• HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
Thursday, 5 March 2026
Kediripedia.com
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
    Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

    Tahu Kediri, Berkelindan Antara Mongol dan Tiongkok

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Nabatiyasa, Raksasa Minyak Kelapa Kediri yang Hilang dari Peta Industri Dunia

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Mahasiswa Kediri Cuan Jutaan Rupiah dari Jualan Mainan Tradisional

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

    Kerajinan Air Mata Dewa dari Lembah Gunung Wilis

  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA
No Result
View All Result
Kediripedia.com
Home PEOPLE

Limbah Tahu di Kota Kediri Dibuang ke Sungai Dekat Permukiman

31 Jul 2025
in PEOPLE
Reading Time: 3 mins read
0
Limbah Tahu di Kota Kediri Dibuang ke Sungai Dekat Permukiman

Gapura masuk Kampung Tahu Tinalan di Kota Kediri. (Foto: Dimas)

CAIRAN kekuningan mengucur deras dari pipa pembuangan pabrik-pabrik tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Limbah itu langsung dialirkan ke sungai yang berdekatan dengan pemukiman. Dari kawasan produksi tahu, aliran limbah melewati saluran air di Pakunden, Kaliombo, hingga tembus ke Sungai Brantas.

Di tiga kelurahan tersebut, setiap ruas jembatan dipasang papan larangan membuang limbah cair yang belum diolah. Akan tetapi, peringatan dari Pemerintah Kota Kediri itu tak mengubah keadaan. Air sisa olahan tahu masih mengalir bebas di sungai kecil dan parit-parit.

Jelajahi pustaka Kediripedia

Kiai Ngliman, Guru Ngaji Pemberontak Tanam Paksa di Nganjuk

Pusat Bisnis Opium Kediri dan Lahirnya Cina Berpangkat

Dari Fujian Cina, Suku Hokkian Bertahan di Kediri

“Kalau air sungai sedang surut baunya sangat menyengat,” kata Mega, salah satu warga Kelurahan Pakunden Kota Kediri, Senin, 28 Juli 2025.

Dia menambahkan, residu tahu bercampur dengan limbah cair masyarakat. Misalnya dari aktivitas mandi, mencuci, hingga memasak. Sehingga, air buangan yang mulanya kuning berubah kehitaman. Namun, bau cuka yang menyengat dari bekas produksi tahu lebih mendominasi.

Sungai tempat pembuangan limbah tahu. (Foto: Dimas)

Sebanyak 36 industri tahu kini beroperasi di Tinalan. Kawasan ini populer disebut Kampung Edukasi Tahu. Lokasi produksi itu berderet membelakangi aliran sungai.

“Kami terpaksa membuang ke sungai karena penampungan sudah tidak muat,” kata Supingi, salah satu pemilik pabrik.

Pria 53 tahun itu setiap harinya mengolah 50 hingga 80 kilogram kedelai untuk dijadikan tahu. Dia membuat penampungan limbah yang ditanam di bawah tanah. Kedalamannya 2 meter dan lebar 1 meter. Dia berdalih wadah tersebut selalu penuh saat produksi, hingga akhirnya tumpah ke sungai.

Supingi mengaku kewalahan mengelola residu cair produksi tahu. Pada 2022, dia mencoba mengolahnya menjadi pupuk tanaman melalui sistem fermentasi. Namun, upaya itu gagal. Cairan malah berubah keruh dan baunya semakin menyengat. Sehingga, dia kembali membuang limbah ke sungai hingga sekarang.

Papan larangan membuang limbah di sejumlah titik di Kelurahan Tinalan. (Foto: Dimas)

“Masalah di Tinalan itu kompleks, di balik pencemaran air sungai, ada sentra industri yang menggerakkan ekonomi,” kata Aris Mahmudin, Kepala Bidang Penataan dan Penataan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLKHP) Kota Kediri.

DLKHP akan segera meninjau ulang baku mutu air sungai di Tinalan. Selain itu, jika ada produsen yang kedapatan melanggar akan mendapat teguran.

Aris menyarankan setiap pabrik membuat penampungan lebih besar. Wacana penambahan volume wadah limbah sebenarnya pernah dibahas Pemkot Kediri dengan pelaku usaha tahu. Sayangnya, hal itu tak kunjung terealisasi karena terkendala biaya dan keterbatasan lahan.

Menurut Imam Habibi, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA), pabrik tahu Tinalan sejauh ini hanya fokus pada produksi. Dari pada limbahnya mencemari lingkungan, lebih baik diolah jadi pupuk cair. Pupuk itu dapat dijual, sehingga bisnis pemilik pabrik tahu semakin berkembang.

“Ini bisa menjadi inovasi bisnis ramah lingkungan bagi pengusaha tahu,” jelas Imam.

Pengolahan limbah dilakukan dengan menaruh cairan di drum tertutup selama 3 minggu. Sedangkan pada sistem terbuka, limbah diendapkan di kolam agar terkena panas matahari selama 2 hari. Kedua metode itu menggunakan bahan pengurai seperti molase EM4, tetes tebu, atau rebusan air gula.

Imam Habibi, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA). (Foto: Imam)

Menurut Imam, pencemaran sungai di Tinalan jangan sampai dibiarkan berkepanjangan. Limbah tahu memiliki kandungan asam yang menyebabkan ikan-ikan mati. Jika terserap tanah, bisa mengakibatkan matinya unsur hara serta kontur tanah semakin mengeras. Sedangkan pada manusia, efek negatif limbah memicu gangguan pernapasan, penyakit kulit, hingga pencernaan. (Dimas Eka Wijaya)

Tags: #headline#Kediri
Previous Post

Pelestari Pohon Purba di Cagar Alam Gunung Kelud

Next Post

Rumah Singgah Gerilya Jenderal Sudirman di Kediri Dijadikan Cafe

Next Post
Rumah Singgah Gerilya Jenderal Sudirman di Kediri Dijadikan Cafe

Rumah Singgah Gerilya Jenderal Sudirman di Kediri Dijadikan Cafe

Setahun Jamaah Teras Gubuk, Vespa Sebagai Jalan Menuju Spiritualisme Kehidupan

Setahun Jamaah Teras Gubuk, Vespa Sebagai Jalan Menuju Spiritualisme Kehidupan

Discussion about this post

JELAJAHI

  • BISNIS (111)
  • DESTINASI (113)
  • EDUKASI (92)
  • KOMUNITAS (205)
  • KULTUR (224)
  • PEOPLE (246)
  • SURYAPEDIA (87)
  • Uncategorized (7)
  • Video (2)
Kediripedia.com

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA

KERJASAMA

  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

SOSIAL MEDIA

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINES
  • BISNIS
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • PEOPLE
  • KULTUR
  • KOMUNITAS
  • SURYAPEDIA

© 2022 PT. KEDIRIPEDIA MEDIA UTAMA