme di Pagar Rumah Berornamen Pancasila dan UUD 1945

Keberadaan buah maja di tlatah Jawa, bisa jadi mendahului beragam lapisan peradaban kerajaan. Eksistensinya menjadi cikal bakal lahirnya penamaan banyak kawasan atau biasa disebut toponimi.

Dari kajian botani, tanaman dengan nama latin Aegle marmelos merupakan tumbuhan khas tropis dataran rendah yang dipengaruhi ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Termasuk, kawasan di mana Majapahit berdiri, diperkirakan terletak di Alas Tarik atau kini dikenal dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Jika ada daerah memakai prefiks mojo-, kemungkinan besar ada hubungannya sama pohon maja yang tumbuh di pinggir Sungai Brantas,” kata Aang Pambudi Nugroho, Ketua Komunitas Jawa Kuno Sutasoma, Selasa 16 Februari 2021.

Sungai Brantas yang mengalir di kawasan Kediri. (Foto: Naim)

Pendapat Aang itu diperkuat dengan keterangan di buku berjudul “Tafsir Sejarah Nagarakretagama” karangan Slamet Muljana. Dalam buku yang terbit tahun 1979 itu, Slamet Muljana menjelaskan bahwa pada kebudayaan Jawa, penyebutan nama suatu daerah disesuaikan dengan situasi tertentu. Baik itu kondisi alam, flora, maupun fauna yang khas di suatu kawasan.

Selain Majapahit, kini masih dapat ditemui daerah yang memakai awalan “Mojo”. Misalnya, Kabupaten Mojokerto yang dipercaya dulunya menjadi pusat Kerajaan Majapahit.

Kawasan lain yang menggunakan awalan serupa tersebar di sejumlah wilayah dekat DAS Brantas. Di antaranya, Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojotrisno, Mojongapit, dan Mojokuripan yang berada di Kabupaten Jombang. Sedangkan di daerah Kediri, ada kawasan bernama Mojoroto dan Mojo. Ada pula wilayah bernama Mojosari yang terletak di Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung.

Di luar kawasan DAS Brantas, daerah berawalan mojo juga dapat dijumpai. Di antaranya, Desa Mojodelik di Kabupaten Bojonegoro, Desa Mojolegi Boyolali di Jawa Tengah, maupun Kabupaten Majalengka di Jawa Barat. Kesamaan penggunaan nama mojo itu barangkali  dipengaruhi berbagai faktor. Misalnya migrasi penduduk atau keterpengaruhan budaya.

Jika di Jawa buah maja banyak diserap menjadi nama kawasan, lain halnya di ranah spiritual. Dalam kepercayaan Hindu, tumbuhan ini dianggap sebagai tumbuhan titisan Dewa Syiwa. Kisah tentang penganut Dewa Syiwa yang hingga kini masih dibicarakan, salah satunya Calonarang. Dia adalah janda sakti asal Desa Girah yang menyebarkan wabah penyakit di Kerajaan Kediri pada masa Raja Airlangga.

Sedangkan dari sisi arkeologis, penemuan situs Tondowongso di Desa Gurah, Kabupaten Kediri menguatkan jika aliran Hindu Syiwa sangat berkembang di masa lampau. Pada bulan Januari 2007, ditemukan Arca Dewa Syiwa berkepala empat dan Arca Ardhanari yang melambangkan persatuan antara Dewa Syiwa dengan istrinya, Parwati atau Btari Durga.

Pemuliaan pada tumbuhan dalam kepercayaan Hindu itu mirip seperti kisah Sidharta Gautama dengan Pohon Bodhi. Dalam ajaran Budha, pohon itu adalah tempat naungan Sang Petapa Gautama untuk mencapai kesempurnaan. Pohon Bodhi dihormati sebagai simbol keagungan dan kebijaksanaan Sang Buddha.

“Hubungan antara buah maja dan praktek kepercayaan Hindu Siwa di Kediri perlu diteliti lebih lanjut,” ujar Aang. (Kholisul Fatikhin)

Tags: #headlineBuah MojoCalon ArangJombangKediriMajapahitMojokertoNagarakretagamasejarah
Previous Post

Mere Dil Mein Pyaar Hai: Sampai Jumpa Lagi, India—The Journey to India 5

Next Post

AJI Selenggarakan Debat Terbuka Kandidat Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal

Next Post

AJI Selenggarakan Debat Terbuka Kandidat Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal

Jalan Menuju Makam Tan Malaka Kini Telah Diaspal

Jalan Menuju Makam Tan Malaka Kini Telah Diaspal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA