• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Sunday, 19 April 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Sayonara Wijang Songko, Stasiun Radio Tertua di Kota Kediri Berhenti Beroperasi

    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home DESTINASI

Dua Wajah Pasar Setono Betek Kediri: Pagi Tradisional, Malam Skena

29 Oct 2025
in DESTINASI
Reading Time: 3 mins read
Dua Wajah Pasar Setono Betek Kediri: Pagi Tradisional, Malam Skena

Lantai dua Blok A Pasar Setono Betek. (Foto: Dimas)

SEPERTI lazimnya pasar tradisional, lantai satu gedung Blok A Pasar Setono Betek Kota Kediri dipenuhi lapak pedagang sayur, buah, dan bahan pokok. Namun, pemandangan seketika berubah saat berkunjung ke lantai dua. Lampu-lampu temaram menghiasi belasan kios yang kini jadi kafe dan stand makanan. Di depan kedai itu, anak-anak muda asyik mengobrol sambil menikmati croffle, dimsum, burger, dan aneka kopi.

Ruangan yang bertahun-tahun kosong itu sekarang bertransformasi menjadi “pasar skena”. Istilah skena digunakan untuk mewakili gaya nongkrong muda mudi. Tak hanya soal makanan dan minuman, tapi lebih pada menikmati suasana dan estetika.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Gunung Sari, Makam di Antara Kisah Laskar Diponegoro dan Sekartaji

Pecinan Menghadap Kali Brantas, Konsep Kota Riverfront di Kediri

Patung Macan Kediri dan Menara Eiffel Prancis, Dicemooh Lalu Dipuja

Perubahan lantai dua Pasar Setono Betek bukan hal baru. Menurut Saiful Arif, Koordinator Pasar, konsep menghadirkan kafe mulai diterapkan pada 2019. Kavling tembok lapak di bagian tengah dihilangkan, sehingga gedung tampak luas. Namun, akibat pandemi Covid-19 dan regulasi operasional membuat kafe-kafe itu akhirnya tutup.

“Dulu sempat ada beberapa kafe, tapi mereka tutup karena jam lima atau enam sudah harus selesai,” ujar Saiful saat ditemui Kediripedia.com pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Puluhan kedai kembali diaktifkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Joyoboyo Kota Kediri pada Mei 2025. Konsepnya terinspirasi dari pasar-pasar modern di Malang dan Pasar Gede Solo. Pemilik kafe yang dulu tutup diajak kembali menempati lapak, termasuk menggandeng para pengusaha baru.

Saiful menjelaskan, tujuan revitalisasi untuk mengenalkan pasar tradisional kepada generasi muda yang kini makin jarang berkunjung. Anak muda yang nongkrong di lantai dua bisa diajak membeli sayur atau kebutuhan lain di lantai bawah. Sehingga kehadiran kafe juga berdampak positif bagi pedagang tradisional.

Pintu masuk gedung Blok A Pasar Setono Betek. (Foto: Dimas)

Awalnya, tidak semua pihak langsung menerima ide tersebut. Sejumlah pedagang lama ragu dan khawatir bahwa kafe akan mengambil alih lapak pasar. Melalui sosialisasi dan pendampingan, para pedagang diyakinkan jika kehadiran kafe justru meningkatkan kunjungan dan daya tarik.

“Kami ajak mereka melihat peluang. Kalau pengunjung naik ke atas, otomatis mereka akan lewat lapak pedagang dulu. Ini saling menguntungkan,” jelas Saiful.

Dari pagi hingga malam, Pasar Setono Betek menampilkan dua wajah berbeda namun saling melengkapi. Pagi hari tetap dengan hiruk-pikuk pasar tradisional. Sedangkan malam hari berubah menjadi pasar kreatif yang ramah bagi anak muda.

Jejeran cafe di Pasar Setono Betek. (Foto: Dimas)

Puncak keramaian biasanya pada Sabtu dan Minggu. Pengunjung bisa menikmati aneka kuliner sembari ditemani live music. Di antara kios-kios itu, kafe yang ramai dikunjungi salah satunya Butter Croffle.

“Mayoritas pengunjung adalah anak muda, kadang ada ibu-ibu tapi jarang,” kata Ivo, karyawan Butter Croffle.

Mereka biasanya membeli untuk dibawa pulang atau dimakan tempat. Pengunjung mengetahui makanan dan lokasi kafe dari media sosial.

Bagi pengunjung seperti Elsa, kehadiran kafe di pasar adalah sesuatu yang segar dan out of the box. Menurutnya, konsep ini bisa mengubah persepsi masyarakat bahwa pasar tradisional hanya untuk belanja kebutuhan harian. Adanya kafe membuat pasar tidak ketinggalan zaman.

“Biasanya orang mikir pasar itu kumuh atau cuma buat belanja kebutuhan harian, tapi dengan adanya kafe, kesan itu pelan-pelan berubah,” ujar Elsa.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Bahkan cenderung lebih murah dibanding kafe pada umumnya. Misalnya kopi susu atau es kopi gula aren harganya cuma belasan ribu rupiah.

Kafe yang masuk pasar tradisional di Kota Kediri bukan hanya terjadi di Setono Betek. Lantai dua di Pasar Pahing dan Bandar juga ramai digunakan tempat nongkrong. Sebagai ruang publik, pasar-pasar itu berhasil berinovasi menjadi pusat kreativitas, hiburan, dan interaksi sosial, tanpa kehilangan identitas lokal. (Jurnalia Sibunga)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Melacak Teknik Penulisan Aksara Kuadrat di Prasasti Ponorogo

Next Post

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Next Post
Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Murid Sekolah Alam di Kediri Kampanyekan Daur Ulang Sampah

Setelah Keliling Dunia, Mencari Penerus Kethek Ogleng

Setelah Keliling Dunia, Mencari Penerus Kethek Ogleng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA